Thursday, December 8, 2022

Greenhouse: Inovasi Taiwan Tiada Henti

Rekomendasi

Teknologi tepat guna kunci sukses industri anggrek di Taiwan.

Plastik transparan itu menggantung di sepanjang permukaan bawah atap rumah tanam anggrek di nurseri Fang Mei Orchid. Plastik itu bukan sekadar aksesori tanpa fungsi. Menurut pengelola Fang Mei Orchid, Woody Chou, plastik transparan itu layaknya pipa untuk mengalirkan udara dingin. Ujung plastik itu tersambung dengan mesin pendingin ruangan. Lalu udara dingin dari pendingin ruangan mengalir melalui pipa plastik dan menyebar melalui lubang berdiameter 20 cm di sepanjang plastik.

Woody Chou mengalirkan udara dingin ke seluruh greenhouse ketika musim panas, yakni pada Juni—Agustus. Ketika itu suhu udara di dalam rumah tanam mencapai 350C sehingga menyebabkan bunga anggrek layu. Chou mengalirkan udara dingin selama 15 menit melalui dua pipa plastik. Setelah itu secara otomatis aliran berhenti. Dua pipa lainnya bekerja selama 15 menit juga, begitu seterusnya. Di dalam greenhouse itu terdapat 6 pipa plastik. Dengan cara itu Chou mempertahankan suhu di dalam greenhouse 250C untuk menjaga kesegaran bunga anggrek.

Menurut Kepala Bagian Produksi dan Inventarisasi PT Ekakarya Graha Flora, Agung Budiyono, plastik lebih sesuai untuk mengalirkan udara dingin. Sebab, kehadiran plastik yang transparan tidak akan menghalangi pancaran sinar matahari dalam proses fotosintesis.

PT Ekakarya Graha Flora, nurseri anggrek Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat,  menerapkan teknologi serupa untuk mendinginkan greenhouse sejak 2011.  Di rumah tanam itu tampak pipa plastik transparan menggantung di atap. Peran teknologi itu juga untuk menurunkan suhu yang di Cikampek mencapai 340C ketika siang hari pada musim kemarau.

Teknologi kipas

Oriental Orchid di Chiayi, Taiwan, membangun greenhouse tanpa dinding busa basah. Lazimnya rumah tanam anggrek di negeri itu memanfaatkan busa basah sebagai dinding untuk membantu mengatur kelembapan. Pengelola Oriental Orchid, Rita Lin, mengatakan bahwa dinding busa basah mengundang udara basah masuk ke dalam rumah kaca. Dampaknya kelembapan udara meningkat sehingga kondusif untuk perkembangan mikroorganisme yang merugikan.

Rita Lin memanfaatkan papan plastik transparan sebagai dinding greenhouse. Selain itu produsen anggrek potong itu memakai kipas angin khusus, mampu berputar ke segala arah sehingga seluruh ruangan terkena efek putarannya. Bandingkan dengan kipas angin biasa yang berputar hanya ke satu arah. Dampaknya tidak dapat mempertahankan suhu ruangan.

Kipas angin dan dinding busa basah lazim digunakan saat musim panas. “Kedua alat itu berfungsi menurunkan suhu di dalam rumah kaca,” ucap Lin. Harap mafhum suhu udara bisa mencapai 350C saat musim panas. Menurut ahli Fisiologi Tumbuhan dari Jurusan Biologi Universitas  Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Ir Retno Mastuti MAgSc DagSc, suhu tinggi berpengaruh negatif pada berbagai proses seperti metabolisme, respirasi, dan asimilasi. Pada suhu tinggi proses metabolisme berlangsung lebih cepat.

Padahal, ambang toleransi anggrek maksimal  280C. Suhu tinggi berakibat penguapan air besar-besaran yang berlangsung cepat. Bila tidak segera diatasi, tanaman mengalami dehidrasi dan layu. Daun kemudian keriput atau menguning. Saat panas berlanjut daun rontok atau tanaman mati. Saat musim dingin pengelola nurseri anggrek memanfaatkan alat pemanas untuk mengusir udara dingin. Untuk menghemat biaya bahan bakar, perusahaan yang didirikan Ming Hsin Lin pada 1987 itu menggunakan natural underground air temperature thermostat. Dengan alat itu panas di dalam rumah tanam tetap konstan karena termostat mengendalikan suhu. Panas yang mengalir melalui pipa itu menyebarkan panas secara radiasi sehingga anggrek tetap hangat meski musim dingin.

Komputerisasi

Selain kedua teknologi itu, Lin mengelola usaha produksi anggrek layaknya sebuah industri. Ia menggunakan komputer hampir di semua lini budidaya untuk mengontrol suhu, kelembapan, penerimaan sinar matahari, dan pemupukan. Bila salah satu faktor tidak sesuai,  komputer bekerja secara otomatis “memperbaiki” kondisi itu. Misal jika suhu udara di dalam ruangan lebih dari 320C dan kelembapan kurang dari 65% maka terjadi pengabutan otomatis.

Kehadiran teknologi itu menjamin produk Oriental Orchids selalu prima. Tidak heran nurseri anggrek yang berdiri pada 1987 itu tetap bertahan hingga saat ini. Pada 2012 Oriental Orchids menjual 2,4-juta anggrek, meningkat 20% dari tahun sebelumnya 2-juta anggrek. Negara konsumen meliputi Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Perancis.

Anggrek mini

Dengan beragam inovasi itu industri anggrek Taiwan terus menghasilkan bunga berkualitas. Lihat saja koleksi Fang Mei Orchid, nurseri di Tainan, berupa phalaeonopsis mini serta berbunga besar, kompak, dan lebat. Sebutan mini mengacu pada tinggi tanaman maksimal 30 cm. Menurut Woody Chou konsumen dari Eropa meminati anggrek mini.

Menurut pembudidaya anggrek di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Yayah Rokayah, bunga phalaenopsis mini mampu bertahan 2—3 bulan. Saat dipajang sebagai tanaman dalam pot keindahannya bertahan lama. Satu tanaman bisa menghasilkan      3 tangkai bunga sekaligus. Satu tangkai terdiri dari 20 kuntum sehingga sosoknya terlihat semarak.

Taiwan memang sohor sebagai penghasil phalaenopsis berkualitas. Padahal, luas penanaman anggrek di Ilha Formosa itu relatif kecil dibanding komoditas tanaman hias lain. Menurut Statistik Tahunan Taiwan luas total penanaman tanaman hias pada 2011 mencapai 12.752 ha. Adapun luas penanaman anggrek itu hanya 701 ha (5,51%). Meski begitu pada 2011 nilai ekspor anggrek Taiwan mencapai $141,6-juta dengan 69,52% dari phalaeonopsis. Itu menunjukkan phalaenopsis bunga komoditas utama ekspor Taiwan. Pada 2011 Taiwan mengekspor 67-juta tanaman phalaenopsis.

Data dari Taiwan Orchid Grower Association (TOGA) atau Asosiasi Pembudidaya Anggrek Taiwan menunjukkan bahwa negara tujuan ekspor phalaeonopsis utama meliputi Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang.

Festival anggrek

Menurut Dennis sentra phalaeonopsis di Taiwan bagian selatan seperti Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung.  Tainan menjadi sentra produksi phalaenopsis terbesar di Taiwan dengan luas penanaman pada 2010 mencapai 182 ha atau 38,7% dari total luas produksi. Luas area itu meningkat 6% dibanding 2005 yang mencapai 172 ha. Permintaan anggrek cenderung meningkat setiap tahun.

Menurut Dennis Gao nilai utama industri Taiwan yaitu fleksibiltas dan selalu berpikiran terbuka. Faktor lain yang membuat industri anggrek semakin meroket karena dukungan perguruan tinggi dalam bentuk riset ilmiah sesuai kebutuhan. Selain itu sejak 2000 Asosiasi Pembudidaya Anggrek Taiwan dan pemerintah juga menyelenggarakan festival anggrek berskala internasional setiap tahun.  Perwakilan berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang menghadiri festival yang memperkenalkan   industri anggrek Taiwan itu.

Para pembudidaya anggrek di Taiwan memang menerapkan teknologi modern. Dengan beragam teknologi, nurseri-nurseri di pulau sepanjang 378 km dan lebar  145 km itu terus berkembang untuk mengisi pasar anggrek dunia dengan inovasi tiada henti. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Pressi Hapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img