Monday, August 8, 2022

Di Tepi Kolam Membangun Persahabatan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Air dari fi lter sistem vortex dipompa, lalu jatuh mengenai bebatuan, terus mengalir ke kolam. Belasan koi hilir-mudik berenang diiringi gemercik air menjadi penyejuk kalbu hobiis di Kebonjeruk, Jakarta Barat.

Di kolam berkapasitas 50 ton itu tersimpan kohaku peraih juara I di Semarang setahun silam. Enam belas koi lain tampak meliukliukan tubuhnya, berenang ke permukaan air lalu menyelam. Begitu tangan Tony menebar pelet, ikan cantik itu langsung menyambar.

“Ternyata tak harus luas untuk membangun kolam koi. Kolam kecil kalau ditata dengan bagus, koi pun sehat,” ujar Rido Wisonagara Billy. Ia hobiis koi yang mengagumi kolam rancangan Tony.

Dua hobiis lain mendekati Tony yang duduk di bibir kolam. Mereka asyik membicarakan konstruksi kolam. Beberapa hobiis lain tengah ngobrol di pojok kolam sambil menikmati segelas es sirup. Sesekali terdengar gelak tawa.

Akrab

Itulah salah satu aktivitas pada acara pond visit yang diadakan Jakarta Koi Club (JKC), Oktober 2003. Mereka secara bergantian mengunjungi salah satu kolam koi milik anggota JKC. Tentu saja mereka tak sekadar berkunjung. Di sana juga diadakan diskusi ringan.

Kunjungan pertama kali di kolam koi milik Tony. “Kalau di luar negeri ada farm visit, kita pond visit saja. Maksudnya cuma jalan-jalan sambil memupuk silaturahmi antaranggota,” ujar Bolly Prabanto, ketua JKC.

Pond visit pertama pada 12 Oktober 2003 itu tampak meriah. Sebanyak 16 hobiis koi, seperti Winarso, Hartono Budijono, dan Budi Widjaya turut menyemarakkan acara. Usai makan siang bersama, beberapa hobiis duduk di sofa. Yang lain mengerubungi kolam sambil menikmati kemolekan koi.

Menurut Bolly hobiis koi sempat stagnan begitu herpes mewabah pada 2001. Hingga kini epidemi penyakit itu masih melekat di benak hobiis koi. Acara kunjung kolam diharapkan dapat menggairahkan hobiis koi kembali. “Kalau ada masalah, seperti penyakit mari dipecahkan. Pasti ada solusi bila dibicarakan bersama,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor itu.

Hobiis baru

Aktivitas itu juga bertujuan untuk menarik minat hobiis baru. “Banyak hobiis koi yang tidak tahu ke mana harus bergabung. Apalagi belum ada klub lain yang mengadakan acara serupa,” ucap Bolly.

Erick Jonathan, umpamanya. Pengusaha aki terkenal di Tangerang itu sama sekali belum kenal koi. Ajakan salah satu rekan untuk ikut pun disetujuinya. “Sudah lama saya ingin mengoleksi ikan itu. Namun, kepada siapa saya harus mencari informasi?” kata Erick.

Prospek koi masa depan tak ketinggalan dibicarakan, seperti jadwal kontes 2004 dan keikutsertaan kontes di Jepang. “Agenda ini akan rutin diadakan setiap bulan agar tali silaturahmi terjalin erat,” kata Bolly.

Pond visit itu berakhir pada pukul 15.00. Mobil-mobil mewah yang berjejer di Jalan Meruya Ilir Raya, Kebonjeruk, Jakarta Barat, satu per satu beringsut meninggalkan kediaman Tony. Kepuasan menikmati koi terpancar di raut muka mereka. Stres dan penat pun terobati. (Nyuwan S B/Peliput: Destika Cahyana)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img