Monday, August 15, 2022

Kolam Nomaden Penghias Rumah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jika tertarik kolam serupa dapat Anda pasang di rumah. Hanya butuh sehari untuk membongkar dan memasangnya lagi.

Menyebut kolam koi, identik dengan sebuah kolam berukuran besar bervolume air mencapai puluhan, bahkan ratusan ton. Filter berukuran jumbo melengkapi. Tempat luas, waktu pengerjaan lama, dan biaya pun besar. Peminat koi di perumahan berhalaman pas-pasan tak perlu berkecil hati. Mereka tetap dapat menikmati kecantikan koi dengan memasang kolam bongkar pasang. Bongkar pasang? Ya. Kolam itu memang mudah dan cepat di bongkar-pasang.

Kolam yang populer di Singapura itu belakangan mulai banyak digemari di Indonesia. Saat ini jenis kolam itu masih digunakan untuk hobiis rumahan. Tentu saja ini berhubungan dengan volume kolam yang umumnya kurang dari 10 ton.

Beragam

Kehadiran kolam koi berukuran 3 m x 1,5 m berkedalaman 60 cm itu menambah asri taman di belakang rumah. Salah satu hobiis yang kepincut kolam nomaden itu adalah Djaka S. Tjahjakartana di Perumahan Permata Buana, Jakarta Barat. Batu-batu alam tertata rapi di pinggir kolam. Siapa sangka kolam yang dihuni oleh belasan koi 40 cm itu terbuat dari lembaran plastik (liner), bukan beton seperti kolam-kolam umumnya.

“Kalau suatu saat bosan dengan kolam ini, saya bisa membongkarnya dan memindahkan ke tempat lain yang kita inginkan tanpa merusak struktur tanah di bawahnya,” tutur penata taman alumnus sebuah perguruan tinggi di negeri Kanguru. “Mau ditaruh di dalam ruangan bisa, di luar ruangan pun bagus. Bentuknya juga bisa diubah sesuai selera,” tambahnya.

Ada lagi kolam berbahan fi berglass berbentuk ginjal. Di Snowyland Petshop, beberapa jenis koi seperti chagoi, kohaku, shanke, doitsu, dan kumonryu menghuni kolam 2 m x 4 m berkedalaman 0,6 m. Cukup mini memang, dengan ukuran seperti itu volume air hanya sekitar 4 ton.

Namun, ia sanggup menampung 2 chagoi ukuran 50 cm, 2 kohaku ukuran 40 cm, dan 10 koi jenis lain yang masingmasing berukuran antara 30—35 cm. “Untuk kolam berukuran 2 m x 4 m dapat menampung 5—10 koi ukuran 50 cm tanpa menghambat perkembangannya,” tutur Soesanto Leo, pengusaha yang juga hobiis koi itu.

Fiberglass bahan tahan retak berketebalan 4—5 mm. Sedangkan liner terbuat dari bahan sejenis plastik berketebalan antara 0,5 —1,2 mm, antibocor. Keduanya tahan hingga 20 tahun.

Bentuk kolam bermacam-macam sesuai keinginan. Ada yang berbentuk bulat, oval, kotak, angka delapan, dan bentuk gitar. Kolam berbahan fi berglass bentuknya permanen, sementara yang menggunakan liner bisa diubah-ubah.

Cepat

Untuk memasang sebuah kolam fi berglass tanpa dekorasi, hanya butuh waktu sehari. Bahkan setengah hari pun bisa. Pemasangan mudah karena kolam sudah jadi, hanya tinggal menambahi batu-batuan atau ornamen lain untuk mempercantik. Namun, bila ingin kolam yang tampilannya lebih rendah ketimbang permukaan tanah, keruk tempat di bawah lokasi kolam. Hari itu juga koi-koi kesayangan bisa langsung dimasukkan ke kolam baru.

Pemasangan kolam berbahan liner biasanya butuh 4—6 hari. Itu dimulai dari membentuk kolam, mengeruk tanah, menggelar liner, dan mengatur dekorasi. Setelah kolam jadi, diperlukan jarak dua minggu untuk memberi efek fi ltrasi agar ikan siap masuk. Jika dibandingkan dengan kolam permanen, pengerjaan kedua jenis kolam koi bongkar pasang ini jauh lebih cepat.

Kelebihan lain, sifatnya yang bisa dipindah-pindah. Penempatan di dalam ruangan tidak perlu penggalian, sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada tempat yang ditinggalkan.

Biaya untuk membuat kolam fi berglass ukuran 2 m x 3 m, Rp15-juta, termasuk filter, lampu ultraviolet, dan pompa. Sedangkan untuk kolam liner, setiap 1 m3 membutuhkan liner 16 m2. Harga per m2 Rp25.000 sehingga untuk setiap m3 hobiis harus merogoh Rp400.000, belum termasuk fi lter.

Mudah dibuat

Untuk membuat kolam liner, tandai tanah lokasi kolam sesuai yang diinginkan. Tanah lalu digali dan dipasang paving dipinggirnya. Sebelum liner dipasang, dasar kolam diberi pasir untuk mencegah akar tanaman menembus dan merusak liner.

Pemasangan liner dalam ruangan bisa dilakukan tanpa mengeruk tanah. Caranya pasang bingkai kayu atau bahan-bahan lain berketinggian sesuai yang diinginkan, kemudian baru dipasang liner. Pengerjaan selanjutnya sama dengan pemasangan kolam di luar ruangan.

“Kolam dalam ruangan sebaiknya berbentuk simpel agar mudah pengerjaannya,” saran Djaka. Menurut pria kelahiran Semarang itu fi berglass lebih praktis untuk di dalam ruangan. Namun, liner juga tidak menutup kemungkinan dipakai untuk kolam indoor.

Filter untuk kolam bongkar-pasang harus praktis. Saat kolam dipindah, fi lter bisa dibawa dengan mudah dan langsung dapat dioperasikan lagi.

Umumnya kolam koi menggunakan fi lter biologi. Djaka menempatkan fi lter, pompa, dan sinar ultraviolet di satu wadah berukuran sekitar 50 cm x 45 cm. Filter chamber terdiri dari fi lter mat kasar dan halus. Di sinilah terjadi penyaringan kotoran pada tahap awal.

Lampu ultraviolet bermanfaat untuk membunuh bakteri-bakteri patogen dan lumut yang menganggu kejernihan air. Ia juga berfungsi untuk mencegah air menjadi hijau. Filter mat tidak perlu diganti, cukup disemprot dengan air kolam atau diperas. Pembersihan setiap enam bulan.

Sama cantik

Filter biologi juga diterapkan Soesanto Leo, terdiri atas fi lter mat, batu karang dan zeolit. Pada ruang pertama diisi fi ltermat, kemudian air mengalir ke ruang kedua yang berisi batu karang dan terakhir zeolit. Untuk membunuh bakteri patogen lampu ultraviolet tetap dibutuhkan. Lampu ini bisa dipasang pada chamber pertama maupun yang terakhir.

Susunan fi lter mat, batu karang dan zeolit bisa diubah, tergantung kondisi air kolam. Untuk membersihkan fi lter, seminggu sekali satu chamber dikuras secara bergantian. Hal ini untuk menjaga agar bakteri yang bermanfaat tidak ikut mati. Pompa yang digunakan berkapasitas 150 watt.

Menurut pengamatan Soesanto Leo, kondisi ikan di kolam bongkar-pasang sama cantik dengan yang ada di kolam permanen. Dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti suhu, pH, nitrit, nitrat, oksigen terlarut, dan populasi, kolam bongkar-pasang tidak kalah dengan yang permanen.

Ukuran kecil, pembuatan dan perawatan mudah, salah satu keistimewaan kolam. Kolam itu sangat cocok bagi peminat koi berlahan terbatas. Selain itu kolam juga pantas sebagai penghias ruangan-ruangan dalam rumah. (Prita Windyastuti/Peliput: Dian Adijaya Susanto)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img