
Malaysia terus mengembangkan durian-durian unggul. Wajar jika perkembangan varietas durian unggul di negeri jiran begitu dinamis. Selama 58 tahun sejak 1934, Malaysia merilis 197 varietas unggul. Artinya, setiap tahun negeri itu merilis 3 varietas unggul baru. Luas areal penanaman durian di Malaysia paling luas dibandingkan komoditas buah lainnya. Data Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia pada 2010 memperlihatkan luas areal penanaman raja buah 82.420 ha.
Jumlah itu 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pisang di urutan kedua. Bagaimana cara Malaysia mengelola durian? Pada pertengahan Desember 2012 wartawan Trubus Imam Wiguna menemui Dr Johari Sarip, peneliti di Pusat Penyelidikan Hortikultur Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI). Lembaga penelitian dan pengembangan pertanian itu meriset hampir semua komoditas pertanian kecuali karet, kelapa sawit, dan kelapa.
Wawancara berlangsung di kantor MARDI di Serdang, Selangor, 1 jam bermobil dari Kualalumpur, ibukota Malaysia, pada sebuah pagi yang teduh. Sarip, ahli pemuliaan tanaman alumnus Universitas Newcastle, Inggris, menerima wartawan Trubus di ruang kerjanya yang jembar dan resik. Berikut petikan wawancaranya.

D175 lebih banyak ketimbang musang king karena lebih dulu populer sebagai juara kontes
Bagaimana strategi pemerintah Malaysia mengembangkan durian?
Pemerintah Malaysia saat ini tengah fokus meningkatkan kerja sama ekspor daging buah durian beku ke China. Sejak Juli 2011 nilai ekspor durian beku mencapai RM1-juta (setara Rp3-miliar, kurs RM1 = Rp3.000, red). Diharapkan pada masa mendatang volume ekspor terus meningkat untuk mengatasi harga anjlok saat panen raya.
Apa saja varietas durian yang diekspor?
Sebagian besar adalah varietas D-24 karena paling banyak populasinya di Malaysia. D-24 terdaftar sebagai varietas unggul pada 1937. Hingga saat ini kualitas D-24 terbukti stabil sehingga seragam bila diekspor. Sebetulnya musang king atau D-197 lebih potensial untuk ekspor karena rasanya tidak terlalu pahit sehingga mudah diterima oleh lidah konsumen yang baru mencicip durian. Namun, saat ini populasinya masih sedikit dan jumlah buah terbatas dan mahal.
Malaysia memiliki banyak varietas durian. Mengapa tidak fokus mengembangkan beberapa jenis durian saja?
Hingga saat ini jumlah varietas yang terdaftar di Kementerian Pertanian Malaysia mencapai 200 varietas. Namun, dari semua varietas itu tidak semua ditanam pekebun. Beberapa di antaranya punah karena memiliki beberapa kelemahan. Misalnya karakter unggul tidak stabil atau kalah unggul daripada varietas lain. Kementerian Pertanian Malaysia menyarankan kepada pekebun varietas yang bagus untuk dikembangkan melalui penyuluhan dan kunjungan lapang. Misalnya D-99, durian ini memiliki keunggulan buah lebih cepat matang pohon. Jangka waktu dari bunga mekar hingga buah jatuh tanda matang 1-2 pekan lebih cepat dibandingkan dengan varietas lain. Namun, tetap saja permintaan pasar menentukan keputusan pekebun untuk menanam.
Konsumen durian di Malaysia saat ini sudah mengalami pergeseran pengetahuan. Kalau dahulu konsumen membeli durian dengan hanya menyebutkan selera, misalnya durian rasa manis saja atau manis sedikit pahit. Namun kini mereka sudah menyebutkan jenis durian. Oleh sebab itu, para pekebun hanya menanam varietas yang populer sehingga varietas durian yang bertahan saat ini memang jenis yang diincar konsumen.
Apakah semua varietas unggul itu hasil perkawinan silang atau seleksi pohon induk?
Sebagian besar merupakan hasil seleksi. Pohon durian yang menghasilkan buah dengan kualitas unggul didaftarkan pemilik pohon induk atau penangkar ke Kementerian Pertanian Malaysia. Setelah melengkapi syarat kelengkapan data, tim survei dari jabatan pertanian turun ke lapangan untuk mengecek pohon induk dan buah. Jika dari tim menilai memenuhi syarat, durian itu sah menjadi varietas unggul baru. Namun, varietas durian tidak tergolong varietas yang dilindungi karena bukan hasil temuan baru. Durian yang didaftarkan sebagai varietas unggul biasanya sudah populer dan banyak ditanam sehingga varietas terdaftar boleh diperbanyak siapa saja.
Beberapa varietas merupakan hasil perkawinan silang yang dilakukan oleh MARDI memakai kode MDUR atau kependekan dari Malaysian Durian yang diikuti nomor klon. Contohnya MDUR-78 atau D-188, MDUR-79 (D-189), dan MDUR-88 (D-190). MARDI melakukan perkawinan silang untuk memperoleh durian unggul dengan syarat kualitas buah stabil saat penanaman di berbagai daerah, tahan penyakit Phytophthora palmivora, rasa creamy, beraroma kuat, tekstur daging buah lembut, dan warna daging buah menarik. Seluruh klon hibrida itu merupakan silangan antara D-24 dan D-10.
Mengapa dalam riset MARDI banyak menggunakan induk D-24?
MARDI menggunakan induk D-24 karena varietas itu kualitas buahnya stabil, mempunyai komposisi rasa gurih, manis, dan pahit yang sesuai selera penggemar durian di Malaysia, serta relatif tahan penyakit Phytophthora palmivora. Namun, kematangan buah D-24 tidak seragam atau uneven fruit ripening (UFR). Dalam satu buah terdapat juring mengkal meski buah sudah jatuh. Masalah itu biasa terjadi pada buah berukuran besar.
D-10 memiliki keunggulan daging buah kuning, buah matang sempurna, dan produktivitas tinggi. Dari persilangan itu kelemahan D-24 dapat hilang dan memperbaiki warna daging buah menjadi lebih kuning. Penelitian untuk menghasilkan durian unggul ideal sampai saat ini terus berlangsung.
Di Pulau Pinang populasi durian musang king (D-197) sedikit, yang banyak justru udang merah (D-175). Di Pahang sebaliknya. Apakah ada pembagian wilayah penanaman untuk varietas tertentu?
Sebetulnya pemerintah Malaysia tidak melakukan pembagian wilayah sentra untuk varietas tertentu. Di Pulau Pinang populasi udang merah banyak karena lebih dulu populer. Popularitas itu biasanya muncul setelah mengikuti kontes durian yang diselenggarakan komunitas pekebun durian di setiap sentra. Udang merah pernah juara kontes durian di Pulau Pinang. Dari hasil lomba itu udang merah menjadi populer sehingga banyak ditanam. Ketika musang king populer, mereka enggan ikut menanam karena butuh waktu lama untuk bisa memanen, sekitar 7 tahun. Kalau pun ikut menanam, jumlahnya sedikit. Namun, kondisi itu berdampak positif karena setiap sentra memiliki khas durian unggul.
Bagaimana strategi menghadapi durian pesaing dari Thailand?
Thailand mengembangkan durian untuk tujuan ekspor. Mereka berupaya menghasilkan durian tanpa bau, berdaging tebal, dan berasa manis, agar bisa dikonsumsi semua orang. Namun, di Malaysia durian dianggap buah eksotis. Penyuka durian tidak akan menyantap durian banyak-banyak karena lebih mengutamakan rasa. Mayoritas pencinta durian di Malaysia suka rasa durian manis agak pahit. Di Malaysia musim panen raya berlangsung pada pertengahan tahun, yakni Mei-Juli. Pada Desember ada musim panen, tapi sedikit. Baru akhir tahun ini (2012, red), panen banyak sekali.
Apa saja kendala yang dihadapi Malaysia dalam mengembangkan durian?
Saat ini mulai banyak pekebun durian beralih mengebunkan kelapa sawit atau karet karena memberikan pendapatan tetap. Durian hanya memberikan pendapatan setahun sekali atau dua kali saat musim panen. Itulah sebabnya MARDI pada masa mendatang berupaya melakukan penelitian durian yang dapat berbuah di luar musim panen agar dapat memberikan pendapatan secara kontinu.***




Keterangan Foto :
- Durian D-24 paling banyak dikebunkan di Malaysia karena berkualitas stabil
- Dr Johari Sarip, peneliti Pusat Penyelidikan Hortikultur Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI)
- Di Pahang beberapa pekebun durian beralih mengebunkan kelapa sawit karena dapat menghasilkan pendapatan yang kontinu
- Di Pulau Pinang populasi durian udang merah atau D175 lebih banyak ketimbang musang king karena lebih dulu populer sebagai juara kontes
- Areal penanaman durian di Malaysia paling luas dibandingkan komoditas buah lainnya
- Selain ekspor durian ke Singapura, Malaysia kini tengah meningkatkan ekspor durian beku ke China
