Trubus.id—Tarakan. Nilai ekspor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan dari Kalimantan Utara mencapai Rp2,238 triliun sepanjang 1 Januari hingga 28 Agustus 2026. Data BEST-TRUST Badan Karantina Indonesia mencatat sebanyak 3.704 kali sertifikasi ekspor dilakukan selama periode tersebut.
Komoditas tumbuhan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai Rp1,264 triliun. Sektor perikanan menyusul dengan nilai Rp974,998 miliar, sedangkan ekspor komoditas hewan tercatat sebesar Rp263,15 juta.
Kayu olahan menjadi komoditas tumbuhan dengan nilai ekspor tertinggi, mencapai Rp842,315 miliar. Sementara itu, udang windu menjadi salah satu andalan sektor perikanan dengan nilai ekspor sebesar Rp522,128 miliar.
Besarnya nilai ekspor tersebut menunjukkan potensi komoditas unggulan Kalimantan Utara untuk terus dikembangkan. Namun, peningkatan kualitas produk, pengolahan, serta pemenuhan persyaratan negara tujuan menjadi pekerjaan penting agar pasar ekspor semakin luas.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mendorong pelaku usaha di Kalimantan Utara meningkatkan nilai tambah komoditas melalui hilirisasi. Produk unggulan daerah diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga melalui produk olahan yang memiliki daya saing lebih tinggi.
Menurut Karding, pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari menjadi salah satu kunci agar produk asal Kalimantan Utara dapat diterima di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia juga berperan mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan teknis negara tujuan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan NGOBRAS KALTARA atau Ngobrol Bersama Karantina dan Pelaku Usaha di Tarakan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas kendala sertifikasi, pemenuhan standar, hingga pengembangan akses pasar.
Penguatan hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya Kalimantan Utara. Kayu olahan dan udang windu yang telah menjadi penyumbang besar ekspor pun berpeluang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi melalui peningkatan mutu dan diversifikasi produk.
Dengan dukungan layanan karantina serta pemenuhan standar internasional, komoditas unggulan Kalimantan Utara diharapkan mampu memperluas pasar di berbagai negara. Peningkatan ekspor sekaligus diharapkan memperkuat kontribusi sektor pertanian, perikanan, dan sumber daya alam terhadap perekonomian daerah.
