Sunday, August 14, 2022

Hangat Usir Pegal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jahe merah terbukti secara ilmiah atasi nyeri ototNyeri dan pegal otot sirna karena jahe merah.

Mantan atlet senam ritmik Provinsi DKI Jakarta, Putri Sari Fathimah, sering mengeluh nyeri otot sehabis latihan. “Seluruh badan pegal dan otot terasa cenat-cenut,” kata Putri. Peraih medali perunggu di SEA Games XXIII pada 2005 di Manila, Filipina, itu, mengatasi dengan melakukan pijat. “Pijatan utamanya di betis,” kata perempuan kelahiran 12 Mei 1991 itu.

 

Ekstrak jahe merah dalam kapsul memudahkan orang mengonsumsinyaKurang pemanasan sebelum berolahraga memicu terjadinya nyeri ototCara lain mengatasi nyeri otot adalah mengonsumsi obat antiradang nonsteroid atau nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) yang bersifat analgesik atau pereda nyeri. Sejatinya NSAIDs tergolong obat aman, tetapi pemakaian dalam jangka panjang dan dosis berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti gangguan saluran pencernaan: mual, muntah, diare, pendarahan lambung, dan dispepsia serta gangguan di ginjal.

Jahe merah

Efek samping akibat pengunaan jangka panjang dan berlebihan itu bisa merugikan, terutama bagi atlet. Oleh sebab itu Ambar Dwi Widhi Astuti dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, meriset jahe merah untuk mengatasi nyeri otot.

Pada uji klinis Ambar memakai responden 18 atlet sepaktakraw. Mereka tidak mengonsumsi obat antiradang sepekan sebelum dan selama penelitian serta tidak melakukan terapi antinyeri otot. Penelitian dilakukan selama 20 hari. Ambar membagi para atlet itu dalam 2 kelompok. Hari ke-1—6 kedua kelompok melakukan program latihan sama, dilanjutkan pertandingan sepaktakraw pada hari ke-7—10. Di antara waktu pertandingan itu kedua kelompok tetap melakukan latihan rutin. Pada 10 hari terakhir perlakuan diulang sekaligus memberi kelompok pertama kapsul ekstrak jahe (setara dengan 2 gram simplisia jahe) sehabis beraktivitas dan kelompok kedua plasebo.

Ambar menggunakan skala nyeri bourbonnais untuk mengukur tingkat nyeri berdasarkan penilaian objektif yang dilakukan oleh enumerator. Berkurangnya nyeri otot ditentukan melalui perbandingan data pengukuran nyeri pada 10 hari pertama dan terakhir.  Hasil riset menunjukkan tingkat nyeri pada kelompok yang diberi ekstrak jahe merah menurun menjadi 2,44 dari 3,36. Kedua nilai itu masuk skala nyeri ringan (1—3).

Ambar menduga gingerol, shogaol, paradol, zingeron, dan beberapa senyawa turunan gingerdione dalam Zingiber officinalle var. rubrum berefek antiradang. Zat aktif tersebut menghambat aktivitas enzim siklooksigenase yang mendorong penurunan terbentuknya prostaglandin, menghambat sintesis leukotrien, serta produksi interleukin dan TNFa dalam mengaktivasi makrofag. Penurunan pembentukan prostaglandin dan leukotrien itu akan mengurangi rasa nyeri otot.

Faedah jahe bukan hanya mengatasi nyeri otot. Periset di Balai Besar Penelitian Veteriner, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, drh Djaenudin Gholib menyebutkan jahe merah bermanfaat mengobati serangan cendawan penyebab penyakit kulit. Djaenudin menguji daya hambat jahe merah terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Cryptococcus neoformans. Menurut dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr Siti Aminah Tri Susila Estri SpKK, genus Trichophyton termasuk cendawan dermatofita penyebab penyakit kulit dermatofitosis. Penyakit itu menyerang jaringan kerati, seperti kulit, rambut, dan kuku.

Hasil riset itu menunjukkan T. mentagrophytes dan C. neoformans masing-masing tidak berkembang pada pengenceran 0,30% dan 35% ekstrak jahe merah.

Penyakit kulit

Riset Djaenudin diperkuat penelitian Honey dari Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Honey meriset efektivitas krim ekstrak etanol rimpang jahe merah terhadap dermatofitosis akibat kapang T. mentagrophytes. Honey memakai kelinci yang dibagi ke dalam 3 kelompok. Kelompok pertama yang terinfeksi dan diobati memakai krim ekstrak etanol rimpang  jahe merah. Kelompok kedua diberi krim ketokonazol sebagai kontrol positif dan kelompok ketiga tanpa pengobatan sebagai kontrol negatif. Riset itu memperlihatkan krim ekstrak etanol rimpang jahe merah bisa menyembuhkan lesi (luka) di kulit kelinci terinfeksi.

Honey menduga kandungan shogaol, zingerol, limonene, dan asam kaprilat di dalam jahe merah berefek antifungi. Sementara farnesel di dalam jahe merah dapat merangsang generasi sel kulit. Namun, riset tersebut belum bisa mengungkap duduk perkara cara kerja zat aktif tersebut mengatasi cendawan penyebab penyakit kulit.

Sutrisno Koswara dan Yustina Wuri Wulandari dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, membedakan jahe berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna. Pertama jahe gajah.  Ukuran rimpang lebih besar dan ruasnya lebih menggelembung, tetapi rasanya kurang pedas. Kedua jahe putih kecil. Ruas kecil dan agak rata sampai sedikit menggelembung. Terakhir jahe merah. Warna kulit rimpang merah dan ukurannya lebih kecil daripada jahe putih kecil.

Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, khasiat jahe merah dan jahe biasa relatif sama. Jahe berperan utama dalam merangsang sel saraf untuk memicu semangat. Selain itu, jahe juga berkhasiat turunkan demam. Itulah hasil penelitian Usmar dari Universitas Hasanuddin, serta Rahmawati Ningsih dan Winarni dari Universitas Muslim Indonesia, keduanya di Makassar, Sulawesi Selatan. Infus rimpang jahe berkonsentrasi 5—15% pada kelinci yang demam memiliki efek antipiretik karena kandungan minyak atsirinya. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img