Friday, January 16, 2026

Inovasi Pemisah Hasil Tangkapan Ikan dari Sampah Laut Berbasis AI

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memilah hasil tangkapan ikan atau udang dari sampah laut. Inovasi itu bernama Sensor Pemilah Ikan dan Sampah Terintegrasi (Senopati).

Senopati merupakan hasil kolaborasi PNC dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Integrated Terminal Cilacap. Penerapan teknologi itu pada nelayan di Kawasan Segaran Anakan, Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang secara simbolis penyerahan pada awal Oktober.

Mengutip pada laman Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktur Politeknik Negeri Cilacap, Riyadi Purwanto menuturkan, inovasi itu bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama pada asapek pengabdian pada masyarakat.

Ia menuturkan tujuan pengembangan alat itu untuk mempermudah nelayan dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu untuk memilah hasil tangkapan dari sampah.

Alat itu memiliki data untuk memilih jenis ikan dan udang. “Saat sensor mendeteksi ikan, alat secara otomatis akan memilahnya dari sampah,” ujarnya.

Tokoh nelayan dari Kelurahan Kutawaru, Suradi mengapresiasi bantuan teknologi yang diberikan karena sangat memudahkan pekerjaan, terutama dalam memilah ikan dari sampah plastik dan memproduksi pakan ikan menggunakan alat berbahan bakar elpiji.

Inovasi lain PNC yakni berkontribusi dalam pengembangan alat pendingin rumah lebah madu klanceng kelolaan Kelompok Pelestarian Mangrove Sida Asih di Kutawaru. Alat itu untuk menjaga suhu pada sarang lebah tidak terlalu panas.

Saat suhu terlalu panas menyebabkan produktivitas lebah menjadi menurun. Alat itu berbasis tenaga surya untuk penyemprotan air dalam bentuk kabut secara berkala. Tujuannya untuk menjaga kelembapan agar tetap stabil.

Dosen Pengendalian Pencemaran Lingkungan PNC, Oto Prasadi menuturkan bahwa alat itu juga memastikan rumah lebah terhindar dari serangan semut.

“Kami juga sedang mengembangkan alat ini agar bisa bekerja otomatis berdasarkan suhu udara di sekitar rumah lebah,” ujar Oto

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img