Saturday, December 3, 2022

Inovasi Tak Pernah Henti

Rekomendasi

Inovasi terbaru di bidang hortikultura tampil saat Spekta Horti 2018.

Sayuran segar di antaranya selada merah, caisim, selada hijau, bit, kangkung, dan sawi itu tertata rapi di bedengan dekat pintu masuk pameran. Begitu juga aneka jenis varietas padi anyar seperti padi janggut, genjah kenanga, gembang, dan gamulang sawah. Beragam komoditas baru itu memeriahkan pameran Spekta Horti 2018 di halaman Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 20—23 September 2018.

Tanaman bit dipamerkan pada Spekta Horti 2018.

Selain itu panitia juga menampilkan inovasi teknologi produk hortikultura seperti panel tenaga surya, hidroponik, dan mesin traktor. PT Takiron Indonesia memamerkan produk pengganti ajir untuk budidaya beragam tanaman seperti tomat dan cabai. Menurut bagian pemasaran PT Takiron Indonesia, Bimo Jetta Pramono, ajir sintetis itu awet hingga 10 tahun. Penggunaan ajir bambu hanya 1—3 musim tanam. Faedah lain membantu menjaga bambu yang makin langka.

Dua tahun sekali

PT East West Seed Indonesia (Ewindo) turut memamerkan benih hortikultura anyar, di antaranya terung tahan virus, bawang merah dari biji, labu madu, dan cabai tahan layu bakteri. Menurut bagian pemasaran Ewindo untuk wilayah Jawa Barat, Agus Nurjani, Spekta Horti 2018 ajang promosi dan pengenalan produk. Harap mafhum, tidak semua pengunjung memiliki latar belakang pertanian. Banyak juga masyarakat umum berkunjung sekadar melihat pameran.

Ragam jenis padi di Spekta Horti 2018.

Pada acara yang dihelat oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura itu, pengunjung juga bisa belajar praktik dan belajar langsung dari peneliti. Panitia menyelenggarakan kursus singkat pembenihan kentang dengan teknik aeroponik. Menurut pemateri pembibitan kentang aeroponik dari Balitsa, Juniarti Prihatiny Sahat, pembibitan kentang meliputi pemilihan calon bibit dari kultur jaringan hingga pembesaran di wadah khusus.

Menurut Kepala Balitsa, Dr. Ir. Catur Hermanto M.P., Spekta Horti 2018 bukan kali pertama. Gelaran serupa bertajuk Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura pernah terselenggara pada 2012 di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pemerintah berencana menyelenggarakan acara itu rutin setiap 2 tahunan. Namun, baru terlaksana kembali pada 2018 bertajuk Spekta Horti 2018. “Tujuannya agar penampilan teknologi hortikultura spektakuler,” kata Catur.

Spekta Horti 2018 agenda Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Terpilihnya Balitsa sebagai tuan rumah karena kemudahan akses dan peluang suksesnya acara. Musababnya di Lembang dan Kota Bandung banyak pelaku bisnis hortikultura.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Dr. Ir. Catur Hermanto M.P.

Menurut Catur acara bersinergi dengan Agro Inovasi Fair yang diprakarsai oleh Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian. Adapun Flori Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Badan Penelitian Pengembangan Pertanian.

Lebih lanjut, Catur mengatakan acara juga bersinergi dengan pihak swasta. Dahulu swasta dan kementerian kerap memiliki pameran terpisah sehingga kerap berebut tamu spesial ketika memamerkan teknologi. Kini acara dikemas secara tematik. Catur mencontohkan, jika ada satu tanaman berbuah lebat diberikan penjelasan, mulai dari infomasi bibit, penggunaan pupuk, pestisida, hormon, dan teknik pemangkasan.

Ajir sintetis kreasi PT Takiron Indonesia.

Artinya suatu performa bagus tanaman bukan hanya kinerja satu faktor. Namun, kinerja dari banyak komponen teknologi. Catur berharap, pascaacara wawasan masyarakat bertambah, yakni memandang hortikultura sebagai penggerak ekonomi cukup menjanjikan. Menurut Catur hortikultura menjanjikan keuntungan dan pendapatan tinggi. Namun, memiliki biaya dan risiko tinggi pula.

Untuk memangkas biaya dan risiko salah satunya dengan teknologi. “Masyarakat dan pelaku bisnis hortikultura bisa mengadopsi teknologi yang ditampilkan, sehingga biaya dan risiko bisa diminimalisir untuk mendapatkan laba lebih tinggi,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleSwasembada Bawang Putih
Next articlePanen Cabai Organik
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img