Sunday, January 25, 2026

Kedai Kopi di Banyuwangi Pertahankan Pengolahan Kopi Secara Tradisional

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sebagian kedai kopi di Banyuwangi, masih ada yang mempertahankan budaya pengolahan menyangrai biji kopi secara tradisional. Salah satunya adalah Kedai Kopi Manjehe di Dusun Kopencungking, Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kedai kopi lain yang masih menjaga pengolahan kopi tradisional adalah kedai milik Dwi Muji Prasetyo, yang terletak di area perkebunan kopi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Lokasi di area kebun dipilih agar petani kopi merasakan cita rasa optimal kopi hasil kebun. Harga yang dipatok pun cukup ekonomis untuk secangkir kopi berkualitas premium. Hanya Rp5.000 untuk kopi robusta dan Rp7.000 untuk kopi arabika.

“Penyajian sederhana, hanya diseduh atau kopi tubruk,” kata Dwi.

Ada pula Taufan Romantika yang membuka kedai kopi untuk masyarakat Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasi kedai pun relatif dekat dengan kebun.

Harga yang dipatok untuk kopi tubruk sama, yakni Rp5.000 untuk jenis robusta dan Rp7.000 untuk jenis arabika. Bedanya, Taufan pun menyediakan olahan kopi kekinian antara lain espresso (ekstrak kopi murni), cappuccino (campuran kopi, cokelat, dan susu), dan latte (campuran kopi dominan susu).

Harap mafhum, olahan kopi kekinian karena adanya permintaan dari generasi muda setempat. Tren budaya kopi 5 tahun belakangan membuat generasi muda pun kerap berkunjung ke kedai Taufan.

Mereka sekadar berkumpul atau berkelompok mengerjakan tugas sekolah bagi mereka yang masih pelajar sembari menyeruput kopi. Kopi yang disajikan di kedai tradisional tetapi kekinian berbeda dengan kopi hasil pengolahan masyarakat.

Pasalnya, pengolahan di masyarakat atau olahan kopi tradisional rumahan masih menambahkan beras dan jagung pada kopi saat penyangraian. Lantas mengapa menambahkan beras atau jagung?

Menurut Dwi, budaya itu muncul sejak zaman penjajahan karena biaya kopi campur itu lebih ekonomis dibanding kopi murni. Budaya pengolahan itu masih ada di masyarakat hingga sekarang.

“Meski ditambah beras dan jagung sebetulnya masih aman bagi tubuh jika pengolahan tepat,” kata Dwi.

Kopi asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memang sohor memiliki cita rasa tersendiri.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img