Saturday, May 9, 2026

Koi Merah Karena Marigold

Rekomendasi
- Advertisement -

Serbuk bunga marigold terbukti mencerahkan warna ikan hias.

Ekstrak bunga marigold mencerahkan warna ikan hias seperti koi dan maskoki.

Trubus — Petani organik menanam marigold sebagai atraktan untuk mengontrol hama. Di tangan peternak, bunga anggota famili Asteraceae itu berfungsi sebagai pencerah warna ikan. Pamuji membuktikan faedah marigold yang acap disebut bunga tahi kotok—karena aromanya menyengat—untuk mencerahkan warna ikan. Peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu menambahkan tepung bunga marigold sebagai tambahan pakan koi.

Setiap memberikan pakan, Pamuji menambahkan 0,3% bobot pelet. Jika ada 1 kg pelet ia menambahkan 0,3 kg tepung marigold. “Saya cukup mencampurkan tepung marigold pada pelet yang sudah jadi dengan sedikit air supaya melekat. Pelet mengandung bahan perekat seperti tepung,” kata Pamuji. Peternak sejak 2014 itu mengelola 5.000 koi berbagai ukuran. Warna merah kulit koi pun lebih cerah dan menarik hati.

Kulit cerah

Pamuji menuturkan, “Kalau saya tidak memberikan tepung marigold selama sebulan lebih pun warna ikan masih tetap cerah, tidak seperti astaxantin sintetis yang akan langsung menjadi pudar bila tidak diberikan.” Astaxantin merupakan pigmen sintetis dari alga merah. Pamuji tidak menggunakan astaxantin karena harganya mahal, Rp1 juta per kg. Bandingkan dengan tepung bunga marigold Tagetes sp. Rp450.000.

Ikan maskoki yang mengonsumsi pakan dan tepung marigold (III), pakan dan astaxantin (II), pakan, astaxantin, dan marigold (IV), serta pakan komersial (V). (Dok. Sukarman)

Selain murah, tepung marigold berdampak bagus pada ikan karena pigmen merah lebih tahan lama. Pantas, harga koi-koi Pamuji lebih mahal. Harga ikan koi Cyprinus carpio kelas A dan B ukuran 12 cm—15 cm Rp4.500 per ekor. Bandingkan dengan harga ikan sama di pasaran Blitar Rp2.000—Rp3.500 per ekor. Pria 40 tahun itu menjual rata-rata 1.000 ekor per bulan. Selisih harga minimal Rp1.000 per ekor sangat menguntungkan Pamuji.

Sukarman, M.Si, periset tepung bunga marigold untuk pelengkap pakan ikan hias. (Dok. Trubus)

Suplemen berupa tepung bunga marigold itu hasil temuan Sukarman, M.Si, periset di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Kota Depok, Jawa Barat. Di mancanegara penggunaan bunga gumitir atau marigold sebagai sumber pigmen ikan tercatat sejak 1977. Namun, di Indonesia pemanfaatan bunga marigold untuk suplemen pakan ikan baru dimulai pada 2017.

Keunggulan tepung bung amarigold terbilang murah. Menurut Sukarman kandungan total karotenoid berupa karotenoid beroksigen sangat tinggi, 12.000 mg per kg. Sementara itu sumber karotenoid alami lainnya seperti tepung kepala udang 30—150 mg dan alga spirulina 4.000—6.000 mg per kg. Karotenoid pada bunga marigold berjenis lutein. Metabolisme dalam tubuh ikan menjadikan lutein sebagai astaxantin sehingga menyebabkan warna merah lebih cemerlang.

Selain itu lutein juga menjadikan warna kuning pada ikan lebih cerah. Tak hanya bermanfaat pada kelir ikan, lutein juga menjadikan warna udang yang telah dimasak menjadi lebih merah karena dikonversi oleh tubuh udang sehingga tinggi astaxantin. Tak sembarang marigold yang memiliki kandungan lutein tinggi. Menurut Sukarman bunga marigold yang berwarna jingga mengandung lutein yang lebih tinggi ketimbang marigold berwarna kuning atau merah.

Senyawa lutein

Sukarman memperoleh bunga marigold asal petani di Banjar Mayungan, Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Menurut master Ilmu Nutrisi dan Pakan alumnus Institut Pertanian Bogor itu ikan yang mengonsumsi serbuk bunga marigold tetap aman meski dosis tinggi. Lutein tidak mempengaruhi fungsi hormon. Ketersediaan bahan pun tidak perlu dikhawatirkan lantaran banyak petani marigold di Indonesia.

Cara mengaplikasikan tepung bunga marigold juga cukup mudah. Peternak cukup mencampurkan 1,5—2,3% tepung bunga marigold dalam campuran pakan ikan. Idealnya serbuk itu tercampur dalam pelet. Pamuji memberikan pakan bertepung bunga marigold saat ikan berumur 2,5—3 bulan sebagai persiapan memasuki pasar. Menurut Pamuji ikan yang mengonsumsi pakan serbuk marigold memiliki ketahanan tubuh lebih tinggi.

Tepung bunga marigold sebagai suplemen ikan hias tersedia di pasaran.

Pada musim kemarau biasanya ikan koi rewel, menolak makan, dan mudah sakit karena suhu rendah. Pada kedalaman 30 cm dari dasar kolam biasanya lebih dingin ketimbang bagian di atasnya. “Saya antisipasi musim kemarau dengan mencampurkan tepung bunga marigold di pakan ikan. Koi jadi tidak mudah sakit dan warna tetap cerah,” ujar Pamuji.

Kulit dan sisik ikan koi juga menjadi lebih halus. Sukarman menguji coba serbuk marigold ikan maskoki, ikan sumatera albino, ikan pelangi Melanotaenia parva, dan ikan badut. Hasilnya warna kulit menjadi lebih cerah menyala. Sukarman yang merilis produk-produk turunan serbuk marigold pada September 2019 itu juga membuat bentuk minyak semprot marigold. Peternak tinggal menyemprotkan 50 ml minyak marigold pada 1 kg pelet. (Tamara Yunike)


Artikel Terbaru

Hantavirus dan Ancaman Zoonosis Global, Ini Penjelasan Epidemiolog UNAIR

Trubus.id— Kasus gangguan pernapasan berat yang dialami sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius memunculkan dugaan infeksi hantavirus dan menjadi...

More Articles Like This