Tuesday, February 27, 2024

Komunitas JBS Ajak Masyarakat Peduli Kelestarian Burung di Belantara Jakarta

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Sekelompok anak muda mengarahkan teropong ke pucuk pepohonan. Terdengar suara kicauan burung dari pucuk itu. Setelah itu mereka pun berdiskusi untuk menentukan jenis burung yang teramati.

Beberapa orang dari mereka memakai kamera digital untuk memotret burung yang hinggap di pepohonan. Mereka tidak hanya menikmati merdunya kicauan dan eloknya penampilan burung, tetapi juga mendata jenis burung yang ditemui. Itulah keseruan Jakarta Bird Walk yang merupakan salah satu kegiatan bulanan Jakarta Birdwatcher Society (JBS).

“Tidak melulu anggota, warga Jakarta bebas mengikuti kegiatan yang diselenggarakan komunitas,” kata salah satu anggota JBS, Muhammad Bilal Yogaswara, S.Si.

Bilal dan rekan membagikan pamflet melalui media sosial lima hari sebelum acara berlangsung. Tujuannya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Jakarta Bird Walk (JBW).

Warga Jakarta dan sekitarnya bisa menghubungi narahubung pada pamflet atau datang langsung ke lokasi acara ketika kegiatan berlangsung. Lokasi JBW biasanya ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta seperti Hutan Kota Srengseng, Taman Menteng Suropati, dan Gelora Bung Karno. Lazimnya Jakarta Bird Walk terlaksana pada pukul 06.30—09.30.

“Tak ada ketentuan khusus bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan itu. Semua kalangan dan umur bisa mengikuti JBW,” kata pemuda berusia 25 tahun itu.

Tujuan JBW mengajak masyarakat umum untuk memiliki rasa kepedulian melestarikan burung di Jakarta. Selain itu mengajak masyarakat untuk melindungi burung di Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Burung cekakak sungai (Todiramphus chloris).(dok. Jakarta Birdwatcher Society)

Masyarakat mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait beragam jenis burung melalui JBW. Hingga kini Jakarta Birdwatcher Society mencatat sekitar 256 jenis burung di Jakarta. Sebut saja kuntul kecil (Egretta garzetta), tekukur (Spilopelia chinensis), perkutut jawa (Geopelia striata), cekakak sungai (Todirampus chloris), cangak abu (Ardea cinarea), dan sepah kecil (Pericrocotus cinnamomeus).

Bahkan ada beberapa jenis burung yang kini berstatus terancam punah seperti cikalang christmas (Fregata andrewsi), dan bangau bluwok (Mycteria cinerea). Lazimnya burung di Jakarta merupakan jenis penetap atau residen, tetapi ada beberapa jenis burung migrasi dari bumi belahan utara.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img