Sunday, July 14, 2024

Leci Lezat Koleksi Kampus Tua

Rekomendasi
- Advertisement -

Tiga leci bersosok seronok, cita rasa daging buah lezat.

Leci bercita rasa nikmat itu bernama kwai may pink. Sesuai dengan namanya, kulit buah Litchi chinensis itu berwarna merah muda. Bentuk buah bulat sempurna menyerupai kelereng berbobot 18—22 gram per buah. Benjolan-benjolan kecil dan duri halus menyelimuti permukaan kulitnya. Oleh karena itu, terasa kasar dan keras saat diraba. Begitu kulit buah dibuka maka aroma harum serupa bunga mawar yang berpadu dengan kayu manis langsung tercium.

Daging buah kwai may pink berwarna putih bening. Rasanya manis dengan sensasi segar menggiurkan. Tekstur buah tebal, kenyal, dan berair. Yang menarik, nyaris tak ada biji yang ditemukan sehingga daging buah kerabat lengkeng itu bisa habis dimakan. Jika terdapat biji, ukurannya sangat kecil. Berbekal keunggulan itu wajar jika kwai may pink menjadi leci primadona koleksi Universitas Kyoto, Jepang.

Mancanegara

Yasuhito Iida merawat leci di Kebun Koleksi Kyoto University, Jepang.

Menurut Yasuhito Iida, mahasiswa di laboratorium pertanian tropis, Sekolah Pascasarjana Pertanian, Universitas Kyoto, kwai may pink merupakan satu dari beragam jenis leci yang dikoleksi universitas yang berdiri pada 1897—kampus tertua kedua di Jepang itu. Pohon kwai may pink berbatang tegak. Cabang tanaman tipis dan panjang. Bentuk daunnya oval memanjang, sempit, dan mengilap.

Kwai may pink juga sohor dengan sebutan bosworth 3. Sejatinya, kwai may pink berasal dari Tiongkok, tetapi justru banyak ditanam di Australia dan Amerika Serikat. Selain kwai may pink, ada pula leci lain yang tak kalah enak koleksi Universitas Kyoto. Sebagai contoh leci varietas bengal yang berasal dari Bangladesh. Bengal berukuran lebih besar dibandingkan dengan kwai may pink. Bobot per buah sekitar 23—27 gram per buah.

Penampilan buah amat menarik dengan bentuk mirip jantung dan berujung agak runcing. Kulit buah berwarna merah terang, bersisik halus, dan agak tebal. Meski begitu, buah tetap mudah dikupas. Daging buah bengal tidak mengeluarkan air saat terlepas dari kulit. Cita rasanya sangat manis dan sedikit berair. Berbeda dengan kwai may pink yang berbiji kecil, varietas bengal memiliki biji berukuran sedang.

Perbandingan leci chakrapad, bengal, dan kwai may pink (dari kiri ke kanan)

Terhitung ada 10 pohon bengal yang hidup terawat di kebun koleksi Universitas Kyoto. Tanaman-tanaman itu tumbuh di dalam rumah tanam seluas 6 m x 3 m. Tanaman kerabat rambutan itu hidup sentosa dalam pot berdiameter 50 cm. Adapun jarak antarpot 30 cm. Bengal tergolong tanaman yang tahan terhadap serangan angin. Pasalnya, tanaman anggota famili Sapindaceae itu berbatang kuat dengan percabangan kecil. Daunnya berukuran besar, hijau, dan bergelombang.

Tropis

Leci varietas kway mai pink berbentuk bundar dan berwarna merah jambu.

Di kebun koleksi Universitas Kyoto juga terdapat varietas leci asal Thailand, yakni chakrapad. Leci chakrapad memiliki kulit buah merah tua sehingga amat kontras dengan daging buahnya yang putih bersih. Bahu buah datar dengan ujung bulat. Tekstur kulit buah tipis dan lembut. Varietas leci dari dari Negeri Gajah Putih itu berdaging buah dengan kadar air tinggi.

Ada rasa masam meskipun buah dipanen saat matang penuh. Biji buah juga besar, sekitar 60—70% dari daging buah. Menurut guru besar Sekolah Pascasarjana Pertanian, Universitas Kyoto, Prof. Hirokazu Higuchi, leci dengan cita rasa terbaik agak sulit ditemukan di daerah tropis. Hal itu lantaran iklim budidaya yang kurang mendukung perkembangan buah leci.

Kulit leci bengal berwarna merah cerah.

Menurut Prof. Hirokazu Higuchi leci membutuhkan suhu dingin berkisar 10—15°C selama sekitar 1 bulan agar bisa berbunga. “Mungkin di dataran tinggi bersuhu dingin seperti Gunung Merapi, leci bisa tumbuh dan berbuah. Namun, butuh perawatan superintensif,” ujar Higuchi. (Kartika Restu Susilo, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Pertanian, Universitas Kyoto)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img