Trubus.id — Selama ini manggis jarang dikebunkan secara intensif. Semula, si ratu buah itu hanya sebagai tanaman pekarangan atau tersebar tidak beraturan dalam satu hamparan. Namun, kini banyak bermunculan petani yang mengebunkan manggis secara intensif.
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ada kebun manggis intensif seluas 92 hektare. Menurut Suparman, Kepala Kebun, populasi manggis mencapai 20.311 tanaman.
“Bisa dibilang kebun manggis terbesar di dunia,” katanya.
Populasi cukup padat, sekitar 220 tanaman per hektare. Lazimnya, populasi manggis 100 tanaman per hektare. Penanaman perdana manggis di kebun itu sejak November 2008. Artinya, manggis tertua di sana sudah berumur 14 tahun.
Adapun manggis paling muda berumur 5 tahun. Di kebun itu terdapat beragam jenis manggis, mulai dari manggis asal Purwakarta, Tasikmalaya, Bogor, Padang, dan Bali.
Menurut Suparman tanaman mulai berbuah pada 2015. Artinya, magori atau panen perdana ketika tanaman berumur 6–7 tahun. Penanaman dari bibit besar dengan tinggi di atas 80 cm, perakarannya pun sudah baik sehingga umur berbuah lebih cepat.
Panen perdana 1 kilogram per tanaman atau 13 buah bobot rata-rata 80 gram per buah. Panen raya antara Januari–Februari. Produksi tanaman berumur 14 tahun sebesar 15–20 kilogram.
Pada 2022 baru 70% tanaman menghasilkan, total panen sebanyak 385 ton per musim. Potensi omzet dari pernigaan manggis mencapai Rp7,6 miliar.
Kebun manggis lain berada di Kebun Percontohan Aripan, Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Kebun seluas 3.000 m² itu amat seronok.
Sebanyak 125 tanaman mini tertata rapi. Menurut peneliti manggis di Balitbu, Dr. Ellina Mansyah, penanaman manggis di sana sejak 2006. Artinya, umur tanaman rata-rata pohon sudah 16 tahun.
Uniknya, sosok tanaman manggis tidak lebih dari 2 meter. Manggis konvensional pada umur yang sama bisa mencapai tinggi 4–7 meter.
Manggis di kebun itu adalah manggis katai. Manggis katai adalah tanaman hasil modifikasi penyambungan, yakni sambung akar dan sambung pucuk. Menurut Ellina manggis katai bisa berbuah 1–2 tahun setelah tanam.
Namun, hasilnya masih belum optimal karena jumlah cabang masih sedikit. Tanaman berbuah optimal berbuah perdana umur 4 tahun rata-rata 15 buah.
Produksi melonjak 150 buah per tanaman setelah berumur 7 tahun. Jika bobot manggis rata-rata 80 gram, produksi itu setara 12 kilogram per tanaman atau sekitar 1,5 ton dari 125 tanaman per musim.
“Hasil panen dari kebun untuk benih dan kebutuhan internal, sisanya dijual,” kata Ellina.
Penjualan 1 ton saja beromzet Rp20 juta per panen raya. Menurut Ellina, produksi meningkat seiring bertambahnya umur pohon.
