Tuesday, January 27, 2026

Menilik Keunikan Kelapa Kopyor, Harga Jual Lebih Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kelapa kopyor memiliki sebutan yang berbeda pada setiap negara. Di Indonesia dan Malaysia dikenal dengan nama “kopyor”, orang Filipina menyebutnya “makapuno”.

Sementara di Thailand, ia dikenal dengan nama “maphrao kathi” dan di India disebut sebagai “thairu tengai”. Buah kopyor memiliki rasa yang menyegarkan bila disajikan sebagai minuman. Kegunaan lainnya sebagai bahan kue, baik kue kering maupun kue basah.

“Nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan kelapa biasa, harga kelapa kopyor dapat mencapai empat sampai lima kalinya.” Begitu kata para promotor kelapa kopyor.

Kabar bagusnya, dengan teknik kultur jaringan kini petani kelapa mampu menghasilkan 70—90% kelapa kopyor. Benih kelapa kopyor pun sudah tersedia.

Salah seorang pelopornya adalah Prof. Sisunandar Ph.D. Ia sudah menanam lebih dari 700 batang kelapa kopyor di Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Lulusan Universitas Queensland, Australia, itu juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Ia menanami lahan seluas 6.000 m2 di kampusnya dengan 150-an batang kelapa kopyor. “Produksi buah kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan setiap tandannya dapat menghasilkan 99% buah kopyor.” Begitu diakui oleh sebuah laman. Berapa harga benihnya?

Harga benih kelapa kopyor yang berasal dari teknik kultur jaringan berkisar Rp1 juta—Rp 2 juta. Peminatnya pun harus inden selama 2 tahun. Untuk memperoleh bibit kelapa yang dapat menghasilkan 100% kelapa kopyor, dilakukan teknik kultur embrio.

“Waktu yang diperlukan hingga dapat dihasilkan bibit siap tanam cukup lama yakni 2 tahun. Ini membuat harga bibit kelapa kopyor menjadi sangat mahal.” Begitu penjelasan Prof. Sisunandar Ph.D.

Padahal ada juga keterangan yang menyebut benih kelapa kopyor cukup Rp50.000. Mungkin berlaku untuk varietas genjah cokelat kopyor dan genjah hijau yang tiap tandan hanya 4 butir yang kopyor. Untuk genjah kuning kopyor dan Puan Kalianda maksimal 3 sudah dirilis Menteri Pertanian pada 2010.

Prof. Sisunandar kelahiran Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada 1967. Ia mengembangkan penelitian dan pengembangan kopyor karena yakin kelapa bisa jadi sarana mengentaskan petani dari kemiskinan.  

Harga kelapa normal kurang dari Rp10.000, sedangkan satu butir kelapa kopyor minimal Rp25.000.Jadi, secara ekonomis sangat menguntungkan dan memberi banyak harapan. (Eka Budianta)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img