Sunday, August 14, 2022

Molek Dalam Sebutir Pakan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tiga bulan sebelum kontes koi berlangsung, kesibukan sudah tampak di kediaman Hartono Soekwanto.

Kontes koi bertajuk 5th Asia Cup Koi Show 2012 di Taiwan pada Maret 2012 itu memang bergengsi karena terbesar di Benua Asia. Itulah sebabnya Presiden Zen Nippon Airinkai (ZNA) Bandung Chapter itu menyeleksi koi unggulan yang akan mengikuti kontes itu. Hartono memilih koi yang memiliki bentuk tubuh proporsional, warna maksimal, dan ukuran tubuh minimal 85 cm sesuai kriteria kontes.

Dari 20 koi, terpilihlah satu ekor kohaku berukuran 92 cm. Koi itu ia impor dari Jepang. Hartono lantas memisahkan koi terpilih dan menempatkan di kolam khusus berukuran 2 m x 3 m x 1,6 m. Menurut pemilik Samurai Koi Centre di Bandung, Jawa Barat, Kiki Sutarki, hobiis yang hendak mengikutkan koleksinya ke kontes sebaiknya memisahkan koi ke kolam lain dengan populasi yang tidak terlalu padat.

Seekor calon kontestan berukuran 60 cm, misalnya, perlu ruang gerak pada volume air 2-3 m3. Dengan begitu, metabolisme ikan menjadi lebih baik lantaran kualitas air lebih baik. Populasi terkontrol menyebabkan kadar amonia pun tak berlebihan sehingga filter bekerja optimal. Pada akhirnya kualitas air terjaga sehingga pertumbuhan dan warna ikan pun meningkat.

Tergantung kelas

Perlakuan terhadap koi terpilih tergantung ukuran dan kelas yang akan diikuti. “Kalau ukuran ikan koi kurang 3 cm dari kategori kontes, maka pemilik harus menggenjot pemberian pakan. Jika kurang 1 cm, kurangi pemberian pakan,” ujar Hartono. Pada ajang 5th Asia Cup Koi Show 2012, Hartono mengikutkan koi koleksinya di kategori gosanke utama-panjang tubuh minimal 85 cm. Namun, volume tubuh dan kecerahan warna koi belum maksimsal.

Oleh karena itu tiga bulan sebelm kontes, ia memberi pakan 4 kali sehari sebanyak 5% dari bobot tubuh atau total 20%. Frekuensi makan itu lebih tinggi daripada pemberian pakan normal yang biasanya hanya 2 kali sehari. “Total volume pakan sama, 20%. Hanya saja frekuensi pemberian lebih sering,” ujar Hartono. Kerja keras Hartono mengatur pakan, mengantarkan koi kesayangan meraih juara kedua di kontes internasional itu.

Hobiis koi lain juga menerapkan perlakuan yang sama menjelang kontes. Contohnya Winarso Tanuwijaya, tiga bulan menjelang kontes, meningkatkan frekuensi pemberian pakan. Jatah pakan 3% dari bobot ikan. Menurut Sri Budiono dari produsen pakan ternak di Surabaya, Jawa Timur, usus koi pendek. Akibatnya, jika hobiis memberi pakan dalam jumlah banyak sekaligus, nutrisi tidak terserap secara optimal. Pakan yang tidak terserap terbuang sia-sia sebagai feses.

“Jadi lebih baik memberi makan sedikit, tapi sering,” ujar Budiono. Dengan begitu diharapkan koi dapat mencapai ukuran dan bentuk ideal dalam waktu singkat, yakni 3 bulan sebelum kontes. Pada dua bulan pertama Hartono memberi pakan yang mengandung spirulina, gandum, rumput laut, kril (hewan kecil mirip udang), stevia, kunyit, alfalfa, jagung, dan beberapa bahan lain. Pakan yang mengandung spirulina untuk meningkatkan kualitas warna, memperbaiki pencernaan, dan menguatkan organ dalam.

Kiki menuturkan, dalam kontes, kualitas warna kulit koi menjadi perhatian utama para juri. Menurut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof  Drs  I Nyoman K Kabinawa MM MBA, spirulina merupakan ganggang hijau biru yang kaya protein, vitamin, mineral, betakaroten, dan antioksidan. “Betakaroten berperan meningkatkan warna merah dan mempertegas corak tubuh koi,” ujar ahli teknologi budidaya mikroalga itu.

Pakan gandum

Saat ini spirulina menjadi bahan utama pencerah warna dalam pakan. Produsen pakan meramu spirulina dengan  beragam bahan lain. PT Prima Nutrisi Satwa Indonesia meramu spirulina dengan kitin. Menurut direktur pemasaran PT Prima Nutrisi Satwa Indonesia, Wisnu Wisnawa, kitin berperan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat regenerasi sel.

Tiga pekan menjelang kontes, Hartono memberi pakan berbahan utama putik gandum untuk mencerahkan warna putih. Dosisnya 5% dari bobot  tubuh dengan frekuensi 4 kali sehari. Menurut Wisnu, putik gandum mengandung protein, omega 3, zat besi, potasium, serat, vitamin B kompleks, dan vitamin E tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki pencernaan, meningkatkan metabolisme, membentuk tubuh ideal, sebagai antioksidan, melawan infeksi, dan meningkatkan warna putih. Ia memberikan pakan gandum secara tunggal, tanpa campuran pakan jenis lain.

Beberapa hobiis memberikan pakan gandum sejak awal persiapan, yakni 3 bulan sebelum kontes. Winarso, misalnya, mencampur gandum dengan pakan pencerah warna yang mengandung spirulina dan pakan pertumbuhan berprotein tinggi. Perbandingan jumlah masing-masing jenis pakan 2 : 1 : 1. Ia memberikan pakan campuran itu dengan dosis 3% dari bobot ikan.

Pada 5-7 hari menjelang kontes, Hartono menghentikan pemberian pakan. “Tujuannya agar ikan tidak muntah dan tidak membuang banyak kotoran saat diboyong ke lokasi kontes,” ujarnya. Bila kotoran dalam air terlalu banyak, menyebabkan keracunan ikan. Pada saat di lokasi kontes ikan juga berpuasa. Puasa pakan tidak mengganggu penampilan ikan, “Pada dasarnya koi mampu bertahan dua bulan tanpa pemberian pakan,” kata Kiki. Mengatur pakan menjadi salah satu kunci meraih jawara. Jadi, mutu koi ada di sebutir pakan. (Susirani Kusumaputri/Peliput:Bondan Setyawan, Andari Titisari, Desi Sayyidati Rahimah, dan Nabila Chairunnisa)

 

Keterangan Foto :

  1. Hartono Soekwanto (tengah), presiden Zen Nippon Airinkai (ZNA) Bandung Chapter, mempersiapkan koi jagoannya tiga bulan sebelum kontes
  2. Koi runner up grand champion 5th Asia Cup Koi Show 2012 di Taiwan milik Hartono Soekwanto
  3. Pakan berbahan spirulina mengandung betakaroten yang mampu meningkatkan warna merah pada koi
  4. Varian pakan koi yang mengandung gandum mampu memperbaiki pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh
  5. Pencinta koi wajib memperhatikan kesegaran pakan
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img