Tuesday, August 9, 2022

Panen Pisang di Pot

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tabulampot pisang cavendish di kantor sekaligus toko retail PT Wanghort Pratama Lestari, di Desa Wukirsari, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Gunung Kidul, Daerah Istemewa Yogyakarta. (Dok. Muji Lestari)

Strategi membuahkan pisang cavendish di pot. Pisang badak, pisang kapal, dan pisang morosebo juga berpeluang berbuah di pot.

Trubus — Tamu PT Wanghort Pratama Lestari di Desa Wukirsari, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Gunung Kidul, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, selalu melihat tanaman pisang yang berbuah ranum. Pisang cavendish itu matang memamerkan buah kuning menggoda. Tanaman anggota keluarga Musaceae itu tidak tumbuh di tanah pekarangan, tetapi di pot di halaman kantor itu. Pemilik perusahaan, Muji Lestari, menanam, pisang di planterbag atau kantong tanam berdiameter 65 cm.

Bibit pisang asal perbanyakan kultur jaringan lebih sehat, potensi rendah membawa cendawan penyebab penyakit tular tanah. (Dok. Trubus)

Tanaman dalam pot itu menarik perhatian para tamu. Muji Lestari (43 tahun) tertantang menabulampotkan pisang karena ada anggapan tanaman sulit berbuah di pot. Muji membuktikan bahwa anggapan itu tidak benar. Ia bisa memanen satu tandan bongsor pisang cavendish tabulampot di pekarangan kantornya. Satu tandan terdiri atas 10 sisir. Adapun jumlah buah mencapai 12—20 pisang per sisir.

Jenis pendek

Menurut Muji pisang berbunga pada umur 5 bulan sejak tanam di planterbag. Buah siap panen empat bulan sejak bunga mekar. Ia memanen buah ketika matang semua ditandai dengan kulit buah kuning. Muji menuturkan, kunci menabulampotkan pisang antara lain jenis wadah atau tempat tanam. Muji menggunakan kantong tanam berdiameter 65 cm yang dapat menampung media tanam hingga 200 liter.

“Ukuran wadah tanam terlalu kecil menjadikan tanaman mudah roboh dan pertumbuhan anakan kurang baik,” katanya. Muji menggunakan media tanam campuran sekam mentah, pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Kantong tanam mampu bertahan 10 tahun. Sejak tanam bibit hingga panen buah selama 9 bulan. Artinya pehobi dapat menggunakan ulang wadah itu pada penanaman berikutnya.

Menggunakan kompos matang mencegah media terserang cendawan. (Dok. Trubus)

Faktor lain yang berperan dalam keberhasilan tabulampot yakni bibit. Baik asal dan jenis bibit berperan dalam keberhasilan tabulampot pisang. Muji memilih pisang cavendish lantaran sosok tanaman relatif pendek. Pemilik nurseri Tebuwulung di Kota Depok, Jawa Barat, Eddy Soesanto, menyarankan memilih jenis pisang pendek untuk tabulampot, antara lain jenis dwarf cavendish, pisang badak, pisang kapal, dan pisang morosebo.

Tinggi tanaman pisang itu optimal hanya sekitar 2 meter. Bandingkan dengan tinggi tanaman pisang tanduk yang rata-rata 3 meter. Tujuan memilih pisang pendek agar tanaman tidak mudah rebah. Menurut Eddy rasa buah pisang bersosok pendek hasil tabulampot juga sama lezat. “Rasa mirip pisang ambon, tapi bertekstur lebih lunak,” kata penangkar

bibit beragam tanaman itu. Asal perbanyakan bibit juga berperan menentukan hasil.

Muji misalnya menggunakan bibit pisang hasil perbanyakan kultur jaringan. Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor, Ir. Edhi Sandra M.Si., tren permintaan bibit kultur jaringan pisang memang terus meningkat saban tahun. Kelebihan bibit kultur jaringan lebih sehat karena perbanyakan tanpa tanah, sehingga risiko bibit membawa cendawan penyebab penyakit tular tanah rendah.

Pupuk organik

Cara lain mencegah cendawan penyebab tular tanah pada tabulampot pisang ala Eddy Soesanto dengan menambahkan trichoderma pada media tanam. Trichoderma sebagai pupuk hayati juga bisa berperan mencegah perkembangan penyakit tular tanah pada media tanam. Harap mafhum cendawan seperti Fusarium oxysporum dan Pseudomonas solanacearum momok penyebab busuk batang pisang. Penggunaan kompos atau pupuk kandang belum matang dan meletakan tabulampot di tempat lembap bisa memicu penyakit tular tanah itu.

Menurut Muji meletakkan tabulampot di lokasi penyinaran matahari penuh juga kiat lain mencegah berkemabangnya bibit penyakit. Kelebihan lain penyinaran matahari penuh menjadikan pertumbuhan optimal karena proses fotosintesis juga optimal. Muji hanya memberikan pupuk organik cair (POC) sekali per 2 pekan. Namun, saat musim hujan lebih intensif hingga sekali per pekan.

Muji Lestari memanen tabulampot pisang cavendish di pekarangan tokonya akhir tahun 2019 silam. (Dok. Muji Lestari)

Ia menyarankan penggunaan POC yang kaya kandungan agen hayati. Agen hayati berfungsi mengoptimalkan penyerapan unsur hara dan mencegah perkembangan cendawan penyebab penyakit tular tanah. Konsentrasi pemupukan POC 1:50 atau 0,05 ml pupuk dilarutkan pada 1 liter air per sekali

Berkat pemupukan intensif, hasilnya waktu panen sama dengan budidaya konvensional yakni 9 bulan. Itu dari bibit pisang kultur jaringan setinggi 30 cm. Menurut Eddy jika ingin langgeng bertabulampot pisang hendaknya mengambil anakan dan hanya menyisakan 2 anakan saja. Tantu pertimbangannya karena tempat yang terbatas pada pot atau kantong tanam.(Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img