Prospek Cerah Bisnis Asiri, Pasar Mancanegara Kekurangan Pasokan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Prospek bisnis minyak asiri terbilang cerah. Menurut penyuling minyak asiri di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Martsiano Wija Dirgantara prospek bisnis minyak asiri 5 tahun mendatang masih cerah. 

Permintaan pasar mancanegara selalu ada. Alasannya pemanfaatan minyak asiri sangat beragam dan lekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari bahan baku campuran pembersih toilet hingga bahan baku campuran makanan dan minuman.

Martsiano pun rutin memproduksi berbagai minyak asiri. Ano— sapaan akrab Martsiano Wija Dirgantara—menghasilkan berbagai minyak asiri seperti minyak nilam, minyak serai wangi, minyak gagang cengkih, dan minyak daun cengkih. 

“Beberapa komoditas minyak asiri cenderung meningkat,” ujar Ano.

Sebagai contoh kebutuhan minyak nilam mencapai 1.500 ton per tahun. Dari permintaan itu Ano hanya bisa memenuhi 3—10 ton per tahun. 

Harga minyak asiri nilam juga cenderung naik. Pada 2021 minat budi daya nilam mulai menurun. Akibatnya pasar mulai kekurangan stok bahan baku minyak asiri. 

Harga minyak asiri mulai melonjak sejak akhir 2023 yakni Rp1,8 juta—Rp2 juta per kg dari petani. Bandingkan harga sebelumnya hanya Rp800.000 per kg. 

Ano mengepul dan menjual minyak asiri hasil sulingannya ke salah satu eksportir. Minyak asiri yang diproduksi oleh Ano dikirim ke pasar mancanegara seperti negara-negara di Eropa dan Amerika. 

Selain minyak nilam kebutuhan minyak serai wangi juga tidak kalah menarik. Menurut Ano permintaan serai wangi sekitar 1.800 ton per tahun. 

Ano hanya mampu memproduksi 3—6 ton minyak serai wangi per bulan. Artinya volume produksi minyak serai wangi dalam setahun hanya 36—72 ton. Harga minyak serai wangi Rp265.000—Rp285.000 per kg. 

Kendala

Menurut Ano kendala saat ini apabila regulasi pasar tidak diatur dengan benar. “Sebenarnya lonjakan harga tinggi itu menguntungkan petani,“ ujar Ano.  Namun, efeknya kurang baik dalam jangka panjang. 

Musababnya ada pasar dari negara lain seperti India dan Vietnam yang ikut bersaing untuk menyediakan kebutuhan minyak asiri. Apabila kedua negara itu ikut bersaing harga, maka jumlah permintaan ekspor menurun. 

Keterbatasan beberapa petani mengenai pembukuan bisnis minyak asiri juga menjadi kendala. Lonjakan harga membuat beberapa petani harus menanggung nominal pajak yang cukup besar nilainya. Sementara belum semua petani menguasai pembukuan bisnis hingga detail. 

Keterbatasan varietas tanaman juga menjadi kendala. “Apabila varietas beragam tentu akan mendukung bagian hulu, “ ujar Ano. 

Tetap diburu 

Sebenarnya pada Juni 2018 Trubus pernah mengangkat topik mengenai Pasar Perlu Pasokan Minyak Serai. 

Selanjutnya pada Januari 2023 Trubus kembali menyajikan artikel minyak nilam sebagai salah satu komoditas unggulan perkebunan (baca Trubus edisi Januari 2023). 

Selain Ano ada juga pekebun sekaligus penyuling minyak asiri yang menikmati manisnya bisnis minyak asiri. Salah satu peserta Kelas Trubus, Dharmayugo Hermansyah, mencecap manisnya bisnis minyak serai wangi. 

Dharmayogo mampu mengantongi omzet Rp22,4 juta per bulan. Ia memproduksi 140 kg minyak serai wangi per bulan. Dharmayugo menjual minyak serai wangi seharga Rp160.000 per kg. 

Warga Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, itu membudidayakan serai wangi di lahan seluas 4 hektare. Ia menyewa lahan di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Terdapat 8.000—10.000 rumpun per ha yang menghasilkan 20 ton serai wangi per ha. Setiap ton serai wangi menghasilkan 7 kg minyak asiri. 

Menurut Dharmayugo salah satu tantangan dalam berbisnis minyak asiri yakni harga yang fluktuatif.

“Kuncinya jangan menyerah saat harga turun dan jangan terlena saat harga naik,” ujar Dharmayugo. Menurut Dharmayugo pasar minyak asiri masih sangat menjanjikan. Apalagi produk turunan dari minyak asiri sangat beragam. (Intan Dwi Novitasari/ Peliput: Mohammad Iqbal Shukri dan Rizky Faisal)

Artikel Terbaru

Herbal Pendamping untuk Membantu Pemulihan Hepatitis

Pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah utama untuk mencegah hepatitis. Selain itu, sejumlah tanaman herbal juga kerap dimanfaatkan...

More Articles Like This