Prospek Cerah Mangga Premium

0
mangga garifta premium
Hasil panen mangga garifta merah.(Dok. Trubus)

Trubus.id — Selain dari bobot, kategori mangga premium dapat dilihat dari pengelompokan rasa dan negara tujuan ekspor. Itu diungkapkan oleh  dosen Agribisnis Universitas Padjadjaran, Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M.,CSCM.

Mangga yang tidak terlalu manis alias dominan segar dan sedikit masam cocok untuk konsumen luar negeri seperti Thailand dan Pakistan. Jenis mangga bercita rasa manis mengisi pasar Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Sementara itu, pasar Eropa menuntut mangga masam dengan sensasi segar pada daging buah. Menurut penangkar bibit tanaman buah di Bogor, Teddy Sulistio, jenis-jenis hibrida cocok untuk mengisi pasar Eropa.

Teddy mencontohkan jenis hibrida lali jiwa, yuwen, dan agrimania nunuk. Meski beberapa pekebun membudiayakannya, deretan mangga itu memang belum populer di pasar dibandingkan dengan arumanis.

Agrimania sebetulnya termasuk mangga premium dengan harga relatif mahal. Menurut pebisnis mangga di Jakarta Utara, Tatang Halim, mangga premium berbentuk bulat lonjong, kulit bersih, dan bobot miminal 500 gram per buah.

Tatang juga mensyaratkan, mangga premium bercita rasa manis jika memasok pasar lokal. Oleh karena itu, arumanis yang bercita rasa manis pun masih layak dikebunkan. Tatang Halim menetapkan ukuran arumanis 500—600 gram per buah.

Ia mengemas 10 buah mangga ke dalam boks kardus. Bobot setiap boks kisaran 5,5 kg sehingga mudah diangkat. Saat musim panen Tatang memasok 300—400 kg mangga ke 10 toko buah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Harga jual arumanis premium Rp20.000—Rp Rp30.000 per kg. Sayangnya Tatang enggan menyebutkan harga dari kebun lantaran fluktuatif. “Harga dari kebun tidak bisa diprediksi karena banyak faktor,” ujar Tatang.

Harap mafhum, cuaca juga menentukan kualitas dan kuantitas dari mangga. Tatang mengandalkan pekebun mitra untuk memasok pasar. Jika ia membeli 100 kg mangga dari pekebun, hanya 30—40% termasuk kategori premium. Sisanya masuk ke pasar tradisional yang lebih murah.

“Sebenarnya arumanis prospeknya juga masih cerah,” kata Teddy.

Demikian juga mangga garifta yang belum begitu sohor. Permintaan mangga garifta relatif besar. Lihat saja Novem Sujariyanto, S.Pd. yang hanya mampu memasok 8 ton mangga garifta ke toko buah setiap musim pada Oktober— November.

“Terdapat permintaan 20 ton yang belum terpenuhi tahun 2022,” ujar pekebun di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, itu.

Menurut Novem harga jual mencapai Rp30.000 per kg. Omzet Novem mencapai 240 juta per musim buah. Sementara biaya produksi dari bunga hingga menjadi buah Rp4.000 per kg. Untuk biaya pengiriman Rp3.000—Rp5.000 per kg.