Saturday, January 17, 2026

Sapi Kampiun Negeri Anggur

Rekomendasi
- Advertisement -

Sapi perah dan pedaging beradu kualitas di kontes nasional Perancis.

Kontes parthenais nasional kali pertama di Perancis berlangsung pada gelaran SPACE 2018.

“Tubuh sapi berjenis limousine itu proporsional dan bugar sehingga memenuhi kriteria penilaian,” kata juri kontes sapi, Lauren Hilaire. Itulah alasan sapi dari peternakan EARL Robert Le Thiec di Béganne, Perancis, itu menjadi grand champion (GC) di kelas limousine. Grand champion gelar tertinggi pada kontes ternak yang menjadi rangkaian acara pameran peternakan terbesar di dunia, Salon de la Production Agricole Carrefour Européen (SPACE) 2018.

Manajer kontes ternak SPACE 2018, Christian Veillaux, mengatakan 13 jenis sapi bertanding pada acara yang berlangsung di Kota Rennes, 5 jam bermobil dari Paris, ibukota Perancis. Sapi itu terbagi menjadi perah (normande, montbeliard, pie rogue, jersey, dan brune) dan pedaging (blonde d’aquitaine, charolais, salers, dan rouge des pres). Kriteria penilaian umum sapi perah antara lain morfologi, tubuh, dan ambing. “Ambing yang bagus mesti menyatu dengan tubuh sapi,” kata Christian.

Perdana

Pengunjung menikmati kontes ternak ala SPACE 2018.

Sementara kriteria penjurian sapi pedaging yakni genetik, tinggi, dan otot sesuai jenisnya. Lebih lanjut ia mengatakan setiap juri menilai satu jenis sapi. Juri tidak hanya berasal dari Perancis, tapi juga Inggris dan Belgia. Juri menilai semua sapi di arena khusus. Waktu penjurian rata-rata 20 menit untuk 10 sapi. Setelah itu juri menentukan pemenang disertai keunggulan sapi jawara dibandingkan dengan peserta lainnya.

Pemilik sapi pemenang tidak mendapatkan uang tunai sebagai hadiah. “Keuntungan peternak pemilik sapi pemenang yaitu mereka terkenal sebagai penghasil sapi terbaik,” kata Christian. Selain itu yang terpenting menjadi kampiun berarti bukti kualitas sapi itu istimewa. Selain limousine, kontes kelas prim holstein juga menjadi yang paling bergengsi. Kontes serupa di SPACE berlangsung pada 2010 dan 2012.

Semua daerah di Perancis menampilkan sapi terbaik. Ada sekitar 190 prim ‘holstein yang berlaga menjadi yang terbaik. Juri internasional dari Belgia, Bruno Toussaint, menobatkan sapi dari peternakan Gaec Du Bon Vent sebagai peraih grand champion. Alasannya ambing, morfologi, dan tubuh sapi itu hampir sempurna dan memenuhi kriteria penilaian.

Christian Veillaux (kiri) dan Guylaine Trou dari Chambers D’Agriculture Bretagne, panitia kontes ternak SPACE 2018.

Presiden SPACE, Marcel Denieul, mengatakan, sekitar 700 ternak mengikuti kontes pada 11—14 September 2018 itu. Rinciannya sekitar 550 sapi dari 13 jenis perah dan pedaging serta 170 kambing dan domba dari 9 jenis. Hal terbaru pada kontes ternak SPACE 2018 yaitu terselenggaranya kontes nasional sapi jenis parthenaise. Presiden OS Parthenais, Didier Dupuis, mengatakan 70 sapi berpartisipasi pada kontes itu. Peserta berasal dari 39 peternakan dari 6 wilayah di Perancis.

SPACE 2018 menampilkan aneka kambing dan domba di stan khusus.

Menurut Marcel kontes ternak juga dimeriahkan dengan penjualan 6 sapi perah termasuk danish jersey serta prim ‘holstein dan normande terbaik. Berbarengan dengan kontes ternak juga terdapat acara pameran berisi 90 sapi limousine dari 36 peternakan. Kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama dengan federasi penangkar limousine di Brittany, Pays de la Loire, dan Normandy.

Rekanan SPACE lainnya yaitu Health and Welfare Federations menyediakan informasi seputar menciptakan kondisi sanitari terbaik di peternakan. “Kontes dan pameran kami kesempatan bagus untuk perkembangan peternakan di Perancis. Kami adalah referensi dunia untuk genetik ternak dan itu aset masa depan industri di negara ini. Terima kasih kepada semua rekan kerja dan penangkar yang membantu kami meraih dan mempertahankan kontes yang sangat bermutu ini,” kata Marcel. (Riefza Vebriansyah)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img