Sunday, August 14, 2022

Sehat Berkat Biji Avokad

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Bubuk kopi bisa ditambahkan untuk membuat scrub. (Dok. Trubus)

Olah sendiri biji avokad dan rasakan manfaatnya.

Trubus — Ardian Raharja, nama disamarkan atas permintaan yang bersangkutan, mengendurkan sabuk yang terasa mengekang perutnya. Maklum, ia gemar makanan manis. Ketika masuk pasar swalayan, tujuan pertamanya pasti rak yang memajang roti basah.

Suatu saat, ia tidak bisa masuk kerja sampai 2 hari akibat pusing. Pemeriksaan di klinik menyatakan Ardian mengidap kolesterol tinggi. Ia menyampaikan keluhan itu kepada penganjur herbal di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Margaretha Anjarwati. Herbalis itu membuatkan kapsul berisi serbuk biji avokad untuk Ardian.

Sejak zaman Aztec

Biji avokad berkhasiat dalam dan luar. (Dok. Trubus)

Semula Ardian rutin mengonsumsi 3 kapsul 3 kali sehari. Berselang 2 pekan, kapsul dari Anjarwati habis lalu Ardian berniat membuat sendiri. “Rasa pegal di tengkuk yang biasanya terasa sepanjang hari hilang,” kata ayah 1 anak itu. Periset di Department of Food Science, The Pennsylvania State University, Amerika Serikat, Deepti Dabas, membuktikan khasiat biji avokad, antara lain antihiperkolesterolemia.

Tikus pengidap hiperkolesterol mendapat asupan 125 mg, 250 mg, dan 500 mg per kg bobot tubuh (kg BB) serbuk kering biji avokad. Pada hari keenam, semua tikus percobaan menunjukkan penurunan berarti kadar kolesterol total darah (TC) dan angka kolesterol lipo density lipoprotein (LDL). Percobaan serupa juga dilakukan terhadap kelinci, tapi dengan dosis lebih rendah. Kelinci percobaan mendapat minum larutan serbuk biji avokad 100 mg dan 200 mg per kg BB.

Setelah 8 pekan kelinci yang mendapat dosis lebih tinggi menunjukkan penurunan TC, trigliserida (TG), dan LDL lebih banyak daripada kelompok dosis rendah. Biji buah anggota famili Lauraceae itu dimanfaatkan sejak masa kekaisaran Aztec dan Maya di Semenanjung Yucatan, Meksiko. Dalam buku Maya Medicine, Traditional Healing in Yucatan, periset di University of New Mexico, Amerika Serikat, Marianna Appel Kunow menyatakan pengobat tradisional di Meksiko sampai sekarang menggunakan rebusan biji avokad untuk mengatasi infeksi oleh cendawan (mikotik) maupun mikrob parasit lain.

Kupas kulit luar biji sebelum mengolah. (Dok. Trubus)

Penelusuran sejenak di berbagai aplikasi marketplace memunculkan beberapa merek produk lulur wajah maupun lulur berbasis biji avokad, baik dari produsen lokal maupun merek mancanegara. Bahan yang menjadi tambahan antara lain madu, susu, atau bubuk kopi.

Setelah menjadi bubuk (Lihat boks Sehat Luar Dalam), biji avokad tahan simpan sampai bertahun-tahun. Namun, Anjarwati menganjurkan untuk menghabiskan serbuk itu dalam 6 bulan. “Segera buat yang baru sebelum habis agar konsumsi tidak terputus,” kata ibu 2 anak itu. Sebaliknya, dokter di Klinik Saintifikasi Jamu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kementerian, Karanganyar, Jawa Tengah, dr. Danang Ardiyanto, menyarankan untuk mengevaluasi asupan herbal tiap pekan.

Mengungguli teh hitam

Maria Anjarwati menyarankan konsumsi biji avokad seperti kopi. (Dok. Trubus)

Danang biasa memberikan racikan herbal untuk konsumsi selama 28 hari. Kalau hasil evaluasi mingguan menunjukkan peningkatan kesehatan, biasanya ia menganjurkan pasien mengurangi atau berhenti mengonsumsi begitu racikan habis. Anjarwati juga menyatakan kalau merasakan perbaikan kondisi, pasien sebaiknya mengurangi dosis konsumsi menjadi setengah atau seperempat. “Kalau tadinya minum 2 kali sehari, kurangi menjadi sehari atau dua hari sekali,” kata Anjarwati.

Pemindaian kandungan biji avokad menunjukkan adanya zat fitosterol, triterpen, dan berbagai polifenol seperti asam furanoat, asam absisat, atau proantosianidin. Kekuatan antioksidan zat fenolik ekstrak air biji avokad hanya 88,2 mg/g gallic acid equivalent (GAE). Kandungan itu lebih tinggi ketimbang teh hitam yang kadar antioksidannya 63,22 mg/g GAE.

Anjar menyarankan menambahkan air panas lalu meminum serbuk biji itu seperti kopi. Mulai sekarang, kumpulkan biji avokad lalu jadikan serbuk dan konsumsi rutin untuk kesehatan. (Argohartono Arie Raharjo)

Sehat Luar Dalam

  1. Cuci bersih biji avokad lalu kupas dan buang kulit luar biji yang berwarna gelap.
  2. Haluskan dengan parut atau lumat dengan blender.
  3. Jemur atau panaskan di oven sampai menjadi serbuk yang lepas tanpa menggumpal.
  4. Sangrai sebentar agar benar-benar kering tapi jangan sampai gosong.
  5. Biarkan dingin lalu pindahkan bubuk dalam wadah bersih, kering, dan tertutup rapat. Serbuk tahan simpan sampai 2—3 tahun.
  6. Scrub: Segenggam serbuk biji avokad tambah air secukupnya agar mudah dioleskan dan melekat di kulit. Bisa juga ditambahkan bubuk kopi, minyak zaitun, garam kasar, atau gel lidah buaya. Campuran itu juga bisa untuk luluran dengan menyesuaikan penambahan air.
  7. Penurun kolesterol: Konsumsi rutin 15—20 gram serbuk biji avokad sekali sehari dan rasakan hasilnya dalam 2—4 minggu. Serbuk bisa dikapsulkan, diseduh dengan air panas seperti membuat kopi, atau diminum dengan sedikit air seperti puyer.
Previous articlePerkasa Karena Kefir
Next articleGarut Rival Mag
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img