Trubus.id—Pemberian pakan silase dengan tambahan starter probiotik kefir meningkatkan bobot ternak domba. Itulah yang dirasakan peternak di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Yusuf Munandar.
Peningkatan bobot domba milik Yusuf mencapai rata-rata 2,5—3 kg saban bulan. Ia menuturkan lazimnya peningkatan bobot anakan domba di bawah 1 tahun paling tinggi hanya 1,5 kg per bulan. Artinya peningkatan 1 kg—1,5 kg per bulan di atas rata-rata.
Yusuf menuturkan tentu penambahan tidak instan dan baru terlihat 1—2 bulan setelah pemberian pakan silase dengan starter kefir. Ia menuturkan pemberian pakan silase pada sebulan setelah kedatangan domba. Porsi silase hanya 1/3 dari total hijauan sebagai adaptasi pakan.
Menurut Yusuf para peternak domba lazimnya membeli bibit di bawah 1 tahun agar hasil optimal. Mereka memelihara bibit berumur 6—7 bulan berbobot rata-rata 15 kg. Namun, saat proses pindah kandang bobot ternak bisa turun karena stres.
“Misal ketika membeli domba berbobot 15 kg. Namun, setelah pindah kandang bobot turun menjadi 14,5—14,7 kg karena stres. Setidaknya butuh adaptasi 1 bulan agar penggemukan optimal,” ujar Yusuf.
Ia menuturkan pada bulan pertama konsumsi pakan mencapai 10—15% dari bobot tubuh domba. Artinya domba berbobot 15 kg itu membutuhkan pakan 1,5—2,25 kg per hari. Adapun jumlah silase hanya sepertiga dari jumlah pakan hijauan itu setara 0,5—0,75 kg.
Setelah mengonsumsi silase, peningkatan bobot domba pada bulan pertama 1,5—2 kg. Setelah adaptasi, lazimnya 1—2 pekan domba makin lahap menikmati silase.
Pada bulan berikutnya barulah pemberian pakan silase bisa optimal. Hijauan bisa sepenuhnya menggunakan silase. Hasilnya sebulan setelah menggunakan pakan silase penuh, potensi kenaikan bobot bisa mencapai 2,5—3 kg per bulan.
Masa pembesaran 6 bulan, artinya potensi bobot domba minimal 30 kilogram pada umur setahun. Bandingkan dengan domba tanpa silase hanya berbobot 21—24 kg pada umur yang sama. Lihat ilustrasi Bikin Probiotik Kefir.

