Trubus.id— Stevia di dataran rendah, bisakah tumbuh? Kompol. Fadli Amri, membuktikan stevia bisa dibudidayakan di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan ketinggian tempat 25 meter di atas permukaan laut (dpl).
“Stevia sejatinya tanaman di dataran tinggi, kami mencoba mengadaptasikan di dataran rendah dan berhasil,” katanya. Fadli mengolah daun hasil budidaya menjadi ekstrak cair, hasilnya tingkat kemanisan masih berlipat lebih tinggi dibandingkan dengan sukrosa.
Menurut praktikus sekaligus pekebun stevia di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Ir. Thio Setiowekti, stevia adaptif dan bisa dibudayakan meski di dataran rendah. Namun, tingkat kemanisan paling optimal di dataran tinggi.
Meskipun demikian sejatinya stevia memang memiliki potensi lebih manis dibandingkan dengan tanaman penghasil pemanis lainnya seperti tebu. Contohnya jika dibudayakan di dataran tinggi tingkat kemanisan bisa 500 kali lipat dibandingkan dengan sukrosa.
Sementara di dataran lebih rendah rerata 70—300 kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa. Terpenting melakukan penyiraman rutin menjaga kapasitas lapang.
Artinya tidak tergenang dan tanah tidak kering. Harap mafhum bagian tanaman yang dipanen adalah daun yang memiliki tingkat kemanisan paling tinggi dibandingkan dengan bagian tanaman lainnya.
