Thursday, August 18, 2022

Sudah Elok, Berjasa Pula

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lidah mertua mengatasi serangan cendawan yang mematikan pohon karet.Mata Marianto Mardin terbelalak melihat empat pohon karet berumur 2 tahun itu roboh. Sementara daun 16 pohon lain menguning dan mulai gugur. Pekebun di Desa Airputih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, itu membudidayakan 400 tanaman asal biji di lahan 1 ha. Marianto menggali tanaman roboh yang daunnya menguning. Pekebun yang kini berusia 41 tahun itu menemukan benang-benang putih di perakaran pohon karet.

Ia membuang tanaman rusak lalu menutup kembali lubang bekas galian itu dengan tanah. Kejadian pada 1997 itu ternyata berbuntut panjang. Selang 3 tahun, ketika pohon berumur 5 tahun, petaka itu kembali terulang. Daun pohon yang mulai memasuki masa sadap tiba-tiba menguning, lalu gugur. Alur sadap pun berhenti mengeluarkan getah. Saat itu serangan menyasar 15 pohon di dekat bekas tanaman yang dahulu terserang.

Sansevieria pencegah Rigidoporus microporus
Sansevieria pencegah Rigidoporus microporus

Sejak 1980

Marianto menebang pohon lalu membongkar akar. Kejadiannya sama persis: akar membusuk dan terdapat benang putih di sekitarnya. Akibat serangan akar putih, ia kehilangan 35 pohon karet. Penyakit akar putih karet akibat cendawan Rigidoporus microporus memang momok bagi para pekebun. Makhluk mini itu mampu membuat kerusakan sejak di pembibitan, tanaman belum menghasilkan, hingga tanaman dewasa. Wajar saja penyakit itu sangat merugikan perkebunan karet.

“Kematian pohon akibat serangan Rigidoporus microporus mencapai 30% dari luasan lahan. Peluang tanaman bertahan hidup dari serangan ini sangat kecil, karena akar membusuk,” ujar Dr Aron Situmorang, peneliti purnatugas di Balai Penelitian Karet Sembawa, Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut Aron, cendawan akar putih menyukai tanah gembur dengan kelembapan tinggi dan pH basa lebih dari 8. Aron mencontohkan beberapa sentra yang memenuhi kriteria itu, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Serdangbedagai (Sumatra Utara), dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat).

Pemicu naiknya kelembapan tanah antara lain perubahan iklim yang mengaburkan batas musim hujan dan kemarau serta kurangnya sanitasi di bawah tegakan. Jika pekebun membiarkan hal itu, cepat atau lambat akar putih bakal menyerang. Tanaman berumur 1—5 tahun paling rentan terserang. Pasalnya, saat itu perakaran tanaman masih lemah, batang lunak dan menyerap lebih banyak hara untuk pertumbuhan daripada bibit atau tanaman dewasa.

Lidah mertua

Di balik teror makhluk mini itu, diam-diam lidah mertua menyimpan potensi andal. Lidah mertua jenis Sansevieria trifasciata ternyata bersifat antagonis terhadap cendawan akar putih lantaran memiliki kandungan zat antimikrob. Menurut Tri Rapani Febbiyanti, periset di Balai Penelitian Sembawa, akar sansevieria mampu melepas eksudat antibiotik di perakaran yang mengubah sifat biologi, kimia, dan fisika tanah menjadi tidak sesuai untuk perkembangan spora Rigidoporus.

Itu sesuai penelitian Aron pada 2005. Ia menguji 9 tanaman yang bersifat antagonis terhadap Rigidoporus (lihat tabel: Antagonis Akar Putih). Namun, hanya 5 tanaman yang dapat bertahan: lengkuas Alpinia galanga, kunyit Curcuma domestica, cocor bebek Kalanchoe pinnata, sambiloto Andrographis paniculata, dan lidah mertua Sansevieria trifasciata. Keempat tanaman lain keburu tumbang saat ternaungi tajuk karet, terpapar kemarau, serta kalah bersaing dengan pertumbuhan akar karet.

Dari kelima tanaman yang mampu bertahan, sansevieria paling potensial. “Tanaman itu tahan kemarau panjang, mampu tumbuh di berbagai tempat, dan toleran herbisida,” ujar Tri. Lidah mertua juga tidak kompetitif dengan pohon karet, sehingga tidak perlu pemupukan tambahan. Ia mampu berdampingan hingga umur tanaman karet mencapai 6—7 tahun. “Lidah mertua yang ditanam yang sudah dewasa dengan tinggi sekitar 10—20 cm. Pada tingkat pertumbuhan itu tanaman mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki kandungan antibiotik yang sudah cukup untuk membantu pencegahan akar putih,” ujar Aron.

Dr Aron Situmorang
Dr Aron Situmorang

Mudah didapat

Sejatinya lengkuas Alpinia galanga juga lebih efektif. Namun, untuk memperoleh sansevieria lebih mudah ketimbang mendapatkan lengkuas lengkap dengan daun. Untuk menumbuhkan rimpang perlu setidaknya 2 bulan. Saat itu, pohon karet yang terserang keburu tumbang. Penanaman lidah mertua menjadikan angka kematian pohon yang belum berproduksi hanya 8,25% dari 13,4% tanaman terserang. Pada tanaman kontrol, serangan mencapai hampir 40% dengan tingkat kematian hampir 20% (lihat tabel).

Pohon karet berumur kurang dari 3 bulan sebaiknya ditanami 3—4 tanaman Sansevieria di pangkal akar. Pohon belum menghasilkan, umur 2—5 tahun, ditanami 4—6 tanaman. Sementara untuk menanggulangi serangan terhadap pohon produktif, perlu 8—10 tanaman lidah mertua. Sansevieria yang terbaik berukuran panjang 10—20 cm, sehat, dan bebas penyakit cendawan.

Mencegah keruan saja lebih baik daripada menanggulangi penyakit. Sebelum menanam, lakukan pembersihan lahan dan pertahankan drainase lahan. Jika tiba-tiba daun layu, dan tampak benang-benang putih di daerah perakaran, cabut dan pindahkan tanaman lidah mertua dari pekarangan ke pangkal batang tanaman terserang. Lidah mertua menjadi pelindung karet ketika pohon getah itu tak berdaya menghadapi serangan makhluk liliput. (Muhamad Cahadiyat Kurniawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img