Trubus.id — Setek pucuk merupakan salah satu teknik perbanyakan yang bisa digunakan penangkar buah durian. Selain mudah, teknik ini juga mampu menghasilkan bibit durian yang lebih banyak.
Pasalnya, ada dua teknik perbanyakan yang lazim digunakan oleh penangkar durian, yakni teknik okulasi dan sambung pucuk. Okulasi hanya bisa memanfaatkan mata tunas terpilih di ranting dan cabang.
Hanya mata tunas dari ranting yang masih hijau dan agak kecokelatan yang cocok untuk okulasi. Tunas dari ranting yang sudah cokelat sulit untuk menjadi entres. Sambung pucuk butuh entres pucuk ranting. Oleh karena jumlahnya terbatas, dua teknik itu juga bergantung pada ketersediaan batang bawah.
Nah, untuk itu tidak ada salahnya jika penangkar mencoba menerapkan teknik perbanyakan bibit durian dengan setek pucuk. Berikut ini langkah-langkahnya.
- Pilih ranting muda yang berada di antara daun paling ujung sampai daun ke enam dari ujung. Pengambilan setek antara pukul 06:00–08:00 agar getah banyak. Potong setiap ruas pucuk minimal 5 cm atau memiliki 1 tangkai daun dengan silet tajam. Potong 2/3 bagian daun yang tersisa itu.
- Rendam potongan ranting itu dengan perangsang akar golongan auksin selama 2 menit. Perangsang akar bisa digantikan dengan urine kambing atau “jus” akar bibit durian asal biji. Akar durian banyak mengandung hormon tumbuh.
- Tanam potongan ranting dalam gelas plastik dengan media moss, pasir malang halus, atau pakis halus. Pastikan media yang dipakai steril, misalnya dengan disiram air panas terlebih dahulu. Lalu siram media dengan zat perangsang akar atau urine kambing.
- Tutup gelas rapat-rapat menggunakan plastik transparan. Simpan di dalam rumah tanam yang berpeneduh plastik sehingga kelembapan terjaga. Usahakan tak terkena matahari langsung.
- Tiga bulan berselang, bibit sudah berakar lebat dan siap dipindah ke polibag berdiamater 15 cm dengan media kompos dan tanah.
