Monday, April 15, 2024

Telur Bersih Berkat Robot

Rekomendasi
- Advertisement -

Temuan baru agar peternak memanen telur bercangkang bersih.

Peranti mirip mobil mainan berwarna putih dan beroda empat itu bolak-balik menelusuri lintasan berukuran 1 m x 1,5 m. Spoutnic—begitu nama peranti itu—berjalan mengelilingi kandang agar ayam tidak bertelur di lantai. Bertelur di lantai kandang menyebabkan cangkang kotor sehingga telur tidak layak jual. Dampaknya peternak ayam petelur di Eropa merugi hingga ribuan euro.

Peternak mesti mengganti aksesori Spoutnic seperti warna bendera agar ayam tetap bergerak.

Untuk mengatasi masalah itu lazimnya peternak berjalan mengelilingi kandang agar ayam bergerak. Tentu saja itu pekerjaan yang membosankan. Spoutnic hadir mengatasi hambatan itu. Robot berbobot 10 kg itu membuat ayam bergerak aktif sehingga tidak bertelur di lantai kandang. “Yang seperti mobil mainan itu Spoutnic, robot penjelajah kandang unggas,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tibot Technologies, Yanne Courcoux. Tibot Technologies adalah perusahaan pelopor teknologi robotik untuk industri unggas.

Inovasi

Secara tidak langsung Spoutnic pun melatih ayam bertelur di tempat yang tepat. Ayam juga lebih sehat dan penggunaan antibiotik berkurang. Robot yang dirilis pada 2016 itu membuat ayam tidak bertelur di lantai hingga 26% dalam 16 hari. Robot itu bekerja 6—9 jam per hari sesuai kemauan peternak. Peternak mudah menggunakan Spoutnic dan dapat bekerja maksimal dalam kandang lantaran antiair, antidebu, dan antiamonia. Pemanfaatan alat itu menghemat waktu dan memudahkan pekerjaan peternak.

Spoutnic membuat ayam tidak bertelur di lantai hingga 26% dalam 16 hari.

Masa pakai robot seharga lebih dari €7.000 setara Rp199 juta jika kurs €1=Rp17.000 itu hingga 5 tahun. Hal yang harus diperhatikan adalah peternak mesti mengganti warna lampu dan memasang aksesori pada robot setiap 1—2 bulan agar ayam mau bergerak. Jika peternak mengabaikannya, ayam enggan bergerak karena terbiasa dengan kehadiran robot itu. Yanne mengatakan peternak kalkun juga lazim menggunakannya.

Penelitian melibatkan 3.000 kalkun berumur 35 hari dan dipanen pada umur 84 hari. Hasil pengujian pada Juli—Agustus 2017 itu menunjukkan, bobot kalkun yang ditemani Spoutnic meningkat 300 gram ketimbang peternakan tanpa robot itu. Feed Conversion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan menurun hingga 327 gram.

Chief Executive Officer (CEO) Tibot Technologies, Yanne Courcoux.

Selain itu tingkat kematian pun lebih rendah sekitar 3% dibandingkan dengan peternakan tanpa robot itu yakni 3,6%. Semua kelebihan itu terjadi karena Spoutnic “memaksa” kalkun bergerak aktif sehingga lebih fit. Peternak yang mengelola kandang seluas 700 –1.000 m² cukup menggunakan satu Spoutnic.

Menang

Robot seperti mobil mainan itu menyedot perhatian pengunjung pameran peternakan terbesar di dunia, Salon de la Production Agricole Carrefour Européen (SPACE) 2018 di Rennes, Perancis. “SPACE 2018 kesempatan bagus untuk berdiskusi dengan para distributor pasar ekspor baru,” kata alumnus Sciences Po Paris itu.

Teknologi unggas lainnya adalah Q-Perch, alat pengusir tungau. Produk kreasi perusahaan asal Belanda, Vencomatic Group, itu berupa tenggeran ayam sepanjang 1,5 m. Di bagian bawah alat berdiameter 5 cm itu memiliki arus listrik lemah mematikan tungau. Arus listrik berasal dari perangkat khusus di bawah Q-Perch. Alat dirancang agar arus listrik tidak mengenai ayam. Tungau salah satu parasit merugikan karena mengisap darah ayam ketika malam.

Q-Perch mendapatkan penghargaan Innov SPACE 2018 karena dinilai bermanfaat untuk peternak mengurangi serangan tungau di kandang.

Dampaknya kesehatan ayam menurun serta mengurangi kuantitas dan kualitas telur. Penyebab serangan tungau adalah kondisi kandang kotor. Peternak di Indonesia lazimnya mengatasi tungau dengan disinfektan. Menurut peneliti ayam di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si, serangan kutu dan tungau Dermanyssus gallinae di peternakan ayam sistem intensif hampir tidak ada karena kebersihan kandang terjaga.

Menurut Sales Director Europe Vencomatic Group, John Bierens, desain alat yang mendapatkan penghargaan Innov Space 2018 itu nyaman untuk ayam sehingga meningkatkan kesejahteraan hewan (animal welfare). Unggas pun dapat tidur tenang tanpa gangguan ektoparasit.

Kedua peranti itu, Spoutnic dan Q-Perch, itu menyedot perhatian pengunjung pameran peternakan terbesar di dunia, SPACE 2018 di Rennes, Perancis. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Sensasi Rasa Pir pada Durian Kawe

Trubus.id—Indonesia memiliki ragam durian lokal yang tak kalah enak. Salah satunya durian kawe dari Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img