
Perawatan optimal salah satu kunci sukses membuahkan anggur dalam pot.
Trubus — Tanaman anggur itu istimewa karena bersosok pendek setinggi sekitar satu meter dan memiliki lima dompolan buah. Hebatnya lagi Agus Yudhi—pemilik tanaman—membudidayakan anggur itu di pot putih berdiameter 25 cm. Lazimnya pekebun menanam Vitis vinifera di lahan dan dirambatkan ke para-para atau kawat secara vertikal. Keruan saja banyak orang terpesona dengan tanaman buah dalam pot (tabulampot) kreasi Yudhi itu.
Beberapa orang meragukan keaslian buah anggur itu. Warga Gunungsimping, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu pun memotong salah satu anggur untuk menunjukkan keaslian buah. Tabulampot anggur termasuk hal baru bagi masyarakat. “Anggur introduksi masuk ke Indonesia pada 2014—2015. Teman-teman bisa membuahkan anggur itu pada 2018. Jadi dua tahun terakhir sudah banyak anggur,” kata Kang Warso, sapaan akrab Agus Yudhi.
Media tanam

Anggur dalam pot milik Kang Warso itu jenis gift of zaphorozye viking (gozv). Anggur asal Ukraina itu berwarna hitam. Bentuknya elips dengan ujung buah agak meruncing. Tekstur gozv berair dan bercita rasa lebih manis daripada varian akademik. Sayang, Kang Warso belum mengukur tingkat kemanisan anggur hasil persilangan antara gift of zaphorozye dan viking itu. Selain lebih manis, ukuran buah gozv lebih besar dan lebih cepat masak dibandingkan dengan akademik.
Anggur jenis lain yang terbukti berbuah dengan baik di pot yakni livia, jupiter seedles, arcadia, dan rizamat. Jaminan validitas jenis dan terbukti berbuah di lapangan beberapa kriteria dalam memilih bibit anggur. Pastikan juga membeli bibit anggur dari sumber terpercaya. Pehobi tabulampot di Kedoya Utara, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Tutiawati, beberapa kali kecewa ketika membeli bibit anggur lantaran tidak sesuai jenis pada label dan berukuran kecil.
Kini Tutiawati mengandalkan bibit dan panduan penanaman anggur dari Kang Warso. Menurut Kang Warso ukuran wadah tanam tergantung dari tujuan pemilik. Minimal pot bervolume lebih dari 50 liter. Kang Warso meletakkan bibit gozv hasil setek itu di pot berdiameter 25 cm untuk menunjukkan tanaman anggur bisa berbuah di pot kecil.
Media tanam berupa sekam bakar dan serbuk sabut kelapa atau cocopeat dengan perbandingan 2:1. “Anggur tumbuh baik pada media tanam yang kaya bahan organik seperti kompos/pupuk kandang, arang sekam, dan sekam padi,” kata pemilik Rafattih Farm itu. Jika menggunakan sekam padi, pupuk kandang, dan arang sekam, maka perbandingannya adalah 1:1:1. Setelah semua bahan tercampur merata, tambahkan satu sendok makan dolomit per 25 liter media tanam.
Lalu fermentasi media tanam selama 1—2 bulan setelah dimasukkan ke dalam pot. Rambatan salah satu hal wajib karena anggur termasuk tanaman merambat.
Berkualitas

Perawatan intensif kunci sukses agar pertumbuhan dan produksi buah anggur optimal. “Tabulampot anggur dapat dibuahkan mulai enam bulan setelah tanam,” kata alumnus Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB), itu. Perawatan rutin meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit. Selain itu, anggur mesti mendapatkan sinar matahari penuh. Perawatan rutin menghasilkan anggur berkualitas.
Warga Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Ismaryani, mengatakan, anggur produksi Kang Warso lezat, manis, dan segar. Iis—sapaan akrab Ismaryani—merogoh kocek Rp150.000 untuk 1,5 kg anggur segar. Kang Warso menabulampotkan anggur sejak awal 2018. Saat itu ia tidak memiliki lahan, tapi ada dak seluas 80 m2. Oleh sebab itu, penanaman tanaman anggota famili Vitaceae itu di pot lantaran menyesuaikan lokasi.
Pemilihan anggur karena buah itu berpotensi dikembangkan dan bernilai bagus. Pantas, banyak pehobi seperti Tutiawati jatuh hati. Tutiawati memperoleh tabulampot anggur bikinan Kang Warso. “Kemungkinan panen perdana anggur saya pada Agustus 2020,” kata ibu rumah tangga itu. Peneliti anggur di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kota Batu, Jawa Timur, Ir. Emi Budiyati, mengatakan, tabulampot anggur sudah lazim di Indonesia, terutama bagi pehobi sebelum mengebunkan anggur. Jadi, calon pekebun itu menanam anggur di pot terlebih dahulu untuk mengetahui perkembangannya. (Riefza Vebriansyah)
