Saturday, August 13, 2022

Artemisinin Antara Malaria dan Korona

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Anggota Konsorsium Riset Kemandirian Bahan Baku Artemisinin, Dr. Ir. Yuli Widyastuti, M.P. mengatakan, meski banyak riset ilmiah masyarakat mesti menunggu hasil kesimpulan penelitian-penelitian uji klinis. Yuli menuturkan, masyarakat tidak bisa sembarang menggunakan daun anuma seperti tanaman herbal pada umumnya. Musababnya daun anuma satu-satunya sumber senyawa aktif artemisinin untuk obat malaria.

Selama ini anuma merupakan sumber senyawa aktif artemisinin, pengganti klorokuin sebagai obat malaria. Penemuan artemisinin begitu diapresiasi lantaran memiliki aktivitas antiplasmodium, khususnya Plasmodium falciparum—parasit penyebab penyakit malaria—yang sudah resisten terhadap klorokuin. Artemisinin sebagai obat malaria digunakan dalam kombinasi yang disebut artemisinin-based combination therapy (ACT).

Yuli yang merupakan peneliti di Balai Besar Penelitian Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional mengatakan, penggunaan anuma sembarangan berpeluang menciptakan efek resistensi plasmodium—penyebab malaria—pada ACT. Oleh karena itu, pengembangan artemisinin lebih aman dilakukan dalam bentuk isolat senyawa, bukan herbal. Jadi, masyarakat sebaiknya menghindari bentuk seduhan, ekstrak, atau rebusan daun anuma tanpa dosis yang terhitung.

“Meskipun memang terbukti Artemisia annua bermanfaat untuk Covid-19, efek negatif terhadap resistensi plasmodium penyebab malaria perlu dipertimbangkan. Sampai saat ini belum ada obat baru untuk pengobatan di seluruh dunia,” kata Yuli. Tanaman sekerabat dekat, yakni Artemisia vulgaris juga kerap digunakan sebagai pengobatan tradisional di berbagai negara seperti Tiongkok, Jerman, Jepang, dan Korea. Menurut Yuli senyawa aktif kedua tanaman bergenus Artemisia itu berbeda. Tanaman yang mengandung senyawa artemisinin hanya Artemisia annua. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img