Wednesday, April 17, 2024

Atasi Penggerek Buah Kakao dengan Pelapis Iles-Iles

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Serangan penggerek buah menjadi momok bagi pekebun kakao. Penggerek buah kakao (PBK) akibat serangan Conopomorpha cramerella menyebabkan kerusakan buah hingga 80%.  Jejak Conopomorpha cramerella berupa noktah hitam di buah kakao.

Itulah bekas tusukan ovipositor, organ untuk meletakkan telur di permukaan buah kakao. Fitria Yuliasmara S.P., periset di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), Kabupaten Jember, Jawa Timur, mempunyai cara mengindari PBK yakni dengan membungkus buah kakao dengan polisakarida elastis.

“Prinsipnya seperti pelapisan buah pada saat pascapanen dengan menggunakan lilin untuk menjaga buah tetap awet. Kali ini tidak menggunakan lilin, tetapi umbi iles-iles,” kata Fitria. Ia memilih iles-iles karena ketersediannya berlimpah di sekitar perkebunan kakao.

Masyarakat belum banyak memanfaatkan iles-iles untuk kebutuhan pangan. Selain itu, iles-iles mengandung glukomanan atau polisakarida yang bersifat elastis dan kuat dengan tingkat elastisitas tinggi.

“Glukomanan iles-iles bisa memuai sampai 2.000 kali,” kata Fitria. Ia membersihkan dan memotong umbi, lalu mengekstraksi iles-iles dengan pelarut alkohol untuk menghasilkan glukomanan.

Proses ekstraksi iles-iles sekaligus menghilangkan senyawa kimia penyebab gatal. Menurut Fitria, dari 100 kg umbi iles-iles segar menghasilkan 20 kg kering. “Dari jumlah itu, hanya 10 kg serbuk glukomanan yang bisa dihasilkan,” ujar Fitria. Namun, tidak semua iles-iles bisa digunakan.

Fitria menyarankan untuk menggunakan iles-iles yang sudah berumur minimal 2 tahun. “Rendemen glukomanan iles-iles berusia kurang dari 2 tahun masih rendah, sekitar 8—15%. Adapun di atas 2 tahun mencapai 20%,” kata Fitria.

Fitria lantas memanaskan bahan glukomanan hasil ekstrak iles-iles pada suhu 120OC dan menambahkan air, ekstrak tembakau, dan pemlastik atau plastizer. Sayang, Fitria masih merahasiakan takaran ekstrak tembakau dan air pada campuran itu.

Pemlastik bahan nabati menimbulkan karakter plastik pada bahan. Larutan diberi pewarna ungu agar mudah mengidentifikasi buah yang sudah tersemprot. Penggunaan pelapis iles-iles dengan mengencerkan 1 liter larutan dalam 10 liter air.

Untuk sehektar lahan, perlu 25 liter pelapis iles-iles atau 250 ml per pohon. Penyemprotan pada buah kakao dilakukan sebanyak 2 kali. Penyemprotan pertama saat panjang buah kakao 8—12 cm atau umur 2 bulan pascamekar bunga. Adapun penyemprotan kedua 14 hari setelahnya.

Waktu penyemprotan paling tepat pada pagi hari antara pukul 08.00—11.00, saat embun yang menempel di permukaan buah hilang sehingga permukaan buah kering.  Pada musim hujan, usahakan menyemprot paling lamabt 2 jam sebelum turun hujan. Pasalnya, larutan itu membentuk plastik 2 jam setelah penyemprotan, sehingga keefektifannya berkurang jika terkena hujan.

Bikin Iles-Iles

  1. Encerkan 1 liter larutan dalam 10 liter air. Aduk rata lalu masukkan dalam botol penyemprot.
  2. Semprotkan larutan pada buah kakao berumur 2 bulan atau panjang buah 8—12 cm.
  3. Penyemprotan pada pukul 08.00—11.00 saat cuaca cerah. Larutan akan membentuk lapisan elastis 2 jam kemudian.
  4. Aplikasikan kembali pelapis kakao 2 pekan berselang
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img