Friday, August 12, 2022

Bikin Sendiri Bibit Anggur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Bibit hasil grafting ala Muchasanah. (Dok. Muchasanah)

Setek dan grafting pilihan perbanyakan tanaman anggur. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan.

Trubus — Sambung pucuk alias grafting menjadi andalan pehobi anggur di Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Muchasanah. Ia mengoleksi berbagai jenis anggur sejak 2017. Semula Muchasanah membibitkan dengan menyetek. Ia sukses memperbanyak jenis-jenis yang mudah tumbuh seperti red master, isabela, atau yellow belgie dengan setek.

Ketiga jenis itu cepat dan mudah bertunas. Oleh karena itu, ia menggunakannya sebagai batang bawah. Saat menyetek jenis baru seperti rizamat, transfiguration, atau julian, mulailah ia menemui kendala. Atas anjuran suaminya, Muchasanah belajar menyambung sisip. Setahun berlalu, kini ia mampu menyambung dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%. Ia tetap menggunakan ketiga jenis anggur itu sebagai batang bawah.

Bibit hasil grafting tanpa media tanam untuk pengiriman ke luar daerah. (Dok. Muchasanah)

“Ketiganya lebih dulu masuk di Indonesia sehingga sudah beradaptasi,” ungkapnya. Jenis yang sulit berakar ia sambung sisip dengan batang bawah itu. Penyambungan ala Muchasanah tidak menuntut persyaratan rumit. Umur batang bawah minimal sebulan. Yang terpenting, tanaman sehat yang ditandai dengan tunas bagus dan perakaran sehat. Panjang batang di atas media tanam minimal 10 cm. Calon entres 3 cm sudah cukup, tapi standarnya 4—5 cm.

Setop penyiraman

Menurut Muchasanah calon entres harus masih hijau dengan mata tunas segar. Setelah keduanya tesedia, pemilik nurseri Sabana Green Garden itu membuat potongan di batang bawah dan entres. Ia menempelkan bekas potongan kedua bagian itu lalu mengikat kuat dengan plastik transparan. Dalam 1—4 pekan muncul tunas baru di ujung entres yang menandakan keberhasilan penyambungan.

Ibu dua anak itu lantas menyimpan bibit mungil hasil persambungan itu di tempat teduh, terlindung dari sinar matahari langsung. Ia tidak menyungkup hasil persambungan. Setelah batang hasil persambungan mulai merambat, barulah Muchasanah memindahkan polibag tempat tanaman itu di bawah sinar matahari.

Grafting memunculkan tunas 7—30 hari pasca-penyambungan, tergantung jenisnya. (Dok. Muchasanah)

Produsen bibit anggur itu menghentikan penyiraman batang bawah sehari sebelum menyambung. Ia menyiram lagi tiga hari pascapenyambungan. Pembibit tanaman buah di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto menyatakan, ketika penyiraman dihentikan, tanaman mengalami stres. “Tanaman memproduksi hormon pertumbuhan yang merangsang kemunculan tunas baru,” kata Eddy.

Selain itu Muchasanah merangsang pertumbuhan tunas dengan menyiramkan air cucian beras setiap hari. Kadang-kadang ia juga menyiramkan larutan vitamin B1. Media tanam berupa campuran tanah, sekam bakar, dan dolomit dengan perbandingan setara. Sementara itu pehobi anggur di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sugiyanto menggunakan media berupa campuran tanah, sekam bakar, dan serbuk sabut kelapa atau cocopeat dengan perbandingan setara. Campuran itu bukan harga mati. Alternatif yang bisa digunakan adalah pasir atau serbuk sabut kelapa tunggal.

“Yang penting media porus dan mempertahankan kelembapan tapi tidak membuat lingkungan perakaran terlalu lembap,” kata Sugiyanto.

Bawang merah

Grafting menjadi alternatif ketika setek batang gagal. Namun, cara termudah memperbanyak anggur adalah metode tancap batang itu. Sugiyanto menggunakan metode itu untuk memperbanyak anggur jenis jupiter, ninel, kyoko, oriental star, atau joy. Sepintas caranya sederhana, potong sepanjang 15—20 cm batang tanaman berbuah lalu tancapkan. Dalam 7—10 hari batang memunculkan tunas.

Pehobi anggur di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Muchasanah. (Dok. Pribadi)

Pria yang juga menanam vanili dalam rumah tanam itu memindahkan tanaman di bawah sinar matahari langsung setelah muncul minimal lima daun. Langkah vital sebelum menancapkan batang setek adalah aplikasi perangsang tumbuh. Sugiyanto menggunakan bawang merah dari dapur. Ia melumat satu siung bawang merah lalu merendamnya semalam dalam segelas air. Pada keesokan hari Sugiyanto menggunakan larutan itu untuk merendam batang setek.

“Bagian yang terendam minimal 10 cm,” katanya. Perendaman itu cukup 12—24 jam. Selanjutnya ia merendam dalam air biasa. Dalam 7—10 hari muncul kalus akar, menandakan setekan siap tancap di media tanam. Secara umum, setek lebih cepat dan mudah ketimbang grafting. Namun, beberapa jenis yang baru datang di Indonesia belum adaptif sehingga kerap gagal disetek. Grafting solusinya.

Kelemahan grafting, menurut Muchasanah, pengaruh batang bawah yang kadang muncul di batang atas. Ahli budidaya tanaman di Kota Bogor, Jawa Barat, Dr. Mohamad. Reza Tirtawinata menganjurkan menggunakan batang bawah yang mudah bertunas dan rajin berbuah. “Tanaman dengan karakter itu lebih baik dalam menyuplai hara,” kata doktor Ilmu Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu. (Argohartono Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img