Wednesday, May 20, 2026

Di Bawah Lindungan Serat

Rekomendasi
- Advertisement -

Itu bukan sekadar saran kosong. Prof Ian Johnson, periset Institut Penelitian Pangan Inggris, membuktikan bahwa serat memang benteng untuk menangkal ancaman beragam penyakit degeneratif. Sayangnya, asupan serat masyarakat Indonesia masih di bawah jumlah yang dianjurkan 20-30 g/kapita/hari. Padahal, kekurangan serat bisa menyebabkan berbagai masalah, dari sembelit sampai kanker usus besar.

Makanlah 10 apel per hari, maka kebutuhan serat harian Anda akan tercukupi. Itulah kalimat yang beken di kalangan ahli gizi. Mengapa apel? Karena kandungan serat apel cukup tinggi, sekitar 2 g/buah. Artinya sebuah apel berbobot 100 g memenuhi 10% dari total kebutuhan serat harian. Itu kandungan apel berkulit. Bila kulitnya dikupas pun kandungan seratnya masih tinggi, 1,9 g/buah.

Konsumsi sebuah apel tiap hari menurunkan 8-11% kadar kolesterol. Kadar kolesterol turun lebih banyak, sampai 16%, jika setiap hari menyantap 2 apel. Serat juga mencegah iritasi pada selaput lendir usus besar-mukosa-sehingga menurunkan risiko kanker usus besar. Bukan cuma apel yang berfungsi sebagai sumber serat. Semua sayuran, buah, dan kacang-kacangan mengandung serat. Bahkan nasi yang dikonsumsi setiap hari pun menyumbangkan serat.

Mengapa serat bisa membantu mengatasi berbagai penyakit berat? Menurut Prof Dr Ali Khomsan, serat berperan menyerap zat-zat yang bersifat racun bagi tubuh. Misalnya: kolesterol, lemak, dan gula darah. Oleh karena itu, serat berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, usus besar, dan organ tubuh lain. (Lani Marliani)

Manfaat Serat:

Jantung:

  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mengurangi pengerasan arteri
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menurunkan tekanan darah

Usus besar:

  • Mencegah kanker usus
  • Mencegah sembelit
  • Melunakkan feses
  • Menyerap kolesterol dan racun

Pankreas:

  • Menurunkan kadar gula darah

Artikel Terbaru

Waspadai Hantavirus, Penularannya Berkaitan dengan Tikus

Trubus.id-Pakar entomologi kesehatan dari IPB University mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus tanpa menimbulkan kepanikan. Virus zoonosis itu...

More Articles Like This