Tuesday, January 13, 2026

Fakta Tepung Bebas Gluten

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Gluten merupakan protein utama yang dapat ditemui pada gandum, gandum hitam, dan jelai. Senyawa itu tersusun atas gliadin 20—25% dan glutenin 35—40%. Pada pembuatan adonan yang mengalami pemanasan, gluten mampu membentuk sifat lengket.

Pada umumnya makanan yang mengandung gluten seperti roti, kue, dan pasta. Namun, tidak semua orang dapat mengonsumsi gluten atau biasa disebut intoleransi gluten. Musababnya dapat mengalami gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, lemas, dan nyeri sendi.

Oleh karena itu, makanan yang bebas gluten seperti tepung mocaf dan sorgum menjadi solusi. Berikut 7 fakta tepung bebas gluten.

  1. Nama ilmiah singkong Manihot esculenta. Istilah Manihot berasal dari bahasa Tupi Guarani—rumpun bahasa yang banyak tersebar di Amerika Selatan, yakni manioca berarti singkong. Sementara esculenta berarti dapat dikonsumsi.
  2. Semula tepung singkong modifikasi (modified cassava flour) itu bernama mokal. Kata itu dalam bahasa Jawa berarti tidak mungkin. Perekayasa tepung mocaf, Prof. Ir. Subagjo, M.Agr. berkeyakinan bahwa produksi tepung singkong modifikasi itu mungkin, sehingga mokal berubah menjadi mocaf.
  3. Teknologi mocaf mulai menyebar pada 2006 seperti dari Kabupaten Trenggalek, Jawa. Timur. Selain tepung, Subagjo juga berinovasi membuat beras cerdas—beras analog berbahan dasar mocaf.
  4. Nama ilmiah sorgum yakni Sorghum bicolor. Nama genus Sorghum berasal dari bahasa Italia, yakni sorgho. Sementara bicolor berarti dua warna. Nama lain sorgum yakni durra, jowari, atau milo.
  5. Sorgum diyakini berasal dari Etiopia, Afrika Utara. Manusia mulai membudidayakannya sejak 5.000—3.000 SM. Setelah dari timur laut Afrika, sorgum didistribuskan ke seluruh benua melalui jalur perdagangan Timur Tengah dan India.
  6. Di Indonesia, tanaman sorgum diperkirakan masuk pada 1925 dibawa oleh kolonial Belanda. Namun, baru berkembang pada 1940-an sebagai sumber bahan pangan pada musim paceklik.
  7. Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan produsen sorgum terbesar di dunia pada 2019 yakni Amerika Serikat yang memiliki hasil panen hingga 8,7 juta metrik ton.***
Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img