Wednesday, April 24, 2024

Konsumsi Madu Saat Puasa Atasi Radang Lambung dan Optimalkan Stamina Saat Puasa

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Konsumsi madu saat puasa bantu atasi peradangan pada lambung. Rasa perih di ulu hati salah satu gejala peradangan lambung alias gastritis. Di dalam lambung terdapat asam lambung yang berguna mencerna makanan dan membunuh bakteri.

Asam lambung diproduksi setiap waktu, sedangkan makanan hanya bertahan 4 jam di dalam lambung sebelum berlanjut ke usus. Ketika makanan habis, asam lambung justru berbalik ‘mencerna’ dan mengiritasi dinding lambung.

Itulah penyebab rasa perih dan mual di ulu hati. Untuk mengatasi peradangan pada lambung, konsumsi madu ketika sahur. Periset dari Program Studi Farmasi Universitas Islam Bandung, Sri Peni Fitrianingsih dan Ratu Choesrina, membuktikan madu efektif mengatasi tukak lambung.

Sri menduga sedikitnya jumlah luka lantaran madu bersifat antibakteri. Madu bersifat higroskopis sehingga mampu mengisap air dari cairan luka dan menyebabkan enzim glukosa oksidase bekerja aktif. Lalu menghasilkan asam glukonik dan hidrogen peroksida (H2O2 ).

Hidrogen peroksida itu bersifat labil dan terutai menjadi air serta oksigen yang mempunyai sifat antibakteri yang ampuh. Madu juga mengandung kalsium yang berperan dalam proses regenerasi sel.

Selain itu glukosa (dekstrosa) yang terkandung dalam madu membantu pengobatan penyakit aliran darah, pendarahan dan infeksi lambung. Kandungan lainnya magnesium dan silikon. Magnesium berperan menetralkan asam lambung dari efek alkohol, sedangkan silikon melapisi tukak sehingga tidak semakin parah bila terkena asam lambung.

Tidak hanya baik untuk mengatasi peradangan lambung, madu ternyata juga baik untuk menjaga stamina ketika puasa. Konsultan kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Ahmad Jumat Suhada, mengatakan, “Madu cocok untuk memenuhi gula tubuh di bulan puasa.” Suhada menjelaskan gula pada madu terdiri atas dua jenis, yakni gula dektrosa dan levulosa.

Gula dektrosa mampu memenuhi kebutuhan gula dalam waktu cepat sehingga sangat cocok untuk berbuka puasa. Sementara gula levulosa berperan menstabilkan gula darah. Dari satu sendok madu mampu mencukupi kebutuhan gula selama 12 jam.

Untuk mengonsumsi madu Suhada menyarankan konsumsi sebanyak satu sendok makan madu ketika sahur, begitu juga saat berbuka puasa. Konsumsi dapat ditambah lagi ketika malam hari. Menjalankan puasa merupakan kewajiban seorang Muslim. Meski menahan lapar dan dahaga dari fajar sampai matahari terbenam, puasa justru menyehatkan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kiat Membuka Pasar Moringa untuk Mancanegara

Trubus.id—Selama ini masyarakat tidak melirik moringa sebagai komoditas potensial. Padahal Food and Agricultural Organization (FAO) dan World Health Organization...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img