Sunday, June 7, 2026

Memanen Minyak Matahari

Rekomendasi
- Advertisement -
Bunga matahari mengandung minyak menyehatkan tubuh. (Dok. Bondan Setyawan)

Cara memperoleh minyak bunga matahari untuk menghasilkan minyak sehat.

Trubus — Syukur Ashari patut bersyukur. Warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu mencari obat untuk istrinya yang menderita hipertensi sejak 1995. Syukur bertanya ke sana kemari dan membaca beragam referensi. Jawaban hanya satu, “Saya dan istri akan konsumsi minyak bunga matahari karena mengandung kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL), omega 6, dan tinggi vitamin E,” ujar Syukur.

Syukur Ashari menekuni minyak bunga matahari sejak 1995. (Dok. Bondan Setyawan)

Sayang, mencari biji apalagi minyak bunga matahari amat sulit. Ia akhirnya membuat sendiri. Hasrat itu diwujudkan dengan membeli sekuntum bunga matahari melalui sopir pikap di pasar. “Langsung saya tanam biji-bijinya itu dan yang tumbuh dan berbunga hanya 7 tanaman,” ujar Syukur. Lelaki kelahiran Blitar 8 Agustus 1953 itu terus memperbanyak tanaman. Sejak 2001 ia mengolah biji matahari menjadi minyak.

Nutrisi terjaga

Semula Syukur mengolah biji bunga matahari menjadi santan atau minyak hasil perasan biji matahari tanpa penyaringan. Proses produksi mirip pembuatan santan kelapa. “Santan matahari itu saya untuk campuran makan sehari-hari. Badan jadi enak,” ujar pria 67 tahun itu. Syukur pun berhenti kontrol kesehatan ke dokter sejak konsumsi santan matahari. Padahal, sebelumnya ayah empat anak itu rutin kontrol ke dokter, sepekan sekali.

“Saya punya penyakit kolesterol tinggi terutama trigliserida. Jalan agak susah. Sejak makan santan dari bunga matahari saya bisa berjalan lancar hingga berlari. Istri yang terkena hipertensi juga perlahan-lahan membaik,” ujarnya. Pada 2001 akhirnya Syukur mampu membuat minyak murni asal biji bunga matahari yang lebih mudah dikonsumsi. Ia belajar mengolah minyak matahari dari anakya yang kuliah di Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung.

Syukur Ashari mendatangkan biji bunga matahari 5 ton per bulan dari Tiongkok. (Dok. Bondan Setyawan)

Ia mengolah biji bunga matahari kering dengan cara memeras. Biji bunga matahari siap oleh harus kering. Cirinya ketika digigit bunyi “kletak”. Syukur hanya memerlukan alat pres untuk mengempa bii matahari. Kapasitas alat itu mencapai 700 kg. Lama waktu prosesnya sekitar sepekan. “Caranya tinggal diperas saja dengan mesin pres. Baru setelah itu proses penjernihan dengan teknik dan bahan tertentu,” ujarnya (lihat ilustrasi: Peras Biji Bunga Matahari).

Minyak produksi kakek enam cucu itu berwarna bening kekuningan. “Itu menunjukkan nutrisinya masih bagus. Beda dengan yang bening tanpa warna. Yang bening tanpa warna, nutrisinya sudah banyak yang berkurang,” ujar Syukur yang melayani penjualan minyak matahari. Sayangnya, bunga matahari di lahannya kerap gagal panen karena cuaca tak menentu. Oleh karena itu, Syukur mengandalkan biji bunga matahari impor asal Tiongkok sejak 2010.

Syukur mendatangkan 5 ton biji bunga matahari per bulan. Pengepresan biji matahari menghasilkan 1—1,5 ton minyak atau rendemen sekitar 20%. Semula Syukur menjual minyak matahari dalam botol berkapasitas 250 cc. Namun, banyak konsumen yang salah paham tentang penggunaannya. Mereka justru mengoleskan minyak itu di bagian tubuh tertentu seperti tangan dan kaki. Padahal, seharusnya mereka mengonsumsinya.

Minyak biji bunga matahari mengandung omega 6 dan tinggi vitamin E. (Dok. Bondan Setyawan)

Syukur akhirnya mengemas minyak biji bunga matahari dalam bentuk kapsul berbobot 650 mg. Ia lalu memasukkan 60 kapsul minyak matahari ke dalam sebuah botol. Harga eceran tertinggi Rp60.000 per botol. Kalau harga pasaran di apotek-apotek Rp50.000. Ia menjual kapsul minyak matahari di apotek-apotek dan pedagang. Jangkauan wilayahnya ke seluruh penjuru Nusantara seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, hingga Papua.

Volume penjualan 12.000 botol per bulan. Pada awal penjualan produknya pada 2005, ia meraup omzet sekitar Rp50 juta per bulan. Kini setelah 4—5 tahun menyelami minyak biji bunga matahari, omzetnya di atas Rp300 juta. “Usaha minyak biji bunga matahari akan semakin berkembang karena masyarakat kita dituntut untuk hidup sehat,” ujarnya. Hingga kini, Syukur mampu mempekerjakan 40 orang di bagian pengolahan atau pabrik dan penjualan.

“Sejatinya peluang besar di bagian penjualan, tetapi malah banyak anak muda yang ingin melamar kerja di bagian produksi atau di pabrik,” ujarnya. Kendala utama Syukur berbisnis minyak bunga matahari saat ini daya beli konsumen agak turun hingga 30%. (Bondan Setyawan)


Artikel Terbaru

Cangkang Udang Jadi Sumber Astaxanthin Bernilai Tinggi

Cangkang udang yang selama ini terbuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui inovasi berbasis bioteknologi, limbah tersebut...

More Articles Like This