Tuesday, February 27, 2024

Patuh Petuah Hippokrates

Rekomendasi
- Advertisement -
Kedelai hitam tergeser kedelai kuning karena olahannya kalah cantik.

 

Upaya menjaga kebugaran tubuh dengan rutin mengonsumsi pangan fungsional seperti bluberi, kedelai, dan lemon.

Bapak kedokteran dunia, Hippokrates, mengungkapkan, jadikan makanan sebagai obat. Bukan sebaliknya, obat sebagai makanan. Konsumsi pangan fungsional—bahan pangan karena kandungan komponen aktif sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan—upaya menjaga kesehatan. Sekadar contoh kedelai mengandung fitoestrogen, yakni zat serupa hormon estrogen pada perempuan. Zat itu mencegah penyakit degeneratif pada kaum hawa pascamenopause.

Zat bermanfaat lain dalam kedelai adalah tokoferol atau vitamin E, betakaroten alias vitamin A, serta berbagai jenis isoflavon. Berbagai zat itu mencegah kerusakan dan mempertahankan fungsi kulit. Bahkan, isoflavon kedelai menghambat perbanyakan sel tumor kulit pada tikus (baca “Kulit Cantik Karena Kedelai” halaman 60—61). Konsumsi kedelai secara rutin membantu menjaga kesehatan tubuh.

Konsumsi teratur

Berawal dari industri rumahan, kini industri besar juga membuat susu kedelai.

Menurut purnatugas peneliti di Fakultas Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Mary Astuti, “Dalam kisah Sri Tanjung, tertulis kadhele—bahasa Jawa kedelai, red.—tumbuh di daerah yang sekarang menjadi Banyuwangi.” Kisah pada abad ke-13 itu menegaskan kedelai sebagai salah satu tanaman pangan Nusantara. Semula produsen tempe menggunakan kedelai hitam yang sejak sebelum periode Hindu tumbuh di tanah air.

Mary mengatakan, jejak penanaman kedelai hitam tercantum dalam serat Sri Tanjung yang mengisahkan asal-usul Banyuwangi. Perdagangan internasional masa lalu membawa kedelai asal Tiongkok ke tanah air. Biji besar dan warna kuning menarik membuat Glycine max itu menjadi primadona baru. Pendatang itu menjadi andalan produsen tempe. “Kulit ari kedelai kuning cenderung transparan sehingga menghasilkan tempe yang tampak bersih menggiurkan,” kata Mary.

Masyarakat Nusantara pun mulai mengenal olahan kedelai asal Tiongkok, seperti tauco atau tahu. Sebagai pendatang, kesuksesan kedelai kuning menggeser kedelai hitam membuat pemanfaatannya kian meluas. Susu kedelai—olahan yang populer sejak dekade 1980-an—mulai digarap industri minuman kemasan sejak pergantian milenium. Semula, susu kedelai hanya diproduksi industri rumah tangga.

Kini di pasar juga tersedia minyak kedelai dan masker kedelai untuk kesehatan. Sejatinya, minyak kedelai—bersama minyak jagung dan minyak bunga matahari—sejak lama digunakan di negara barat sebagai minyak goreng, bukan minyak sehat. Pangan fungsional lain yang naik daun pada du atahun terakhir adalah lemon. Gaya hidup menikmati air infusan atau infused water mendongkrak popularitas lemon.

Antioksidan bluberi melebihi tomat.

Seperti kedelai kuning, kehadiran lemon menjadi alternatif jeruk nipis lokal. Jika semula jeruk masam itu hanya tersedia di gerai pasar modern, kini tukang sayur keliling pun menyediakannya. Teknologi informasi, terutama soal manfaat kesehatan, membantu popularitas jeruk pendatang itu. Makin banyak yang membuktikan manfaat itu sehingga penggunanya pun bertambah. Cara konsumsinya pun beragam, seperti diperas untuk membuat minuman, direndam untuk air infusa, atau sekadar sebagai penghias (dressing) salad (baca “Lemon Akhiri Kulit Kusam” halaman 56—58).

Bluberi yang semula banyak tumbuh di mancanegara, kini juga mampu berproduksi di Indonesia. Beberapa pekebun suskes membuahkan komoditas pendatang itu. Buah yang menggemari iklim subtropis itu ternyata mempunyai daya antioksidan kuat, melebihi tomat atau anggur (baca “Beri Biru Atasi Kanker” halaman 62—64). Itu sebabnya bluberi pun layak menjadi bagian perawatan kesehatan harian.

Harap mafhum, penderita kanker, terutama kanker kulit, sulit tampil cantik. Produk kesehatan berbasis buah bluberi pun makin banyak tersedia sehingga manfaat antioksidan mudah dipetik. Konsumsi buah bluberi, kedelai, dan lemon secara teratur upaya membentengi tubuh dari penyakit. Pangan fungsional itu laksana obat yang berkhasiat bagi kesehatan sebagaimana petuah Hippokrates. (Argohartono Arie Raharjo)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img