Saturday, January 24, 2026

Perontok Padi Tenaga Surya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Indonesia sebagai negara di garis khatulistiwa memang potensial untuk memanfaatkan tenaga asal matahari. Warga di Desa Geluntung, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, I Gusti Ngurah Agung Putradhyana, S.T. melirik potensi itu.

Ia berkreasi membuat  beragam mesin pertanian tenaga surya. Salah satunya perangkat purwarupa (prototipe) berupa mesin perontok padi. Petani padi yang pernah mencoba alat itu adalah Kabeh Ardana, S.T. Ia merontokkan padi di sawah seluas 1.600 m2

“Kala itu panen sekitar 900 kg,” katanya. Menurut Kabeh, kapasitas alat baru 450 kg per 12 jam. Namun, tidak ada kendala dari sisi teknis. Mesin sudah bisa beroperasi 12 jam per hari tanpa berhenti. 

Baterai pun relatif awet. Harap mafhum, ketika digunakan alat pun masih bisa menyerap energi karena panel surya dipasang di atas mesin. 

Menurut Gung Kayon— panggilan akrab I Gusti Ngurah Agung Putradhyana, S.T.—dua panel surya masing-masing berukuran 50 cm x 67 cm di atas mesin juga berfungsi sebagai kanopi atau peneduh.

Panel surya itu bisa mengisi daya pada baterai masing-masing 50 watt per jam. Menurut Kabeh, mesin masih potensial ditingkatkan, antara lain dari segi efisiensi dan kecepatan.

“Jika bisa lebih cepat tentu makin ekonomis,” kata Kabeh. Harap mafhum, setiap kali panen tenaga kerja yang dibutuhkan ratarata hingga 10 orang sehari. Jika menggunakan mesin cukup 2 orang

Menurut peneliti di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha, Gede Widayana, radiasi surya di Indonesia di Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m2 /hari.

Variasi bulanan sekitar 10%, dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Adapun potensi penyinaran matahari ratarata Indonesia sekitar 4,8 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img