Durian golden tahan kanker batang. Citarasanya pun lezat.
Enam puluh pohon durian di kebun Andy Putra Barito Susanto nyaris meregang nyawa akibat serangan penyakit kanker batang pada 2011. Dari 180 pohon, hanya 40 pohon durian yang selamat dari serangan cendawan Phytophthora palmivora itu. Ketika itu sepanjang 2010 hingga awal 2011 hujan mengguyur kebun durian di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sepertiga populasi—setara 60 tanaman—durian monthong, chanee, dan sebagian durian lokal menghitam batangnya.
Ketika Andi Putra Barito Susanto menekan batang, keluar lendir yang berbuih. Penyakit itu pun terus menyebar dan menular ke tanaman lain. Bila dibiarkan noda hitam mengelilingi lingkar batang, lalu menembus inti batang, dan tanaman pun mati. Beruntung sang pemilik segera mengerok luka hingga menemukan batang sehat, lalu mengoleskan fungisida kontak berbahan aktif parametrin dan fungisida sistemik mankozeb 80%. Dengan cara itu 59 tanaman selamat dari kematian. Hanya 1 pohon yang terlambat ditolong karena noda hitam sudah melingkari batang (baca: Setelah Musuh Besar Menyerah, Trubus, Februari 2012).
Pengobat hati
Menurut Andy, 80% tanaman terserang ialah varietas monthong. Sisanya chanee dan durian lokal tanpa nama. Anehnya 40 pohon durian okulasi tanpa nama asal Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, tak dijamah Phytophthora palmivora. Mereka aman dari serangan penyakit mematikan itu. “Secara genetik monthong memang rentan terhadap kanker batang,” kata kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor, Prof Sobir PhD.
Ucapan Sobir itu diperkuat riset Deni Emilda dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat. Riset Deni Emilda pada 2006 membandingkan daya tahan 16 varietas durian lokal, introduksi dari Malaysia, dan introduksi dari Thailand. Ia memetik, melukai, dan menginfeksi daun durian dengan cendawan Phytophthora palmivora. Deni lalu meletakkan daun yang telah diinfeksi pada cawan petri dan mendiamkan selama 7—14 hari. Setelah sepekan pascasimpan, daun monthong menunjukkan gejala paling parah dengan intensitas serangan 100%.
Sementara chanee 50%, baru pada 14 hari kerusakan chanee mencapai 81%. “Jadi kedua varietas itu tergolong sangat rentan,” kata Deni. Varietas lokal dan introduksi dari Malaysia bervariasi 5—80%. Pantas 40 durian tanpa nama itu menjadi pengobat hati Andy. “Di saat monthong mogok buah, mereka malah lebat buah,” kata Andy. Pohon yang kini berumur 10 tahun itu masing-masing miminal digelayuti 70 buah berbobot 1,5—3 kg. Di kebun Andy itu durian tanpa nama itu belajar berbuah umur 5 tahun.
Buah durian tanpa nama itu pun menarik: kulitnya hijau kekuningan dengan daging buah kuning cerah. Lantaran sosok itu pula, seorang pelanggan Andy menjulukinya durian golden alias emas. Saat Trubus mencicip buah pada awal 2013, rasa manis terasa lengket di lidah dan sedikit pahit. “Saat ini golden jadi durian favorit pelanggan,” kata Andy.
Agak tahan
Sejatinya, menurut ahli durian di Provinsi Kalimantan Utara, Dr Lutfi Bansir SP MSi, durian tahan kanker batang bukan hanya golden. Durian asal Malaysia seperti D-2, D-10, MDUR-79, dan MDUR-88 pun tahan kanker batang. “Durian unggul lokal kita juga banyak tahan,” kata Lutfi. Sebut saja ripto, jingga, plangkrongan, simemang, kholil, menoreh, dan perwira. Sayang, kebanyakan mereka spesifik lokasi sehingga kualitas buah berubah saat ditanam di luar daerah asal.
Bila golden terbukti produktif di kebun Andy, ia bisa menjadi pilihan untuk dikembangkan. Menurut Lutfi, meskipun durian-durian itu tergolong tahan kanker batang bukan berarti benar-benar kebal. “Bila sistem budidaya keliru, bisa jadi pertahanan bobol sehingga terserang juga,” katanya. Pengalaman Lutfi ada 4 penyebab cendawan Phytophthora palmivora akhirnya menyerang durian. Sebut saja kelelahan berbuah, stres akibat dirangsang paklobutrazol, kelembapan air tanah dangkal, dan pemupukan pupuk kandang yang tidak bijak.
Dua yang disebut pertama membuat tanaman lemah. Dinding sel pun menjadi lemah sehingga sang musuh gampang menembus sel tanaman. Sementara penyebab ketiga membuat kondisi daerah perakaran lembap. Suasana itu disukai cendawan untuk berkembang biak dalam tanah. “Yang terakhir karena pupuk kandang mengandung mikrob patogen kelompok phytopthora,” kata Lutfi. Oleh karena itu, menurut Lulfi, pastikan pupuk kandang yang diberikan sudah matang dengan komposisi mikrob baik yang lebih banyak.
Bila telanjur terserang, cara Andy mengusir dengan mengoleskan fungisida kontak parametrin dan fungisida sistemik mankozeb 80% dapat dilakukan. Siasat lain dengan teknik Bernard Sadhani di Cianjur, Jawa Barat. Ia menginjeksi larutan fungisida sistemik merek Folirtos ke dalam batang tanaman setiap usai berbuah. Dosisnya 10—20 cc per tanaman tergantung ukuran pohon yang dilarutkan air dengan perbandingan 1:2 (Baca: Tak Ada Lagi Musuh Besar di Kebun Bernard, Trubus, Maret 2006). Yuk, tanam raja buah yang kebal cendawan. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)
FOTO:
- Saat sepertiga durian monthong di kebun Andy Putra Barito terserang kanker batang, 40 durian golden luput dari serangan
- Warna daging buah durian golden yang cerah dan rasanya legit disukai pelanggan di kebun Andy
- Durian lokal seperti perwira tergolong kebal terhadap serangan Phytophthora palmivora
