Monday, August 15, 2022

Redam Harga Daging Sapi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Arief Daryanto PhD
Arief Daryanto PhD

Seperti tahun-tahun sebelumnya harga pangan termasuk daging sapi mengalami kenaikan menjelang Ramadan dan hari Idul Fitri. Lonjakan harga daging sapi selalu menguras energi pemerintah karena menjadi persoalan publik. Semua orang membicarakannya. Kenaikan harga daging sapi kini dikhawatirkan menggerus daya beli masyarakat Indonesia.

Presiden Joko Widodo memerintahan kepada para menteri terkait untuk tidak sekadar menstabilkan harga, justru untuk menurunkan harga daging sapi di bawah Rp80.000 per kilogram. Sebagai barang konsumsi pokok, gejolak harga daging sapi berpotensi menimbulkan dampak ekonomi, sosial, dan politik secara nasional. Oleh sebab itu daging salah satu komoditas yang penting untuk dikendalikan pemerintah di antaranya melalui pengaturan pasokan dan stabilisasi atau bahkan penurunan harga.

Picu inflasi
Dalam hal pengaturan pasokan dan stabilisasi harga, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk menurunkan harga daging sapi. Upaya-upaya itu antara lain melakukan operasi pasar, mengimpor 22.000 sapi indukan dari Australa, dan mengoperasikan kapal ternak pertama (KM Camara Nusantara 1). Selain itu pemerintah juga mengimpor daging sapi (termasuk daging lidah yang sebelumnya terlarang) dan menerbitkan paket ekonomi jilid IX.

Paket ekonomi itu antara lain bertujuan untuk menstabilkan harga daging sapi—mengatur pasokan dalam negeri dan sumber impor yang baru termasuk Brasil dan India. Upaya lain adalah pembentukan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) untuk memperkuat kelembagaan di bidang pengembangan bibit sapi potong yang dilakukan melalui kerja sama kelompok peternak, perguruan tinggi, pengelola, investor, dan Dinas Peternakan.

Meski pemerintah melakukan berbagai upaya ternyata harga daging sapi terus naik ke tingkat Rp120.000—Rp130.000 per kg. Berbagai upaya pemerintah terbukri tidak efektif. Itu karena upaya pemerintah bersifat jangka pendek, tanpa perencanaan yang baik. Para menteri terkait pun tidak satu derap langkah. Pengendalian harga daging sapi membutuhkan perencanaan jangka panjang, koordinasi, dan komunikasi yang efektif.

Tidak kalah penting pemerintah harus memahami akar masalahnya. Daging sapi merupakan komoditas yang penting bagi masyarakat Indonesia. Komoditas itu termasuk barang pokok. Walaupun proporsi pengeluaran rumah tangga tidak besar (sekitar 1 persen) dari total pengeluaran rumah tangga), harga komoditas daging sapi sangat memengaruhi besaran indeks harga (inflasi).

Permintaan dan penawaran.

Harga daging sapi mempengaruhi indeks inflasi.
Harga daging sapi mempengaruhi indeks inflasi.

Harga daging sapi kini masih tinggi dan berfluktuasi sehingga tingkat inflasi pun sangat ditentukan oleh kondisi harga komoditas itu. Gejolak dan fluktuasi harga yang tidak terkendali dapat menyebabkan ketidakpastian pelaku usaha dan meresahkan masyarakat konsumen. Harga daging sapi sangat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari sisi permintaan dan penawaran.

Permintaan terhadap daging sapi selalu meningkat pada masa yang akan datang karena beberapa faktor utama, yaitu pertama pertumbuhan penduduk, pertumbuhan pendapatan, semakin banyaknya penduduk kelas menengah, urbanisasi, perubahan gaya hidup, harapan hidup semakin besar, dan bertambahnya penduduk usia tua. Kedua, permintaan terhadap makanan yang siap masak (ready to cook) dan siap santap (ready to eat) semakin meningkat, terutama di perkotaan.

Ketiga, semakin banyaknya Quick Service Restaurant, pasar swalayan, dan hypermarket yang menawarkan beragam komoditas dan produk olahan daging sapi. Keempat, daging sapi memiliki peran sebagai penyedia protein hewani seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya mengonsumsi nutrisi asal ternak. Kelima, ekspektasi harga terutama pada waktu hari-hari besar keagamaan—Ramadan, Lebaran, dan Tahun Baru.

Saat bulan puasa dan Lebaran, tradisi mudik dan kumpul keluarga serta silaturahmi melonjakkan permintaan terhadap bahan makanan seperti daging sapi. Itu bersifat musiman dan sementara. Dengan demikian, kalau terjadi kenaikan harga yang wajar pada saat-saat spesial itu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Pemenuhan kebutuhan daging sapi di dalam negeri dilakukan melalui tiga sumber yaitu sapi lokal, sapi impor, dan daging impor.

Koordinasi
Ketidakjelasan jumlah pasokan dari ketiga sumber itu menjadi pendorong kenaikan harga. Faktor-faktor penentu harga daging sapi dari sisi penawaran adalah jumlah populasi ternak sapi, tingkat upah, suku bunga modal, harga riil sapi, pengaturan sistem tataniaga antarpulau, dan sistem mekanisme penentuan waktu importasi (daging, sapi bakalan, dan sapi siap potong) yang dilakukan secara berkala (triwulanan).

Sapi menjadi komoditas penting. Pemerintah berupaya mengendalikannya dengan mengatur pasokan.
Sapi menjadi komoditas penting. Pemerintah berupaya mengendalikannya dengan mengatur pasokan.

Pengaturan berkala yang tidak disiplin, tidak memungkinkan kita melakukan kontrak jangka panjang. Negara eksportir sapi yang utama (Australia) tentu lebih memilih untuk menjual sapi ke negara importir lain yang lebih memberikan kepastian usaha. Agar ke depan tidak menghadapi persoalan yang sama, perencanaan yang sifatnya holistik dan jangka panjang sangat diperlukan.

Upaya pemerintah setidaknya diarahkan untuk mengatasi 5 hal utama. Pertama, menjamin ketersediaan pasokan daging sapi (produksi daging lokal, impor dan stok) sesuai dengan pola musimannya. Kedua, meningkatkan keterjangkauan (daya beli) konsumen. Ketiga, menjamin kelancaran distribusi pasokan dagng sapi dari sentra produksi ke tempat-tempat yang memerlukannya.

Keempat, melakukan upaya-upaya menurunkan harga daging sapi dengan membuka keran impor dan diumumkan jauh-jauh hari sehingga harga daging sapi belum sempat melonjak. Kelima, komunikasi dan koodinasi yang efektif sangat penting dilakukan dalam mengendalikan ekspektasi dan spekulasi. (Arief Daryanto PhD, Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis, Sekolah Bisnis IPB)

Previous articleAndal Atasi Aral
Next articleRayuan Harga Kelapa
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img