Sunday, August 14, 2022

Satu Sorgum Banyak Olahan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Gula pasir sorgum memiliki indeks glikemik rendah yakni 53.

Beragam produk turunan sorgum seperti kecap, beras, sirop, dan tepung bebas gluten tersedia di pasaran.

Direktur PT Sedana Panen Sejahtera, Novan Satrianto.

Trubus — Warna, bentuk butiran, dan ukuran gula sorgum persis gula pasir. Rasanya pun murni manis. Tak ada jejak rasa batang sorgum Sorghum bicolor. Satu sendok gula sorgum membuat secangkir teh hangat terasa manis. Bila tak jeli melihat label kemasan, konsumen mengira itu sebagai gula tebu. Gula salah satu olahan dari batang sorgum yang kini tengah populer.

Gula pasir berlabel Sorghum Foods itu produksi PT Sedana Panen Sejahtera. Menurut Direktur PT Sedana Panen Sejahtera, Novan Satrianto, gula pasir asal sorgum memiliki indeks glikemik rendah yakni 53. Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat diproses menjadi glukosa di dalam tubuh. Penderita diabetes dapat mengonsumsi gula pasir sorgum untuk menjaga gula darah tetap normal.

Produk turunan

Novan mengatakan, “Salah satu misi kami adalah membuat makanan sehat yang enak. Ada seorang kolega menantang kami untuk membuat kecap.” Perusahaan itu membuat kecap berbahan sorgum. Kecap asal batang tanaman anggota famili Poaceae itu hitam pekat dan kental dengan aroma manis persis kecap kedelai. Novan memproduksi kecap manis dan kecap manis premium.

Varian premium terbuat dari 100% nira sorgum dan bumbu sedangkan varian reguler persentase nira lebih rendah. Kedua jenis kecap itu tanpa campuran kedelai sama sekali. Novan tidak lagi menggunakan biji kedelai untuk fermentasi, tetapi biji sorgum. Menurut Novan kecap manis reguler cocok untuk konsumsi langsung sebagai teman santap gorengan.

Beras merah sorgum cocok bagi pelaku diet. (Dok. Organic Center)

Sementara itu, varian premium lebih sesuai untuk campuran masakan seperti teriyaki. Para vegetarian amat menyukai gula pasir dan kecap sorgum lantaran rasanya tak berbeda dengan produk sejenis. Beberapa orang yang alergi makanan berbahan kedelai juga memburu kecap sorgum.

Olahan sorgum lain berupa sirop, beras dan tepung karya Sedana Panen Sejahtera. Sirop terbuat dari nira. Adapun beras sorgum terdiri atas beras putih dan merah. Kecap dan tepung Sorghum Foods teruji bebas gluten sehingga aman bagi penderita autisme. Peneliti senior Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (Seameo Biotrop), Dr. Ir. Supriyanto, DEA, mengatakan lidah orang Indonesia belum terbiasa mengonsumsi sorgum.

Namun, jika telah diubah menjadi tepung dan produk turunannya, masyarakat akan menerima. “Bahan apa saja kalau sudah diubah menjadi tepung, orang tidak lagi mengenali bahan bakunya. Mi masih menjadi favorit masyarakat jika berkaitan dengan produk turunan tepung,” kata Supriyanto. Beras dan tepung asal biji sorgum memiliki daya serap air tinggi. Supriyanto menuturkan, konsumsi sorgum memberikan rasa kenyang yang lebih lama sehingga cocok bagi pelaku diet.

Gula Cokelat

Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pabrik Sedana Panen Sejahtera memproduksi beragam bahan pangan asal sorgum sejak 2016. Novan dan tim melirik potensi cantel—sorgum dalam bahasa Jawa—pada 2011. “Kami mempelajari sorgum semula untuk bioenergi. Rencananya kami produksi bioetanol dari nira dan biopelet dari ampas nira,” ujar alumnus Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Gula cokelat (brown sugar) asal nira sorgum.

Novan dan tim menguji coba 30 kultivar sorgum lokal dan introduksi di Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya terpilih empat kultivar yakni dua kultivar dengan kadar gula tertinggi dan dua kultivar dengan produksi biomassa terbanyak. Menurut pengusaha berusia 33 tahun itu kadar gula sorgum sangat tinggi mencapai 21º briks. Lazimnya varietas sorgum manis mengandung gula 16—17º briks.

Namun, Novan dan tim berganti haluan. Mereka tak lagi menargetkan produksi bioetanol dan biopelet, tetapi bahan pangan. Novan mengatakan, “Ada potensi gula dari sorgum. Penanamannya lebih singkat daripada tebu. Kami bekerja sama dengan berbagai lembaga riset gula.” Jadilah ia dan tim Sedana menanam dua kultivar sorgum manis sebagai bahan gula.

Nun di Kota Pekanbaru, Riau, PT Langkah Hijau Bersama juga memproduksi bahan pangan sorgum seperti gula pasir dan beras. Gula pasir berlabel Organic Center itu juga mengantongi hasil uji indeks glikemik rendah yakni hanya 53,7. Kini Novan menyiapkan beberapa produk baru seperti gula pasir cokelat (brown sugar), cuka, bubur instan, dan camilan agar konsumen mudah memperoleh pangan bebas gluten dan indeks glikemik rendah. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img