Tuesday, January 13, 2026

Sorgum Jadi Harapan Baru untuk Pangan Lokal dan Industri Hilir di Bandung

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Panen sorgum varietas bioguma di kawasan Seinfarm (Sekemala Integrated Farming), Kota Bandung, menjadi salah satu langkah dalam mendorong pemanfaatan sorgum sebagai tanaman pangan. Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama antara Sorgum Center Indonesia dan Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTT) BRIN.

Prof. Wisnu Cahyadi, Direktur Sorgum Center Indonesia, menyampaikan bahwa panen ini merupakan bagian dari program pengembangan industri sorgum yang sudah berjalan hampir dua tahun. Ia menjelaskan bahwa sorgum yang ditanam tidak hanya dimanfaatkan untuk bulirnya, tetapi juga akan diolah menjadi berbagai produk turunan.

“Kami bekerjasama dengan PRTT BRIN untuk menanam sorgum di kawasan Sekemala Integrated Farming, Kota Bandung. Kami hari ini sudah melakukan panen perdana untuk sorgum jenis bioguma. Setelah panen ini, kita akan coba diolah menjadi beberapa produk. Yang di antaranya adalah nanti akan kita buat produk gula dengan pakannya, kemudian dengan hasil panen yang lainnya, termasuk bulir,” jelas Prof. Wisnu.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BRIN telah membuka peluang riset pengolahan sorgum secara lebih luas. Ia berharap kerja sama lintas lembaga dapat terus diperkuat mengingat sorgum adalah tanaman multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk pangan sehat, pakan, energi, dan pupuk.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bahwa kegiatan ini bersama-sama dengan lembaga-lembaga yang mendukung program kami tentang pengembangan industri sorgum. Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti di sini, karena sorgum ini perlu beberapa lembaga yang terkait untuk mengembangkan industrinya,” tambahnya.

Sementara itu, Sandi Darniadi, peneliti dari Pusat Riset Teknologi Tepat Guna BRIN, menjelaskan beberapa penelitian menghasilkan berbagai prototipe alat seperti open pan cooker, vacuum evaporator, roller press, serta alat penepung dan pengayak gula.

Menurutnya, seluruh alat tersebut dirancang agar tepat guna, hemat energi, dan cocok digunakan oleh pelaku UMKM. Produk gula semut dan sirup dari sorgum juga telah dianalisis agar memenuhi standar kualitas seperti gula dari aren maupun tebu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa sorgum yang ditanam kali ini memang ditujukan khusus untuk menghasilkan gula. Kandungan kemanisannya tinggi dan bisa bersaing dengan tanaman lain. Selain itu, sorgum juga memiliki keunggulan dari sisi kesehatan serta potensi pengolahan menjadi makanan, minuman, bahkan energi alternatif.

“Kita melakukan uji coba penanaman sorgum. Ini menarik karena selain untuk diversifikasi pemenuhan pangan, juga punya nilai manfaat lebih. Kami kolaborasi dengan Sorgum Center Indonesia, Universitas Pasundan, BRIN, dan beberapa pihak lainnya yang selama ini membantu. Tidak hanya soal tanam-menanam, tapi juga olahan lanjutannya,” ujarnya pada BRIN TV.

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img