Monday, August 8, 2022

Tak Tanam Tebu di Bibir

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tebu varietas baru: tinggi produksi, tinggi rendemen, dan bebas penyakit.

Omzet Muhammad Irawan Nusantara dari ladang tebu menjulang. Pekebun di  Desa Turu Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, itu menuai 210 ton dari lahan 1,5 ha. Padahal pada periode tanam sebelumnya, yakni pada 2009, ia hanya menuai 168 ton batang Saccharum officinarum dan mendulang laba hampir Rp61-juta. Saat itu ia membudidayakan varietas BL.

Padahal, biaya produksi, masa tanam, dan harga jual relatif ajek. Biaya produksi mencapai Rp21–juta per ha, masa tanam 12 bulan, dan harga jual  di tingkat pekebun Rp55.00 per 100 kg. Apa kunci peningkatan hasil hingga 20% itu? Sejak 2011 Irawan menanam varietas tebu baru: PSJK-922 yang mampu menghasilkan hingga 140 ton per ha. Produksi meningkat, maka laba pekebun tebu itu terkerek menjadi Rp84-juta dari lahan 1,5 ha. Produksi tebu itu jauh di atas rerata produksi nasional yang hanya 100 ton per ha.

Hormon

Ir Budiarto MMA (berkaos hijau): “PSJK 922 dan VMC76-16 bisa menjadi andalan petani tebu”
Ir Budiarto MMA (berkaos hijau): “PSJK 922 dan VMC
76-16 bisa menjadi andalan petani tebu”

Selain produksi membubung, tebu baru itu tahan serangan penggerek batang dan pucuk akibat serangan bakteri Chilo sacchariphagus dan Scirpophaga nivella, penyakit mosaik akibat serangan Marmor sacchari, serangan Clavibacter xyli penyebab luka api, dan bakteri Xanthomonas albikincans penyebab blendok. Keruan saja pundi-pundi petani tebu sejak 2008 itu menebal.

Pemerintah merilis varietas PSJK-922 itu pada permulaan 2012. Nama PSJK sejatinya akronim Pasuruan Jengkol, tempat kelahiran varietas baru tanaman asli Papua Nugini itu. Harap mafhum, varietas unggul itu hasil kerja sama antara Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X di Jengkol, Kabupaten Kediri, keduanya di  Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Gula PTPN X, Ir Budiarto MMA, varietas PSJK-922 juga berendemen tinggi, yakni 9%. Artinya, sekuintal batang tebu hasil panen menghasilkan 9 kg gula pasir. Bandingkan dengan varietas sebelumnya seperti BL yang hanya menghasilkan 8 kg gula per kuintal tebu segar atau rendemen hanya 8%. Peningkatan rendemen 1% sangat signifikan.

Kelebihan lain varietas PSJK-922  adalah memiliki pelepah yang mudah lepas. “Kelebihan itu mempermudah proses pemanenan,” kata Budiarto. Selain itu, PSJK-922 memiliki diameter batang 3,1—3,5 cm dan kerapatan 10—15 batang per m2. “PSJK cocok untuk lahan sawah dan tegalan lantaran perakarannya cocok untuk lahan beririgasi,” tutur alumnus Jurusan Agribisnis Universitas Islam Kediri itu.

Pemeliharaan tanaman kerabat padi itu pun sama dengan varietas sebelumnya. Mula-mula Muhammad Irawan Nusantara menanam bibit sepanjang 1,5 meter dengan 10—12 mata tunas dan jarak antarbibit 1,2 x 1,2 m. Kemudian ia membenamkan 20 ton pupuk kandang sapi terfermentasi dan 6 ton bokasi per ha sebagai pupuk dasar. Selang 3 hari, ayah 3 anak itu membenamkan 350 kg per ha pupuk Phonska. Sebulan kemudian, ia menambahkan pupuk susulan berupa 350 kg pupuk Phonska dan 350 kg pupuk ZA per ha.

Tiga hari berikutnya, pekebun tebu sejak 10 tahun silam itu menyemprotkan 3,5 liter zat pengatur tumbuh per hektar. Pria ramah itu mengencerkan 200 ml zat pengatur tumbuh dalam 14 liter air. Penyemprotan hormon pengatur tumbuh bertujuan merangsang pertumbuhan tunas belia menjadi batang tanaman dewasa. Bulan ketiga pascatanam, ia mengulang pemupukan dengan dosis seperti pemupukan pada bulan pertama.

Total jenderal, selama 12 bulan masa tanam Irawan membenamkan 20 ton pupuk kandang, 6 ton bokasi, 1.050 kg Phonska, dan 700 kg ZA. Sementara total biaya pemupukan berikut tenaga kerja mencapai Rp12-juta—Rp13-juta. Sebelumnya, ia mesti menyemprotkan insektisida untuk menghalau serangan hama. Dengan PSJK, hal itu tidak perlu lagi. Ia pun tinggal menunggu panen pada bulan ke-12 pascatanam.

Tahan

P3GI dan PTPN X juga merilis VMC 76-16, hasil introduksi dari Filipina. Produktivitas VMC—singkatan Victory Milling Company, pabrik gula di Filipina—mencapai  110 ton per ha dengan rendemen 10,02%. Kerapatan VMC berkisar 8—10 batang per meter persegi, diameter batang 2,5—3 cm, dan kadar sabut 15,04%. Seperti PSJK-922, VMC juga tahan serangan hama dan penyakit.

Menurut Budiarto, keduanya toleran hama penggerek batang dan penggerek pucuk, penyakit mosaik, penyakit luka api, blendok, dan pohkabung alias layu fusarium. “Hama utama tebu adalah penggerek batang lantaran setiap 1% kerusakan mengurangi 0,5% bobot tebu,” kata Budiarto. Menurut Eko Suassono dari bagian pengendali mutu Pabrik Gula Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kota Mojokerto, Jawa Timur, luas total penanaman PSJK-922 dan VMC 76-16 pada 2013 mencapai 2.823,25 ha.

“Lahan-lahan itu sebelumnya ditanami tebu PS-864 dan BL,” kata Eko. Produktivitas keduanya, PS-864 dan BL, sejatinya terbilang lumayan, yakni 120 ton dan 94,3 ton per ha dengan rendemen masing-masing 8,34% dan 7,51%. Masalahnya, PS-864 agak tahan hama penggerek pucuk sementara BL hanya peka terhadap penggerek batang dan penggerek pucuk.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil, rata-rata rendemen tebu nasional pada 2011 sekitar 7,8% dengan produkitivitas 80 ton per hektar. “Sulit mendapatkan bibit berkualitas bagus, yaitu tebu dengan produktivitas dan rendemen tinggi,” tutur Arum Sabil. Dengan harga tebu rata-rata sekitar Rp35.000 per 100 kg, petani bisa untung jika menanam tebu dengan rendemen minimal 8% dan produktivitas paling minim 100 ton per ha. Itu bisa tercapai jika petani menanam PSJK dan VMC. Percayalah itu bukan menanam tebu di bibir atau hanya manis di mulut. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img