Tuesday, June 16, 2026

Tentang Pendamping Raja

Rekomendasi

Kunci pertama sukses mengebunkan durian: sediakan pendamping yang tepat.

Kehadiran jenis-jenis durian baru ke pentas nasional seperti pelangi dari Manokwari, Provinsi Papua Barat, dan musang king dari negeri tetangga membuat minat para maniak durian menggeliat. Mereka tertarik mengoleksi tanaman di halaman rumah atau mengebunkan secara massal. Harapannya sekian tahun ke depan mereka bisa memanen buah Durio kutejensis dari kebun sendiri.

Namun, di sisi lain banyak pehobi dan pekebun yang sudah lebih dahulu menanam varietas unggul lain mengeluh, citarasa buah tidak seenak “aslinya”. Meski buah jatuhan pohon, daging buah keras alias mengkal. Warna daging yang kuning menarik berubah jadi pucat. Supaya tidak kecewa, para mania durian perlu strategi jitu menanam dan mengebunkan si raja buah.

Tidak serasi

Kunci penting pertama menanam durian di antaranya kenali sifat penyerbukan durian. Tanaman durian bersifat penyerbukan terbuka (open pollinated). Artinya bunga betina tanaman anggota famili Bombacaceae itu bisa diserbuki oleh tepung sari dari bunga lain dalam satu pohon maupun bunga lain dari pohon lain (cross pollination). Tentu saja polen dari bunga itu sendiri mampu menyerbuki bunga betina (self pollination).

Sejoli serumah
Sejoli serumah

Namun, banyak durian yang berbunga gagal menghasilkan buah. Ada yang gagal sebagian, ditandai dengan bentuk buah tidak sempurna dan gagal total—tidak satu pun buah lekat di dahan. Menurut T.K. Lim, peneliti durian dari Malaysia, bunga durian bersifat totally self incompatible, partially self incompatible, dan totally compatible. Sifat yang lebih umum ialah partially self incompatible. Contoh nyata partially self incompatible antara lain pada durian monthong. Faktanya buah durian monthong tidak ada yang penuh terisi lima ruang, selalu ada satu ruang yang kosong. Sebaliknya durian lokal, lebih banyak kita jumpai yang terisi penuh. Namun, dalam satu pohon kita selalu menemukan buah yang beragam.

Ada buah yang penuh dan ada yang tidak, terutama pada tempat-tempat buah yang tersembunyi atau terlalu rapat. Itu menunjukkan dia perlu polen dari luar. Fenomena itu dapat dilihat dari dua aspek, yaitu anatomis dan fisiologis. Secara anatomi kita menemukan putik bunga durian sejajar dengan benang sari, lebih panjang tetapi berbentuk menekuk di antara benang sari dalam kuncup bunga. Ada pula putik lebih panjang dan keluar dari kuncup saat bunga mulai menuju anthesis (mekar).

Bunga mekar menandai saat masaknya polen dan putik siap dibuahi. Tipe bunga pertama dan kedua mewakili durian yang memiliki sifat self compatible tinggi, yang berarti dapat kawin sendiri dalam satu bunga. Sementara tipe ketiga sebaliknya memerlukan mekanisme bantuan dari luar untuk suksesnya persarian (self incompatible). Faktor anatomi lainnya yaitu tipe polen durian lebih basah dan lengket daripada tanaman lain, sehingga tidak mudah ditiup angin.

Oleh karena itu perlu polinator yang aktif bergerak supaya dapat menyerbuk secara sempurna. Kepakan sayap kelelawar atau serangga malam memungkinkan sebagai polinator durian. Menurut Dr Louella Cabahug, peneliti durian di Filipina, selain kelelawar terdapat kumbang berukuran kecil berwarna hitam (mirip kumbang kotoran tapi ukuran kecil sekitar 2 mm) yang diduga membantu penyerbukan.

Daging buah durian sitokong semula berwarna putih tapi dapat berubah menjadi kuning. Itu diduga merupakan efek metaxenia karena pengaruh polen lai emas yang tumbuh di dekatnyaBerumah satu

Faktor fisiologis penting yang dapat menjelaskan fenomena gagal terbentuknya buah adalah karena adanya defisiensi unsur hara atau tanaman menderita suatu penyakit tertentu yang mempengaruhi kesuburan polen atau sel telur.

Sebagaimana tubuh kita, kekurangan gizi akan mempengaruhi kesuburan (pria dan wanita). Demikian juga pada tanaman, bila kurang gizi  viabilitas polen dan fertilitas sel telur akan menurun. Saat inisiasi pembungaan sampai pemasakan buah, tanaman memerlukan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan saat munculnya tunas daun. Itulah sebabnya tanaman perlu unsur fosfor (P) yang lebih tinggi sebagai komponen dari ATP (adenosina trifosfat), yaitu senyawa kimia pembawa energi.

Selanjutnya karena pada  organ generatif yang dominan bekerja adalah enzim, maka perlu unsur kalium (K) yang tinggi sebagai ko-faktor dalam aktivitas enzim. Menurut Dr Louvella pada tanaman yang akarnya terserang cendawan Phytopthora palmivora bunganya gagal menjadi buah karena penyerapan nutrisi di akar terganggu.

Lalu apa yang harus pekebun lakukan untuk mempertinggi peluang terjadinya pembuahan? Di samping memenuhi kebutuhan nutrisi terutama P dan K, usahakan untuk menanam dua atau lebih varietas durian dalam satu kawasan. Minimal satu varietasnya merupakan tanaman yang self compatible tinggi, indikasinya buahnya yang selalu terisi sempurna. Jika sudah telanjur hanya menanam satu varietas, lakukan penyerbukan buatan.

Pada tanaman lain yang sudah skala industri seperti kelapa sawit, perusahaan secara khusus memelihara serangga penyerbuk. Di durian belum ada penelitian, serangga apa yang berperan dalam penyerbukan.

Bagaimana dengan pendapat bahwa durian berumah dua sehingga penyerbukan memerlukan dua tanaman yang berbeda? Tanaman berumah dua memiliki bunga betina di sebuah tanaman, sedangkan bunga jantan di tanaman lain seperti salak. Tanaman jantan dan betina berbeda pohon sehingga pekebun salak harus membudidayakan tanaman jantan dan betina bersebelahan supaya terjadi pembuahan. Kalau tidak, pekebun harus melakukan penyerbukan buatan. Kembali ke durian, kalau kita lihat ia merupakan bunga sempurna yaitu organ jantan (benang sari) dan organ betina (putik) dalam satu bunga yang sama, yang berarti berumah satu. Kenali karakter sang raja, baru kita bersiap menanam. (Panca Jarot Santoso, kandidat doktor Biologi SITH ITB, peneliti durian di Balai Penelitian Tanaman Buah, Badan Litbang Kementerian Pertanian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Artikel Terbaru

Kementan Mulai Salurkan Benih Tebu Unggul untuk Pengembangan Kebun Rakyat

Kementerian Pertanian mulai menyalurkan benih tebu unggul asal Kebun Benih Datar (KBD) secara berjenjang melalui mitra penangkar. Program itu...

More Articles Like This