Monday, June 15, 2026

Toco si Paruh Besar

Rekomendasi

Burung pendatang baru dari Amerika selatan memikat para pehobi di Indonesia.

Sutawijaya mesti bersabar selama tiga tahun untuk memperoleh burung tukan toco yang mencuri perhatiannya. Pehobi di Jakarta Pusat itu membeli burung asal Amerika selatan hingga puluhan juta rupiah per ekor. Harap mafhum, menangkarkan burung bertubuh besar hingga 700 gram itu memang sulit. Apalagi burung berkaki kekar itu juga langka.

Sekujur tubuh burung yang kini berumur 1,5 tahun itu tertutup oleh bulu berwarna hitam, kecuali bagian leher yang berwarna putih. Paruh toco besar berwarna jingga terang, tetapi terdapat spot hitam di bagian ujung. Sutawijaya memberi nama Toko untuk burung baru yang memiliki sepasang mata berwarna biru itu. Ia menuturkan Toko merupakan spesies burung tukan toco Ramphastos toco yang sudah lama menjadi incarannya.

Mudah beradaptasi

Toko mudah beradaptasi di tanah air. Maklum, habitat asli tukan toko memang di daerah tropis, terutama kawasan Amerika bagian selatan. Tukan toco merupakan anggota keluarga tukan yang bersosok paling besar. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil di puncak pohon. Sekilas penampilan keluarga tukan mirip rangkong yang menjadi anggota keluarga Bucerotidae.

Tukan toco menyukai buah-buahan manis seperti pepaya.

Lantaran kemampuan adaptasi Toko cukup baik, Sutawijaya mudah merawat burung eksotis itu. “Toko juga ramah dengan orang baru,” ujarnya. Toko tidak mampu terbang jauh lantaran bertubuh besar. Ia hanya bermain di sekitar kandang dan bertengger di atas pepohonan imitasi sembari melompat-lompat dan sesekali mengepakkan sayap. “Toko lebih senang bermain di luar dibandingkan dengan berlama-lama di dalam kandang,” kata Sutawijaya. Pada malam hari Toko masuk ke kandang.

Agar kebersihan dan keindahan bulu terjaga, Sutawija memandikan Toko dua kali dalam sepekan. Cara memandikan dengan menyemprotkan air bersih. Pemilik toko First Parrot itu memberikan buah-buahan seperti pepaya, pisang, dan anggur sebagai makanan sehari-hari. Sutawijaya memotong pepaya kaya vitamin itu berbentuk kotak agar Toko mudah menelan karena ia tidak bisa mengunyah makanan.

Toko juga menyukai pakan pelet dan jangkrik. Dalam sehari ia menghabiskan 300 gram buah dan 100 gram pelet. Pehobi sejak 2007 itu sesekali memberikan jangkrik untuk tambahan protein. Di alam liar, tukan toco menyantap beragam buah seperti genipapo Genipa americana, agarapolo Ficus luschnathiana, dan ambay Cecropia pachystachya. Kadang ia juga makan telur burung spesies lain seperti macaw Anodorhynchus hyacinthinus.

Makanan tambahan berupa pelet untuk asupan nutrisi.

Burung eksotis itu bersarang di lubang-lubang pepohonan. Mereka melompat dari satu pohon ke pohon lain yang saling berdekatan. Organisasi International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List melaporkan toko tukan tidak masuk dalam daftar burung yang terancam keberadaannya. Namun, populasi toko tukan kian menurun.

Populasi terbatas

Sutawijaya menuturkan, tukan toco sulit ditangkarkan sehingga populasinya sedikit di tanah air. “Mereka memiliki karakter sangat teritorial,” ujarnya. Tukan toco enggan kawin jika dalam satu teritorial terdapat banyak pasangan. “Dalam satu teritorial hanya ada satu pasangan,” katanya. Jarak antarteritorial minimal 1 km. Oleh karena itu, penangkar paling hanya memiliki sepasang tukan toco.

Burung biasanya kawin dua kali dalam setahun. Di tanah air belum ada penangkar yang berhasil mendapatkan anakan tukan toco. Menurut pehobi burung di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Pramono, tukan toco belum terlalu memikat hati pehobi di tanah air. Selain harga yang sangat tinggi, ketersediaan burung juga masih sedikit sehingga permintannya tidak segencar burung paruh bengkok.

“Harga satu tukan toco bisa untuk mendatangkan dua macaw blue dan gold,” katanya. Selain itu, tukan toco tergolong sulit dilatih sehingga pehobi butuh sedikit kesabaran. Masa pelatihan burung paruh besar relatif lebih lama dibandingkan dengan paruh bengkok. (Andari Titisari)


Artikel Terbaru

Kementan Mulai Salurkan Benih Tebu Unggul untuk Pengembangan Kebun Rakyat

Kementerian Pertanian mulai menyalurkan benih tebu unggul asal Kebun Benih Datar (KBD) secara berjenjang melalui mitra penangkar. Program itu...

More Articles Like This