Saturday, May 18, 2024

Atasi Hama Wereng dan Hawar Daun pada Padi dengan Bahan Alami

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pestisida alami manjur mengatasi beragam hama dan penyakit seperti hama wereng dan hawar daun. Itulah hasil riset dan pengalaman Satria Siregar. Ia menggunakan insektisida nabati untuk mengatasi serangan wereng.

Selain kentang, ia menambahkan daun sirih merah Piper crocatum, daun sirsak Annona muricata, batang serai Cymbopogon citratus, dan akar tuba Derris elliptica. Sirih merah bersifat antibiotik, sedangkan serai dapat memandulkan hama.

Untuk membuat ramuan, Satria mengupas 5 kg kentang merebusnya dalam 15 liter air dengan kematangan 75%. Ia mengambil kentang itu, lantas menggunakan air sisa rebusannya untuk merebus 100 daun sirih merah, 200 daun sirsak, 5 batang serai, dan 0,5 akar tuba (Baca: Kentang Jadi Pestisida).

Sebagai bahan perekat agar tidak mudah tercuci saat terkena hujan, Satria menambahkan satu telur itik setiap 5 liter air sebelum penyemprotan di lahan. Konsentrasinya 10 cc per 5 liter air. Ia lantas menyemprotkan pestisida nabati itu pada tanaman padi.

Setelah 3 hari penyemprotan, penurunan serangan mulai terlihat. Pekebun padi dan sayuran itu menyemprotkan ramuan kentang pada pagi hari saat mulut daun terbuka, sehingga memudahkan tanaman menyerapnya. Pemberian tiap 5 hari sekali hingga padi umur 65 hari.

Penyemprotan pestisida ramah lingkungan itu dari bawah pangkal batang ke atas. Itu karena wereng, cendawan hawar daun, maupun hama lain biasanya terdapat di pangkal batang. Hasil modifikasi itu manjur, tingkat keberhasilan meningkat jadi 70%.

Kentang Jadi Pestisida

  1. Kupas kentang, cuci, dan potong-potong. Rebus 5 kg kentang dalam 15 liter air dengan tingkat kematangan 75%.
  2. Angkat kentang dan gunakan air sisa rebusannya untuk merebus 100 daun sirih merah, 200 daun sirsak, dan 5 batang serai. Setelah mendidih angkat panci dari kompor dan masukkan 0,5 kg akar tuba yang dimemarkan.
  3. Dinginkan ramuan selama satu malam. Tambahkan 1 kg molase.
  4. Simpan ramuan dalam wadah berbahan plastik yang disambungkan pada botol berisi air melalui selang plastik. Fermentasi selama 7—10 hari, dan ramuan siap aplikasi.***
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img