Trubus.id – Pebisnis di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Andi Arief memproduksi filet lele sejak pertengahan 2022. Ide itu muncul karena sebagian lele hasil budidayanya berukuran lebih besar dari permintaan pasar.
Andi mencari solusi agar lele jumbo tersebut tetap bisa dijual. Akhirnya, tercetuslah ide untuk mengolahnya menjadi filet.
Filet lele menjadi produk sampingan dari usaha utama Andi yang menjual lele segar. Satu kemasan filet lele buatannya berbobot 320—330 gram.
Andi menyediakan dua varian filet, yakni filet berbumbu dan filet orisinal tanpa bumbu. Harga filet berbumbu Rp32.000 per kemasan, sementara varian orisinal seharga Rp30.000.
Saat ini, kapasitas produksi filet lele milik Andi mencapai 70—80 kg per bulan. Namun, pada Februari 2025, ia mencatatkan produksi sebesar 120 kg.
Artinya, permintaan pasar terhadap filet lele terus meningkat. Dari penjualan itu, Andi memperoleh omzet minimal Rp2,1 juta.
Konsumen memberikan respons positif terhadap produk filet lele Andi. Menurut mereka, produk ini praktis karena mudah dimasak dan tidak bertulang.
Saat ini, Andi hanya memproduksi filet berdasarkan pesanan yang masuk. Produksi 120 kg filet tersebut bahkan melampaui ekspektasinya.
Meski begitu, Andi tetap bersyukur dengan pencapaian itu. Ia pun berencana menambah kapasitas produksi filet lele ke depannya.
Jika dimaksimalkan, ia memperkirakan mampu memproduksi hingga enam kuintal filet lele per bulan. Pasokan lele berasal dari kolam budidaya miliknya di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.
Namun, pengembangan produksi filet masih terkendala sumber daya manusia (SDM). “Kami perlu tim khusus untuk mengembangkan produk filet ini,” ujar Andi.
Untuk saat ini, CV Le Farmle Indonesia yang dipimpinnya masih fokus pada produksi lele segar. Meski demikian, Andi optimis bahwa pasar filet lele akan terus tumbuh.
