Monday, May 18, 2026

Jahe Hitam Mendongkrak Gairah

Rekomendasi
- Advertisement -

Rimpang jahe hitam terbukti secara ilmiah meningkatkan vitalitas pria.

Sosok tanaman jahe hitam Kaempferia parviflora lebih mirip kunyit dibandingkan dengan jahe. (Dok. Eka Yuli Astuti)

Trubus — Rimpang tanaman Kaempferia parviflora berwarna ungu pekat, mendekati hitam. Itulah sebabnya masyarakat menyebutnya jahe hitam, bukan kencur hitam. Kencur juga bergenus Kaempferia. Rimpang jahe hitam itulah yang terbukti secara ilmiah mengatasi difsungsi ereksi (DE). Risiko DE meningkat seiring bertambahnya usia. Asian Journal of Andrology mencatat, pada usia 20—29 tahun potensi DE mencapai 15%, 30—39 tahun (30%), dan 40—49 tahun (41%)

Rimpang jahe hitam berwarna hitam. (Dok. Eka Yuli Astuti)

Makin bertambah umur, potensinya juga melonjak. Pada usia 50—59 tahun potensi disfungsi ereksi mencapai 54% dan 60—69 tahun (70%). Menurut anggota staf Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik, Universitas Diponegoro, dr. Ari Udiyono, M.Kes., FIAS., penyebab disfungsi ereksi faktor psikis dan fisik. Ari mengatakan, ereksi terjadi karena adanya pembendungan aliran darah yang masuk ke dalam korpus kavernosa penis.

Aliran darah

Ari Udiyono mengatakan, komponen anatomi, biokimiawi, dan psikis berpengaruh pada proses ereksi. Peraih Fellow Indonesia Association of Sexology (FIAS) dari Universitas Udayana itu menuturkan, komponen anatomi terdiri atas otot, saraf simpatis dan parasimpatis, serta pembuluh darah. Adapun biokimiawi terdiri atas nitrit oksida, siklik guanisin monofosfat (cGMP), dan enzim phosphodiesterase-5 PDE-5).

Dosen di Universitas Negeri Semarang, Dr. Eka Yuli Astuti, SP.d., M.A., mengembangkan jahe hitam. (Dok. Eka Yuli Astuti)

Aliran darah masuk ke dalam penis terbendung karena pembuluh darah balik terjepit akibat relaksasi otot polos, sehingga terjadilah pembesaran penis dan ereksi. Keengganan penis ereksi terjadi karena pembendungan aliran darah terganggu. Periset dari Universitas Negeri Semarang membuktikan jahe hitam manjur mengatasi disfungsi ereksi. Ketiga periset itu adalah Prof. Dr. Etty Soesilowati, M.Si., Dr. Eka Yuli Astuti, M.A., dan Talitha Widiatningrum, M.Si., Ph.D.

Menurut Eka Yuli Astuti jahe hitam tumbuh baik di kawasan Asia Tenggara. Namun, pemanfaatannya masih kurang optimal di tanah air. Pemanfaatan jahe hitam untuk afrodisiak— berasal dari dewi cinta Yunani Aphrodite, maknanya pembangkit gairah seksual—berkembang di Thailand secara turun-temurun. Masyarakat setempat menyebut jahe hitam dengan nama krachai dam atau krachaidum.

Hasil riset Talitha Widiatningrum dan rekan sejalan dengan penelitian Wirasak Fungfuang dari Departemen Zoologi, Facultas Sains, Kasetsart University, Bangkok, Thailand. Wirasak memanfaatkan tikus Wistar jantan berusia enam pekan yang dibagi menjadi enam kelompok. Periset itu mencatat glukosa darah, parameter sperma epididimis, struktur mikro testis, dan kadar testosteron.

Adas memiliki sifat tonik atau menambah tenaga.
Masukkan di boks atasnya. (Dok. Trubus)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe hitam tidak berpengaruh pada glukosa darah pada tikus yang mengidap diabetes melitus. Konsumsi jahe hitam meningkatka 31 n signifikan sperma, testosteron serum, dan memperbaiki struktur testis pada tikus diabetes melitus (p <0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat afrodisiak jahe hitam dapat meningkatkan kepadatan sperma , tingkat testosteron, dan fungsi testis pada tikus diabetes.

Dalam kapsul

Dokter di Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, dr. Danang Ardiyanto. (Dok. Pribadi)

Riset Talitha dan rekan menunjukkan jahe hitam mengandung unsur 5, 7-dimethoxyflavone, 5-hydroxy-3,7,4-trimethoxyflavone dan 5-hydroxy-3,7-dimethoxyflavone, dan unsur utama penyusun flavonoid. Adapun fungsi senyawa aktif itu sebagai afrodisiak. Ekstrak jahe hitam merangsang pengeluaran enzim phosphodiesterase type 5 (PDE5) pada penderita DE. PDE5 merupakan enzim di organ penis dan berfungsi untuk menyelesaikan ereksi.

Kandungan 8 varian flavonoid juga membantu mempertahankan fungsi organ vital dengan menghambat atau menghancurkan enzim PDE-5 yang merusak cGMP yakni dengan meningkatkan aliran darah ke organ vital untuk memperlama ereksi. Menurut dokter di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, dr. Danang Ardiyanto, jahe hitam secara empiris berfaedah sebagai afrodisiak.

“Cara kerjanya menghambat atau menghancurkan enzim PDE-5 yang merusak cGMP yakni dengan meningkatkan aliran darah ke organ vital untuk memperlama ereksi,” kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Eka dan tim mengolah jahe hitam dalam bentuk serbuk dan kapsul agar mempermudah konsumsi. Sebuah kapsul berbobot 250 miligram setara 1.000 miligram rimpang kering. (Muhamad Fajar Ramdhan)

Resep Dokter Danang 

Bahan

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza) 15 gram
Buah cabai jawa (Piper retrofractum) 3 gram
Daun pegagan (Centella asiatica) 9 gram
Buah krangean (Litsea cubeba) 3 gram
Biji adas (Foeniculum vulgare) 3 gram

Cara olah

Cuci bersih semua bahan, rebus dalam 4 gelas air hingga mendidih dengan api kecil.
Saring air rebusan

Konsumsi

Frekuensi konsumsinya 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari selama 2 bulan.***


Artikel Terbaru

Domba Dorper hingga Kambing Boer Jadi Andalan Ternak Pedaging

Trubus.id-Beragam jenis domba dan kambing unggul kini banyak direkomendasikan para ahli peternakan sebagai ternak pedaging potensial. Selain domba garut,...

More Articles Like This