Thursday, August 18, 2022

Kulit Manggis Awet Setahun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menyarankan pengolahan kulit manggis dalam bentuk serbuk dan konsumsi rebusan serbuk beserta ampas
Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menyarankan
pengolahan kulit manggis dalam bentuk serbuk
dan konsumsi rebusan serbuk beserta ampas

Kulit manggis penuh khasiat itu pasokannya hanya berlimpah sekali setahun. Perlu cara mengawetkan dalam bentuk kering supaya tahan simpan.

Manusia modern bagai hidup dalam kepungan radikal bebas. Mulai dari asap rokok, asap kendaraan dan pabrik, hingga zat kimia dalam makanan dan minuman. Radikal bebas merusak fungsi sel sehingga dapat memicu kanker, aterosklerosis, diabetes mellitus, dan penyakit degeneratif lainnya. Kulit manggis Garcinia mangostana yang kaya antioksidan terbukti musuh radikal bebas.

Kita dapat menjemput khasiat kulit manggis dengan memanfaatkan kulit buah segarnya. Ambil kulit segar, daging buah, dan biji lalu blender sampai hancur. Saring untuk memisahkan cairan dan ampas. Endapkan sebentar dan buang busa yang muncul di permukaan, lalu konsumsi. Begitulah cara yang disarankan herbalis di Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi. Namun, dengan berbagai alasan, seperti masa simpan dan kepraktisan konsumsi, kulit manggis yang sudah diolah juga menjadi pilihan. Olahan dalam bentuk jus siap konsumsi, serbuk kering, kapsul, dan teh celup banyak beredar di pasar.

Stabil

Apakah kulit manggis olahan misal yang dikeringkan tetap berlimpah antioksidan? Hasil riset Joe Suryadi NS dari Fakultas Farmasi Universitas Surabaya dalam “Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya” pada 2013 membuktikan bahwa daya antioksidan ekstrak etanol kulit manggis dengan teknik pengeringan freeze drying lebih besar daripada penjemuran di bawah sinar matahari. Itu  ditunjukkan dengan nilai EC50 ekstrak kulit manggis freeze drying sebesar 44,72 ppm, sementara dengan penjemuran sebesar  51,27 ppm. Half maximal effective concentration (EC50) yakni konsentrasi suatu zat antioksidan yang dapat menyebabkan 50% radikal bebas kehilangan karakter radikal. Nilai EC50 yang lebih rendah menunjukkan konsentrasi antioksidan semakin tinggi.

Dalam percobaan itu Joe menggunakan mesin pengeringan beku VD 250-F Taitec dan etanol 80%. Ia  menggunakan buah manggis dari salah satu pasar modern di Surabaya, Jawa Timur. Hasil percobaan menunjukkan antioksidan terbesar diperoleh pada pengeringan selama 15 menit, dibanding interval waktu lainnya: 5,10, dan 20 menit.

Sayang penggunaan freeze drying oleh produsen herbal masih jarang, padahal keuntungannya banyak. “Dengan freeze drying suhu dapat diatur,” ujar Dennie Winardi dari PT Jamu Borobudur. Dennie menuturkan panas matahari sering kali tidak stabil. Jika tak cukup mendapat panas sinar matahari kulit buah kerabat asam kandis itu malah cepat membusuk. Selain itu dengan freeze drying proses pengeringan herbal tidak tergantung kondisi cuaca.

Farmakolog dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof Dr Sumali Wiryowidagdo MSi Apt, menuturkan freeze drying mempertahankan stabilitas produk. “Cara itu efektif pula meningkatkan daya rehidrasi,” ujarnya. Rehidrasi adalah penyerapan air kembali ke dalam bahan kering. Hanya saja biaya investasi awal mahal sehingga pengeringan dengan sinar matahari yang murah dan lebih sederhana masih jadi pilihan.

Pakai oven

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, mengeringan kulit manggis di bawah sinar matahari lalu mengolah jadi serbuk dengan mesin penepung. “Pasien tinggal menyeduh atau merebus serbuk kulit manggis itu,” ujarnya. Farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof  Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menuturkan untuk membuat serbuk, kulit manggis dicacah hingga berukuran sekitar 4 cm. “Jemur cacahan itu selama 2—3 hari sebelum dibuat serbuk,” ujar perempuan kelahiran 60 tahun silam itu. Kelemahannya waktu penjemuran mencapai 2—4 hari. Bandingkan dengan teknik freeze drying yang hanya butuh hitungan menit.

Olahan dalam bentuk jus, serbuk kering, kapsul, dan teh celup, banyak beredar di pasar
Olahan dalam bentuk jus, serbuk kering, kapsul, dan
teh celup, banyak beredar di pasar

Alternatif lain pengeringan menggunakan oven. Sumali menyarankan pengeringan di oven dengan suhu maksimal 60oC supaya enzim dalam kulit manggis tidak rusak. “Berbagai jenis sediaan kulit manggis dibuat untuk mempermudah pasien mengonsumsinya setiap saat,” tutur Sumali.

Selain itu, agar khasiat kulit manggu—sebutan manggis di Jawa Barat—tetap terjaga dalam jangka waktu lama, penyimpanan harus diperhatikan. Serbuk memang dapat bertahan sampai bertahun-tahun, tapi butuh cara penyimpanan yang benar supaya khasiat tidak menguap lenyap. “Penyimpanan harus pada suhu ruang dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung,” kata Dennie. Khasiat sang ratu pun terjaga. (Rizky Fadhilah/Peliput: Andari Titisari & Desi Sayyidati Rahimah)

Previous articleBerjemur Bebas Asma
Next articlePerlancar Jalan Napas
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img