Monday, August 15, 2022

Laba Sebelum Panen Nanas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Nanas subang berproduksi 20 ton per ha.

 

Tumpang sari tanaman nanas dan aneka sayuran. Pendapatan tambahan dari tumpang sari Rp10 juta per bulan.

Kelompok Tani Mekar Sari Maju mengelola lahan hingga 70 hektare. Para petani di Desa Sarireja, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu membudidayakan nanas subang yang termasuk kultivar smooth cayenne. Ciri khas jenis smooth cayenne berdaun dan mahkota halus, sedikit berduri, buah besar, dan mata buah cenderung datar. Mereka membudidayakan nanas berjarak tanam 50 cm x 50 cm sehingga total populasi 40.000 tanaman per hektare.

Nanas hasil budidaya Kelompok Tani Mekar Sari Maju di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengisi pasar swalayan.

Tanaman anggota famili Bromeliaceae itu baru panen pada umur 17 bulan sejak tanam. Oleh karena itu, Ketua Kelompok Tani, Efrizal, menyiasati dengan sistem tumpang sari agar memperoleh pendapatan sebelum panen nanas. Ia memanfaatkan lajur kosong di antara tanaman nanas untuk membudidayakan cabai dan kacang panjang. Di lahan itu terdapat masing-masing 40.000 tanaman cabai dan kacang panjang.

Tambahan omzet

Efrizal menanam kedua jenis sayuran ketika nanas berumur 7 hari sehingga tajuk belum begitu lebar. Khusus kacang panjang, ia menambahkan ajir bambu setinggi 2 m sebagai rambatan tanaman. Menurut Efrizal cabai berbuah perdana pada umur 2,5—3 bulan. Selama satu peridode tanam, Efrizal memanen 4 hari sekali. Total produksi cabai mencapai 0,8—1 kg per tanaman.

Menurut Efrizal selama panen, harga jual di tingkat petani berkisar antara Rp6.000—Rp25.000 per kilogram. Adapun panen kacang panjang mencapai 2 hari sekali dengan produksi 1 kg per tanaman. Omzet penjualan kacang panjang bervariasi antara Rp1.500—Rp10.000 per kg. Efrizal membuktikan, sebelum panen nanas, tetap memperoleh laba.
Bahkan, di lahan itu ia juga membudidayakan tanaman tahunan, 400 jeruk nipis. Pada Januari 2021 umur tanaman jeruk nipis baru 2 tahun dan belum berbuah. Efrizal memprediksi panen jeruk nipis pada 2022. Ayah tiga anak itu mengatakan, potensi produksi mencapai 750 kg jeruk nipis per tahun. Sekadar gambaran, harga jeruk nipis saat ini Rp15.000 per kg.

Pada bulan ke-3 Efrizal mencabut tanaman cabai dan kacang panjang. Panen nanas berlangsung pada bulan ke—17 hingga 24, seperti panen nanas subang pada normalnya. Ia membuktikan bahwa tumpang sari tidak menurunkan produksi buah nanas. Buktinya ia mendapatkan 20 ton buah dari populasi 40.000 tanaman per ha. Bobot nanas subang rata-rata 1—1,5 kg per buah.

Mengolah produk segar menjadi produk tahan lama seperti keripik nanas salah satu strategi Poktan Mekar Sari Maju meningkatkan nilai jual nanas.

Seperti namanya, cita rasa nanas madu subang amat manis. Pengukuran dengan refraktometer menunjukkan tingkat kemanisan 17—20 obriks. Efrizal memasarkan buah nanas ke pasar swalayan dengan harga Rp6.000 per kg. Ia menerapkan sistem tumpang sari di lahan nanas sejak 2017. Para petani lain di desanya akhirnya pun mengikuti jejak Efrizal.

Sortasi bobot

Sejak 2013 Efrizal menjadi ketua Kelompok Tani Mekar Sari Maju dengan anggota 60 petani. Menurut Efrizal luas kepemilikan lahan petani nanas di Subang rata-rata 0,24 hektare. “Harapannya anggota kelompok tani dapat memperoleh pendapatan Rp10 juta per bulan dari setiap luasan budidaya 0,25 ha,” kata Efrizal yang pernah mendapat juara pertama lomba budidaya nanas se-Kabupaten Subang pada 2019 itu.

Tumpang sari solusi meningkatkan pendapatan petani nanas selama pandemi.

Total luas lahan Kelompok Tani Mekar Sari Maju 70 hektare yang menghasilkan 1.400—1.500 ton nanas per tahun. Sortasi sesuai bobot buah. Kelas A untuk buah berbobot di atas 1,7 kg dengan harga Rp6.000 per kg, B (1,3—1,7 kg, Rp5.000/kg), dan kelas C (0,8—1,2 kg, Rp4.400/kg). Di kalangan petani persentase kelas A mencapai 30%, B (10%), dan C (40%). Proses penanganan pascapanen nanas itu dilakukan di halaman rumah Efrizal seluas 24 m2.

Alat pengolah keripik nanas hibah dari PT Pupuk Kujang.

Pada Oktober 2020 Efrizal bekerja sama dengan distributor buah PT Laris Manis Utama di Jakarta. Perusahaan itu menyerap 13 ton nanas madu subang per bulan. Laris Manis mendistribusikan nanas dengan kriteria minimal 1,3 kg—2,5 kg per buah untuk konsumen pasar swalayan. Selama 7 bulan total pendapatan kelompok tani Rp80 juta. Upaya lain kelompok tani meningkatkan penjualan adalah mengolah buah menjadi keripik dan wajik nanas.

PT Pupuk Kujang, Cikampek, Jawa Barat, memberikan mesin pengolahan keripik pada Oktober 2020. Kelompok Tani menjual keripik nanas secara daring dan penjualan langsung Rp50.000 per kg. Selain itu mereka menjual pula wajik Rp80.000 per kg atau Rp20.000 per 250 gram. Total nanas yang digunakan untuk memproduksi keripik dan wajik maksimal 30 kg per/bulan.

Total omzet kelompok tani menurun selama pandemi, yaitu hanya 20% dari sebelumnya yang bisa mencapai Rp2,5 miliar per tahun. Permintaan dari para pembeli cenderung menurun, bahkan ada yang terhenti. Contohnya Poktan Mekar Sari Maju rutin memasok ke pabrik olahan nanas di Kota Surabaya, Jawa Timur, 500 ton per tahun. Namun, selama pandemi pabrik berhenti berproduksi. (Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E., fungsional pengawas muda hasil pertanian di Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img