Saturday, April 13, 2024

Pekebun di Jembrana Kembalikan Produktivitas Kakao Tua dengan Peremajaan dan Budidaya Organik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pohon kakao tua sering merana, artinya enggan berproduksi tinggi. Pekebun di Desa Pohsanten Kecamatan Menggolo, Jembrana, Provinsi Bali, I Made Sugandhi memiliki cara untuk mengembalikan produktivitas kakao berumur tua lebih dari 27 tahun.

Ia meremajakan dengan sambung sisip. Sugandhi juga menerapkan budidaya organik pada kakao tua itu, meniru sistem budidaya hortikultura di Jepang. Ia memanggul karung-karung pupuk organik ke kebun pada Maret setiap tahun.

Pada September—Maret, ia rutin menyemprotkan pupuk organik cair 2 pekan sekali. Kedua jenis pupuk itu buatan sendiri. Pupuk padat berbahan 1 kg kotoran kambing, 1 kg kotoran sapi, dan 0,5 kg serbuk gergaji. Sugandhi mengaduk rata bahan-bahan itu, menyiram dengan larutan mikrob, lalu menutupnya dengan terpal. Setelah 21 hari, pupuk siap dibenamkan ke pohon.

Pupuk cair terbuat dari 1 l air beras, 10 l urine sapi, dan 1 l larutan mikrob. Sugandhi juga membuat sendiri larutan mikrob itu. Ia memanfaatkan 1 liter molase dan 1 liter larutan biang mikrob ditambah air bersih sampai volumenya menjadi 10 l. Selang 21 hari, larutan itu siap menguraikan bahan pupuk organik.

Dengan perlakuan itu pohon-pohon Theobroma cacao menghasilkan 1,5 ton biji kering per hektare. Sugandhi mengelola 10 hektare dengan populasi 600 pohon per hektare artinya dalam setahun Sugandhi memetik 15 ton.

Ia menjual ke koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS). Semula dengan cara konvensional, produktivitas hanya 600 kg per ha per tahun. Ia itu juga memfermentasi hasil panen untuk meningkatkan kualitas. Pembalikan biji dengan memindahkan ke kotak lain yang kosong setiap 2 hari selama fermentasi atau 6 hari.

Pada hari ke-7, setelah muncul rongga dalam biji, ia menghamparkan biji itu di rumah plastik untuk menjaga aroma. Sugandhi meratakan hamparan biji kakao setiap hari agar tingkat kekeringan seragam. Pengeringan biji kakao dalam rumah plastik itu 4 hari saat kemarau. Adapun saat musim hujan memerlukan waktu 7—8 hari.

Apa yang dilakukan Sugandhi merupakan bentuk produksi kakao berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan itu tercakup termasuk sumberdaya ke dalam proses pembangunan yang menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa sekarang dan generasi yang akan datang.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img