Thursday, August 11, 2022

Rahasia Para Jawara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Biyung, cendet juara berumur 4 tahunCendet koleksi Gozali Anshori belasan kali menjadi juara. Resepnya: antara lain, pemberian pakan tepat.

Prestasi Biyung terbilang top. Cendet berumur 4 tahun itu selama 2010–2012 meraih 12 juara di berbagai kontes di Madura dan Surabaya. Sebut saja gelar bergengsi Piala Bupati 2011 dan Piala Kapolres 2011 di Madura dan Piala Gubernur 2010 di Surabaya. Itu belum menghitung perolehan gelar juara ke-2 dan juara ke-3 yang direbut anggota famili Laniidae itu selama dua tahun itu.

“Persaingan kelas cendet di blok timur paling terang karena semua burung berkualitas,” ujar Habib, pehobi burung kicauan di Kecamatan Batu, Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur. Pemilik Biyung, H. Gozali Anshori, membeli burung itu Rp5-juta pada awal 2010. “Saya suka karena volume suaranya tembus dan berirama,” ujar pehobi asal Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Suara tembus adalah suara keras dan terdengar sampai jarak 10—15 m.

Batasi kroto

Ketika hendak membeli Biyung, Gozali merayu pemilik lebih dari 2 pekan. Gozali lantas merawat Biyung secara khusus, terutama saat burung mabung alias berganti bulu. “Jangan pernah memandikannya dan pastikan kandang burung selalu tertutup,” kata ayah 2 putra itu. Masa mabung burung berlangsung 2 bulan dan berulang 6 bulan berikutnya. Pada masa itu burung terlihat loyo. “Bulunya ke atas seperti merinding,” ucap Gozali.

Selain itu, saat mabung suara cendet terdengar serak. Secara alami suara serak bisa hilang seiring habisnya masa mabung, tetapi sering kali terjadi suara serak berkepanjangan karena salah perlakuan. Contoh salah perlakuan, menurut Gozali, memandikan burung saat mabung. Dampaknya suara cendet yang serak itu bisa setahun tidak hilang. Obatnya? Sampai saat ini belum ada.

Perawatan penting lain cendet juara adalah pemberian pakan. Menurut Gozali pakan burung juara sebetulnya sama dengan burung yang tidak pernah kontes sekalipun. Pakan terdiri atas voer sebagai sumber karbohidrat dan dan jangkrik sebagai sumber protein. Gozali memberi pakan tambahan berupa kroto yang berfungsi untuk memperkuat stamina. “Kroto diberikan hanya satu sendok setiap bulan,” kata Gozali. Ia beralasan pemberian kroto berlebihan membuat suara buruk serak dan terlalu aktif.

Stamina kuat memang penting saat burung berlomba. “Burung yang staminanya pas-pasan suaranya juga pas-pasan,” ujar Suwarno, pehobi burung kicauan di Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok, Provinsi Jawa Barat. Selain pakan, kunci stamina kuat rutin menjemur cendet. Gozali, misalnya, menjemur Biyung selama 2 jam mulai pukul 08.00—10.00 setiap hari. Sepekan menjelang kontes, Gozali menjemur Biyung menjadi 3 jam mulai pukul 08.00. “Saat dijemur wadah pakan dan minum sengaja dikosongkan supaya burung lebih kuat,” kata Gozali. Penjemuran hanya sekali sehari, selebihnya burung beristirahat di kandang tertutup.

Burung master

Pehobi cendet di Cibubur, Jakarta Timur, Sala, punya cara berbeda menangani cendet menjelang kontes. Sala justru mengurangi intensitas penjemuran cendet menjelang kontes. “Sekitar 2 hari menjelang kontes penjemuran cukup 1,5 jam. Biarkan burung lebih banyak beristirahat,” kata pemilik 4 cendet yang bergantian menjadi juara di lomba burung di Cibubur, Jakarta Timur, dan sekitarnya.

Selain kroto, pakan ekstra lain yang diberikan Sala adalah 3—4 ulat hongkong pada pagi dan sore hari. Tujuannya untuk menjaga stamina agar fit. Namun, pemberian ulat hongkong tidak boleh berlebihan karena akan mempengaruhi kekuatan burung saat bersuara. “Protein dari ulat bisa menjadi lemak di tubuh burung. Burung yang kegemukan malah malas bersuara,” ujar Sala.

Nah saat lomba, cendet perlu dijauhkan dari burung-burung lain, terutama sesama cendet. “Itu supaya ia tidak terpancing meniru atau mengeluarkan suara sebelum kontes,” kata Sala. Soal meniru suara, cendet perlu dilatih untuk mendapatkan irama lagu yang pas saat bersuara. Irama lagu itu didapat dengan menyandingkan cendet bersama burung master. Salah satu burung master yang lazim dipakai adalah lovebird.

“Lovebird punya suara cericit mengalun panjang dan pendek berirama,” kata Sala. Bila tak mau repot-repot menyandingkan dengan burung master, bisa memakai alat perekam peniru suara burung sonic master dengan perangkat cakram padat atau compact disk (CD). “Kelebihannya alat itu bisa bersuara tanpa putus selama 24 jam,” ucap Sala. (Dian Adijaya Susanto dan Faiz Yajri)

 

FOTO:

 

  1. Gozali Anshori, perawatan dan pakan tepat kunci cendet juara
  2. Biyung, cendet juara berumur 4 tahun
  3. Lovebird bisa menjadi murung master bagi cendet
  4. Pemberian kroto cukup sebulan sekali
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img