Saturday, August 13, 2022

Singkong Baru Kaya Pati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Vamas 1 cocok sebagai tepung tapioka maupun mocaf karena berkadar hidrogen sianida rendah.
Kelebihan ubi kayu baru vamas 1 berproduksi tinggi, genjah, agak tahan hama dan penyakit, plus cocok untuk pangan.
Produktivitas ubi kayu baru vamas 1 amat fantastis, rata-rata 32,42 ton per hektare. Panen ketika tanaman berumur 7 bulan. Bandingkan dengan produktivitas rata-rata ubi kayu  di Indonesia hanya 17 ton per ha. Produktivitas vamas itu 25% lebih tinggi daripada klon UJ3 dan 15% lebih tinggi dari UJ5. Kadar pati klon unggul itu mencapai 22,14%, nyata lebih tinggi (11%) dibanding dengan UJ3 (19,88%), dan nyata lebih tinggi (7%) dibandingkan dengan UJ5 (20,68%).
Adapun hasil pati rata-rata 7,21 ton per ha sehingga nyata lebih tinggi (39%) dibanding dengan UJ3 (5,21 ton/ha) dan nyata lebih tinggi (23%) dibanding dengan UJ5 (5,87 ton/ha). Kadar pati antara lain berkorelasi dengan rendemen  pembuatan gula cair. Pencapaian hasil pati itu merupakan hasil interaksi antara genotipe dan lingkungan. Klon unggul itu warisan tetua induk betina CMR44-29-12 yang merupakan sumber gen penentu hasil tinggi.
Agak tahan
Tim riset Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, menyilangkan secara terbuka tetua betina CMR44-29-12. Tetua jantan tidak bisa dideskripsikan karena persilangan terbuka. Tahapan seleksi meliputi seleksi tanaman tunggal, uji daya hasil pendahuluan, dan uji daya hasil lanjutan. Uji adaptasi pada 2015—2018 di Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Tulangbawang yang merupakan sentra produksi ubi kayu.
Vamas 1 juga terbukti agak tahan terhadap hama tungau merah dan penyakit busuk umbi.

Uji itu melibatkan tujuh klon harapan (CMR 51-61-1, CMR 51-48-17, CMR 51-48-16, OMR 51-20-5, CMR 51-07-13, OMM0806-57, CMR 51-06-16), dan dua varietas pembanding (UJ 3 dan UJ 5). Pada uji itu klon OMR 51-20-5 yang menjadi varietas vamas juga terbukti agak tahan terhadap hama tungau merah Tetranychus bimaculatus. Serangan tungau yang kompleks oleh empat spesies dapat menurunkan hasil 20—53%, tergantung pada umur tanaman dan lamanya serangan.

Pada varietas peka, kehilangan hasil ubi kayu hingga  mencapai 73%. Namun, pada varietas yang tahan kehilangan hasil ubi hanya berkisar 15%. Hasil penelitian di rumah kaca Balitkabi Malang memperlihatkan serangan tungau merah yang parah mengakibatkan kehilangan hasil ubi kayu sampai 95%. Umumnya petani hanya mengandalkan ketahanan varietas saja dalam menghadapi serangan tungau. Oleh karena itu, varietas yang akan dilepas sebaiknya agak tahan atau tahan terhadap serangan hama.
Ubi kayu vamas juga agak tahan terhadap penyakit busuk umbi Fusarium sp. Gejala serangan penyakit itu sekilas tak tampak. Ubi kayu tidak mati, daun bagian atas dan bagian bawah tetap hijau, tetapi daun bagian tengah mulai rontok dan mati. Selain itu tanaman tumbuh kerdil, tidak ada umbi pada akar, tumbuh perakaran kedua yang tidak berumbi. Ciri khas yang tampak secara kasat mata adalah pertanaman ubi kayu tidak merata tumbuhnya dan bergelombang.
Penyebabnya adalah karena pertanaman ubi kayu cenderung monokultur, tidak ada waktu bera bagi usaha tani ubi kayu, kelembapan tinggi, dan drainase buruk. Klon OMR 51-20-5 tergolong agak tahan terhadap penyakit busuk umbi. Adapun varietas pembanding UJ3 dan UJ5 tergolong peka. Varietas vamas dapat dikategorikan sebagai klon yang sesuai untuk konsumsi segar (pangan) dan sebagai bahan baku mocaf karena memiliki kadar hidrogen sianida (HCN) yang rendah, yakni 19,68 ppm.
Harap maklum, rasa umbi berkaitan dengan kandungan hidrogen sianida. Umbi dengan kandungan hidrogen sianida kurang dari 50 mg per kg bahan dikategorikan tidak pahit, sedangkan umbi dengan kandungan hidrogen sianida lebih dari 50 mg/kg bahan dikategorikan pahit. Kadar pati ubi kayu vamas mencapai 83%, 9-10% lebih tinggi dibandingkan dengan varietas UJ3 dan UJ5. Klon unggul itu akhirnya resmi dilepas pada Juli 2020 dengan nama vamas 1 yang merupakan singkatan dari casava masam.
Sejak 2008
Kontribusi ubi kayu dalam perekonomian nasional cukup besar.  Pada 2017 nilainya mencapai Rp28,35 triliun dengan luas tanam 0,78 juta hektare dan total produksi 19 juta ton.  Nilai kontribusi itu akan lebih tinggi lagi jika produk olahan seperti pati, keripik, dan produk olahan lainnya diikutkan dalam prediksi kontribusi ubi kayu. Dengan demikian pengembangan agroindustri ubi kayu sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional.
Produktivitas vamas 1 mencapai rata-rata 32,42 ton per hektare.
Pada 2015 konsumsi ubi kayu mencapai 20,8 juta ton, di antaranya 61% kebutuhan ubi kayu digunakan sebagai bahan makanan, 35% diolah untuk makanan (industri makanan), dan 2% untuk pakan. Konsumsi ubi kayu 2020 diprediksi mencapai 23 juta ton, 55% kebutuhan ubi kayu digunakan sebagai bahan makanan, 40% diolah untuk makanan (industri makanan), dan 2% untuk pakan.
Peningkatan kebutuhan ubi kayu itu perlu imbangan secara bertahap peningkatan luas tanam, luas panen, dan produktivitas. Oleh karena itu, tim riset Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi merakit singkong unggul baru yang produktif. Tim meriset ubi kayu vamas sejak 2008. Perlu waktu 12 tahun untuk menghasilkan ubi kayu unggul.  (Prof. Dr. Ir. Sholihin M.Sc., pemulia ubi kayu dari Balitkabi)
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img